Sunday, August 31, 2008

Jawaban kenapa aku gay



kalo ditanya kenapa aku bisa jadi Gay, jawabannya yang aku rasa paling tepat dan tentunya aku yakin bener juga adalah karena sikap hidup Mama yang super cerewet, super disiplin, plus caranya yang super ngatur dalam kehidupan rumah tangga. Nggak cuma aku dan adikku aja yang kehidupannya di atur oleh Mama, tapi kehidupan Papa akupun juga ikut di atur oleh Mama, sehingga ribut mulut antara Mama dan Papa udah terlalu sering aku lihat dan kesannyapun juga udah biasa sampai sekarang. Artinya aku itu nggak kaget banget kalo ngelihat Mama ngebentak Papa sampe sekarang ini.

Rasa tanggung jawab dan disiplin yang diajarkan Mama dalam kehidupan aku itu menurut aku ato orang lain yang ngelihat bisa dianggap sebagai suatu tindakan kekerasan yang rada kelewatan, ato mungkin istilahnya sekarang yang lebih tepat adalah child abuse, masalahnya nggak jarang mama aku itu mukul aku dengan gagang sapu, rotan ato sapu lidi yang membuat sekujur tubuhku jadi luka karena memar …..

tapi, yang perlu dimengerti adalah aku menerima semua hukuman dari mama tersebut karena akunya yang tidak disiplin, nakal, ato ngelakuin sesuatu tindakan yang udah sepatutnya dihukum, cuma mungkin hukuman yang aku terima itu kesannya sangat berat buat anak seumuran aku.

Jadi kalau aku ditanya apakah aku benci dengan mama aku saat ini? Jawabannya adalah TIDAK …….. karena aku sekarang menjadi orang sebagaimana aku ada dengan segala karakter ato kebiasaan hidup yang menurut aku baik adalah karena didikan mama, cuma mungkin sikap disiplin yang ditanamkan dalam kehidupan aku itu terlampau keras, sehingga akhirnya aku tumbuh menjadi seorang pria yang tidak bisa terbuka / dekat dengan seorang wanita, karena menurut pemikiran / kesan aku terhadap wanita itu adalah seorang diktator, cerewet dan selalu berusaha mengatur kehidupan sang pria menjadi seperti yang diinginkannya.

Setelah dewasa, akupun akhirnya sadar kalau aku menjadi seorang yang LEBIH SUKA menjalin hubungan dengan sesama jenis alias Gay karena aku nggak bisa bersikap terbuka dan menerima kehadiran seorang wanita dalam kehidupan aku. Aku katakan "lebih suka" karena aku sudah mencoba melakukan hubungan sex dengan wanita, dan ternyata aku bisa melakukannya, tapi aku tidak bisa berbagi perasaan aku bersama wanita seperti misalnya curhat, sayang, perhatian, mesra dan sebagainya seperti layaknya seorang pria straight mencurahkan kasih sayangnya kepada wanita yang dicintainya.

Sebelum aku tahu kenapa aku bisa menjadi Gay …….. aku sering menyalahkan diri sendiri, khususnya pemikiran yang ada dalam diri ini, kenapa ….kenapa dan kenapa?

Setelah aku tahu jawabannya kenapa aku bisa menjadi Gay, aku berusaha berdamai dengan diri aku sendiri, memaafkan lingkungan yang membuat aku menjadi Gay khususnya sikap mama dalam mendidik anak anaknya menjadi orang yang sukses dan berguna, serta mulai memotivasi hidup aku yang Gay ini untuk bisa menjadi orang yang berguna bagi orang lain juga khususnya bagi People Like Us ( PLU ), karena dalam hidup ini yang paling penting menurut aku adalah memikirkan BAGAIMANA HIDUP KITA SELANJUTNYA bukan memikirkan KENAPA AKU HARUS HIDUP SEPERTI INI.

Yes, I am gay, so …….. what should I do for being a good Gay as a good people for other people! jadi orang yang berguna bagi orang lain juga khususnya bagi People Like Us ( PLU ), karena dalam hidup ini yang paling penting menurut aku adalah memikirkan BAGAIMANA HIDUP KITA SELANJUTNYA bukan memikirkan KENAPA AKU HARUS HIDUP SEPERTI INI.

Tuesday, August 26, 2008

korelasi materi dan bf


Dear all,

my sharing... kenapa ya banyak sekali orang mengkorelasikan cinta dengan materi ??? terus terang, aku sendiri amat bingung.. sekedar share aja... ada beberapa kali suka dengan orang , tapi secara materi, dia memang dibawah aku..., dan finally minta beli ini beli itu... padahal cuman berteman, belum lagi ML, belum jadian... serem sekali........dan pernah ada kenal dengan orang yang kerja gaji cuman 4 sekian juta., tapi pas pergi bareng (taraf PDKT)... ya ampun ... belinya minta barang yang cuman ada di Plasa indo alias branded banget...aku aja yang bisa beli berlusin-lusin tiap hari aja masih mikir-mikir buat apa ya beli barang tersebut, dan tipe orang seperti ini ada cukup banyak... jadi susah... sampe ada yang pernah minta mobil nissan xtrail ke aku... hebat gak... tanpa sungkan.. langsung todong.. pdhl baru kenal 2x ketemu...gara-gara ngintip saldo bankku saat aku ambil duit di ATM... sinting gk...dipikir cari uang gampang apa..

satu sisi..., pernah juga aku dikejar orang yang secara materi jauh diatasku...usia juga jauh diatasku beda 20 taon lebih, dan really THE HAVE.. belum-belum udah ajak makan yang sekali makan 5s.d6.5 juta.. gila gak... terus tiap sore... jam 4.30., mercy new s class nongkrong didepan officeku... sampe sekretarisku aja kaget kaget..... dijemput tiap sore ... padahal officeku ada di
BSD... dan kantor dia ada di sudirman.. kebayang gak jauhnya... tiap kali aku mesti sembunyi hahaha..., mobil dan sopirku selalu diumpetin , mobil di garasi belakang kantor.., supir di ruangan lantai 2..., .. cuman hindari dia... stress juga.... aku pribadi selalu nolak pemberian dia... sampe dia bingung .. biasanya orang lain gak pernah nolak, kenapa aku nolak... ya... kujawab... gak semua
orang mau materi..., ada yang benar-benar tulus bersahabat... dia gak percaya... dia banyak cerita ... yang intinya sama dengan aku... materi diatas segalanya...

so. ... friend...susah banget bagi aku saat ini nyari orang sesama gay... yang bener-bener mau berteman apa adanya... apalagi bf an... krn korelasi dengan materi memang masih mendominasi di hubungan sesama gay...........

thanks

salam
harry

Sunday, August 17, 2008

Perilaku Ryan: Kurang Kontrol Diri


Oleh Mochamad Widjanarko
Suara Merdeka

Lebih dari seminggu, harian ini memberitakan informasi mengenai tindak criminal Very Idam Hensyansah alias Ryan, pelaku pembunuhan berantai dan mutilasi dari tindak brutal pelaku, keluarga perlaku serta korban-korbannya, termasuk juga prasangka orientasi seksual dan juga berita liputan kehidupan gay di Semarang. Hal ini membuat penulis merasa perlu untuk urun rembug menginformasikan perilaku Ryan berdasarkan kajian psikologi.

Di tempat penulis bekerja, dengan kolega staf pengajar atau mahasiswa, kasus ini menjadi bahan diskusi yang menarik dan actual, dari kenapa pelaku sampai melakukan kekerapan pembunuhan, motif tinfakan sampai pada kondisi lingkungan pelaku.

Dalam diskusi, kita bersepakat tidak membahas orientasi seksual pelaku karena berusaha memahami, dan berpikir kritis. Berkolerasi dengan hal ini, Ryan melakukan pembunuhan, mutilasi bukan dikarenakan orientasi seksualnya tetapi akibat dari kepribadiannya yang rapuh dan tidak sehat. Oleh Cleckey (1976) dikatakan sebagai gangguan kepribadian antisocial, seorang pesikopat yang melakukan kegiatan tanpa tujuan, tidak memiliki perasaan gundah dan rasa malu, merasa tidak melakukan kejahatan.

Psikologi Kriminologi

Setiap individu memiliki suatu mekanisme yang dapat membantu mengatur dan mengarahkan perilaku yaitu control diri. Kontrol diri mengakibatkan tiga hal.

Pertama, memilih dengan sehaja. Kedua, pilihan antara dua perilaku yang bertentangan, satu perilaku menawarkan kepuasan dengan segera. Sedangkan perilaku yang lain menawarkan ganjaran jangka panjang. Ketiga, menanipulasi stimulus agar satu perilaku yang lain lebih mungkin dilakukan (Skinner dalam Calhoun dan Acocella, 1990).

Dalam situasi yang sulit, seseorang dihadapkan untuk cepat membuat keputusan, reaksi apa yang harus dilakukannya terhadap keadaan yang dihadapinya. Pola pikir juga ikut berpengaruh. Apa yang menurut seseorang dianggap melewati batas-batas kewajaran, bias saja menurut pola piker orang lain memang dibutuhkan. Hal-hal tersebut menyebabkan kesalahan seorang individu dalam memutuskan perilaku dalam menghadapi suatu situasi tertentu, sehingga mengakibatkan terjadinta indakan brutal (Bornstein, 1993).

Selain itu, kondisi yang melatarbelakangi suatu tindakan brutal oleh seseorang juga mempengaruhi penilaian tentang batas kewajaran tersebut. Asumsi penulis, bisa jadi Ryan yang tidak jelas memiliki pekerjaan ini melakukan tindakan pembunuhan dengan alas an keinginan menguasai harta, barang korban untuk bersenang-senang, hedonis kemudian memutilasi dikarenakan ada rasa kekhawatiran terbongkar kejahatannya.

Alasan pelaku dikarenakan “pacar”nya mau dipakai korban merupakan rasionalisasi yang sangat subyektif dan mengaburkan alas an sebenarnya. Tindakan brutal dilakukan setelah tidak adanya control diri yang wajar.

Sebagai slaah satu sifat kepribadian, control diri pada satu individu dengan yang lain tidaklah sama. Ada yang memiliki kontrol diri tinggi dan ada yang rendah. Mereka yang memiliki kontrol diri tinggi mamapu mengubah kejadian dan menjadi agen utama dalam mengarahkan dan mengatur perilaku, membawa kepada konsekuensi positif.

Oleh karenanya kontrol diri berupa kemampuan mendapatkan konsekuensi positif juga untuk mengatasi konsekuensi negative. Sesorang yang mempunyai kontroil diri yang tinggi akan mampu memandu, mengarahkan dan mengatur perilakunya begitu sebaliknya.

Seseorang yang mengalami impulsivitas atau memiliki kecenderungan tidak sabaran, mencari keuntungan langsung. Terpecah perhatiannya dan bertindak tanpa berpikir, cenderung mengalami kebingungan dalam menentukan suatu pilihan, baik dalam memilih pekerjaan, pasangan hidup atau kepastian hidup.

Farrington (1998) menyatakan, orang impulsive adalah mereka yang kekurangan penghambat internal. Umumnya terkait dengan kesadaran mengenai benar-salahnya suatu perilaku, sehingga seseorang harus memiliki self-control dan impulsity, yautu kemampuan menunda, mengubah, atau menghentikan suatu respon negative. Asumsinya, para criminal termasuk juga orang dengan kepribadian psikopatik seperti Ryan biasanya penganut gaya hidup antisocial dan kanak-kanak agresif dan diasumsikan berkemampuan rendah mengontrol impulse.

Perilaku Ryan melakukan tindak kejahatan yang sistematis, rapi, dan tersembunyi. Oleh Sellin, 1987 digulirkan factor-faktor timbulnya kejahatan yang tersembunyi (the hidden crimes).
Pertama kejahatan tersebut pada hakikatnya bersifat pribadi (secret deviance). Acap kali pelaku dengan sungguh-sungguh merahasiakan perbuatannya, sehingga sukar untuk diketahui orang lain.

Kedua, pihak yang dirugikan tidak inigin kejahatan diketahui orang lain atau pihak berwajib.

Ketiga, rasa tidak senang melaporkan kejadian kejahatan kepada pihak yang berwajib, karena keenggaanan menjadi saksi dan bahkan dicurigai oleh pihak yang berwajib, bahwa dirinya terlibat perbuatan jahat tersebut.

Keempat, adanya pendapat umum tidak menyukai diperlakukannya aturan-aturan hukum tertentu.

Kelima, berbagai kejahatan yang pada hakikatnya memang berat untuk dilaporkan oleh pelanggarnya sendiri misalnya kasus korupsi.

Keenam, adanya kondisi kesadaran pelaporan yang tidak stabil atau konstan, sehingga partisipasi pelaporan oleh masyarakat naik turun.

Ketujuh, dari pihak korban terhadap keenganan melaporkan kejahatan yang menimpa mereka karena merasa malu, takut ancaman, balas dendam dari pelaku atau adanya hubungan social khusus dengan pelaku seperti masih saudara, kekasih.
Kontrol Sosial

Perilaku Ryan dengan melakukan pembunuhan berantai dan mutilasi, secara hokum adalah perbuatan salah dan berat hukumannya, tetapi secara sodial tidak bias begitu saja disandang ke pelaku. COba kita lihat dan berpikir, berkontemplasi 15 menit dengan menembus batas fisik dan wadah berintrospeksi ke perilaku kita, interaksi ke pasangan, saudara, anak-anak, orang tua, teman kerja, atau tetangga. Kita akan dapat “energy” baru berupa kesadaran bahwa tatanan kondisi social masyarakat banyak berubah. Bisa jadi kehidupan mulai mengarah pada individualis, anti social, dengan tetangga tidak kenal, tidak lagi saling bantu membantu, memusnahkan empati kita. Kondisi-kondisi ini secara tidak langsung juga memiliki andil dalam terwujudnya perilaku Ryan.

Kasus Ryan hanyalah merupakan salah satu dari pncak gunung es, di sekeliling masih ada Ryan-Ryan yang lain. Individu berperilaku antisocial, autistic memikirkan keperntingannya sendiri, sulit untuk mengatakan maaf jika melakukan kesalahan dan merasa paling benar sendiri.
Oleh karenanya, perlu dimunculkan inisiasi-inisiasi berkomunikasi yang efektif dengan keluarga, berinteraksi kepada tetangga serta melakukan tindakan empatis terhadap sesama. Hal ini sebetulnya bias dilakukan olerh semua orang dengan tidak lagi mengenal batas jenis kelamin, pekerjaan, suku, agama, apalagi orientasi seksual, artinya semua orang bias jika ada keinginan untuk memulai melakukan, demi kesehatan jiwa social kita. (13)

*Mochamad Widjanarko, staf pengajar di fakultas psikologi Universitas Muria Kudus. Peneliti Sosial

Menjernihkan air keruh


barudak kasep wrote:
dikutip dari kompas
http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2008/08/09/ 01204516/ ryan.dan. kita

untunglah ada yg mau susah susah nulis ttg ryan dan gay

Menjernihkan air keruh
Ada begitu banyak gay yang melatih kebugaran tubuh, tetapi banyak di antara mereka tidak membunuh. Jadi, latihan kebugaran tubuh semata bukan penyebab pembunuhan. Ada banyak gay yang cemburu pada pacarnya, tetapi banyak gay pencemburu masih menghargai kehidupan. Jadi, kecemburuan semata bukan penyebab pembunuhan.

Apa yang dilakukan Ryan adalah cermin gejolak kejiwaan yang kompleks, yang mencerminkan dinamika internal kejiwaannya dan pengalaman sosial yang traumatis. Dinamika internal yang dimaksud di sini adalah gejolak subyektif Ryan; sementara interaksi traumatis adalah hubungan sosial Ryan dengan orang-orang penting dalam hidupnya (significant others) yang menyisakan pengalaman pahit.

Filsuf Perancis, Paul Ricoeur, pernah mengemukakan, setiap orang memiliki rasa keadilan (sens de la justice). Perasaan pribadi inilah yang membuat kita mendambakan keadilan. Buah dari keadilan itu adalah kedamaian yang dicapai lewat rute panjang di mana kita harus belajar menghargai diri sendiri (self-esteem) sambil menerima penghargaan dari orang lain (self-respect) .

Dalam interaksi sosial, aliran rasa keadilan itu bisa terhambat. Apa yang dianggap adil oleh satu orang bisa dipaksakan kepada orang lain. Dengan demikian, suara keadilan dari orang lain diabaikan dan egoisme menjadi dominan. Efeknya, hak-hak orang lain dicederai sehingga
terjadi transgression (pelanggaran hak). Dari situ menetas aneka kejahatan, seperti dilakukan Ryan.

Ada satu kasus. Seorang transjender pernah berkeluh kesah pada saya tentang bagaimana orang-orang di sekitarnya tidak memahami dirinya. Ia mengaku sering ditolak, dicemooh, dan diasingkan dalam pergaulan sosial. Di akhir keluh kesahnya itu, ia berkata, "Saya ingin membunuh mereka semua". Meski tidak sepakat, saya bisa memahami letupan emosional itu.

Saya percaya, setiap orang bisa mengalirkan kebaikan dalam iklim cinta (love) dan perhatian (caring). Tanpa kehadiran dua kekuatan ini, kebaikan ditenggelamkan oleh kebencian. Bila kebencian telanjur dominan, cinta harus kembali dihidupkan. Ini disebut homeostasis, yaitu upaya menciptakan keseimbangan yang sehat. Situasi sosial berperan besar membantunya.

ryan dan segala kesalahan pandangan


barudak kasep wrote:
bodoh benar semua tulisan tulisan ttg gay setelah kasus ryan :
1. gay selalu berpasangan dan pencemburu

gimana mau cemburu. banyakan gay ato biseks kan ganti ganti pasangan. mungkin cuma kurang dari 5% gay yg bener bener setia sama pasangan dan ga pernah selingkuh. sisanya tanpa pasangan alias banyakan ganti ganti partner sex doang. makanya banyak pertanyaan apakah mungkin ada cinta di dunia gay...jawabnya mungkin tapi kecil sekali. krn gay penuh tekanan sosial..cuma gay yg kuat mental aja yg sanggup terang terangan berpasangan. .open ke keluarga dan lingkungan. sisanya undercover mungkin hampir 95%. bener ga

2. gay selalu top dan bot..
ini juga pendapat yg bodoh..sampe temen temenku pada heran..gimana sih gay kok bisa ganti ganti sebentar jadi top sebentar jadi bot. hei..klo ga pernah masuk dunia gay mending ga usah komen. banyak kok gay yg akhirnya ga milih jadi top atopun bot. meskipun banyak top
mempromosikan nikmatnya jadi bot..tapi tentu banyak bot yg selalu di hantui HIV sehingga memilih tdak jadi top atopun bot. dan dgn pilihan itu mereka bisa jadi gay dan enak juga kok .
3. gay sadis..?

hahh...gw ga tahu alasan utk menolak anggapan ini. apa pasangan cewe-cowo ga ada yg sadis. ada cowo yg bunuh cewe krn cemburu, siram air keras, dll...
4. gay menular..?

bener ga sih. kalo sekali ngerasain enaknya jadi gay bakal ketularan. hah..selama dia emang kuat straightnya gw rasa ga bakal gay gay banget. banyak temen gw yg bisek akhir nya mereka ga gitu gila seks ama cowo..meskipun tdk berarti mereka pindah ke cewe. mungkin meerka udah masuk ke fase hidup yg menganggap sex bukan hal utama lagi. masa masa pencarian jti diri sex ssudah selesai

Thursday, August 7, 2008

Intelligent design? Not so intelligent.

I hate the words "intelligent design"- it's a lie, and an affront to all things scientific and/or intelligent. How much intelligence could be in the design of cancer, toothaches, headaches, or organs like the appendix and tonsils that only get infections and cause grief. What about the notoriously fragile human spine, or the pelvis that makes it harder, and more painful for humans to give birth than any other species. And what possible reason could there be for halitosis, acne or flatulence? Tailbones, male nipples, I could go on...

Intelligent Design can't answer any of these questions, evolution and natural selection does.

Creationists are at best ignorant, otherwise they are lying scum of the earth

about manjam


bill wrote...
hi guys....
cmn mo share nih soal info manjam,sekaligus warning aj.

hr ini,temen2 kantor gua pd kasak kusuk lait monitor masing2.Entah ada apa tp gua merasa ditatap penuh curiga dr cewe2 perawan tua ini.mereka tuh biang gossip di kantor gua,dan penjilat abadi. temen2 kantor gua ini,tau siapa temen2 akrab gua.dan yg paling akrab adalah 2 teman SMA gua,satu gua kenal dr SMP dan satunya lagi gua kenal wkt SMU.

Persahabatan gua bertiga dimuali dr SMA,dan setelah kita udah pd kerja,ga lama kemudian gua tau kl mereka ternyata gay. as for me,gua pertama cuman penasaran krn sering hang out dgn
mereka,tp lama2 gua jg jd ikutan suka liat yg namanya pria2 tampan. so,kita masing2 punya ID manjam.sebuah situs utk mencari teman sejenis.

Dan berkat situs ini pula gua bertemu dgn bf gua sekarang,dan seorang teman akrab yg kalian udah tau lewat beberapa postingan gua belakangan.( gara2 postingan ini pula temen gua jd ditanyain macem2 hahahahaha,tenang guys gua berdua masih temanan dan belom pernah
ketemuan!)

Teman2 kantor gua udah tau kl kita bertiga akrab,dan kita bertiga ini udah seperti saudara kandung and we are an underground gay and bisexsual.Kesibukan dan bisik2 para wanita2 itu jd perhatian gua akhirnya.Dan ternyata,salah seorang dr mereka message gua lwt
YM.Walhasil gua shock dgn pertanyaan yg dilontarkan. Wanita itu bertanya apakah teman gua(sebut saja si A)itu gay.gua tanya bali,apa alsannya? dan kemudian dia mempostingkan sebuah alamat situs profile manjam ke chatbox gua.Sadar akan apa yg bakalan gua lihat,gua langsung login ke ID manjam gua dan saat itu juga gua hapus account gua.gua juga login
pake account BF gua dan hapus accountnya dia juga.

Ternyata yg terpampang dr link yg diberikan adalah,profile dari BF nya si A.disitu dgn jelas si A menyatakan betapa dia berterima kasih pd Tuhan krn sudah menemukan sang kekasih di box "comments" sang BF.

Gua speechless.. .dan mengaku ke teman2 ktr gua kalo gua tidak tahu menahu soal ini.

Gua beruntung krn si wanita ini ga bakal ngadu ke empunya tp gua jg ga bisa menjamin kl dia ga bakalan nyebarin.Buktinya bbrp temen ktr gua spt sudah tau apa yg terjadi,dan wanita ini cukup terkenal krn suka menyebarkan website2 yg baginya bagus utk jd bahan gosip dia.(termasuk
buka2 foto2 friendster gua dan tmn2 gua trus dipamerin ke anak2 ktr).

Dia mengaku bahwa situs manjam itu dia ketahui krn sudah bnyk khalayak ramai yg tau mengenai situs ini baik pria maupun wanita,straight maupun gay.Dan situs manjam sering disebut2 lantaran munculnya kasus Ryan dan pemeriksaan dr aparat dgn hal2 yg berhubungan dgn kasus tersebut baik itu situs manjam sendiri,pemeriksaan di bbrp gay club yg
pernah dikunjungi Ryan,dsb.

Teman kantor gua ini,hanya sekedar iseng buka situs manjam.Dan yg terpampang biasanya adalah org2 yg online ataupun random profile.Dan secara kebetulan profile BF si A terpampang di halam depan situs ini.Teman kantor gua ini juga mengaku bahwa dia dan temanny2 sudah
lebih dr 1 minggu membuka situs ini dan melakukan browsing2 profile.dan mereka mencari2 profile teman laki2 mereka maupun kerabat terkait mereka disini.

Guys,please be more carefull karena situs manjam ini sekarang sudah tidak aman utk para gay discreet.... buat yg sudah open mungkin ini ga masalah,tapi kasian untuk yg masih undercover.
Gua dan bf sudah menghapus account kita dr manjam,dan menyampaikan kekurangan yg dimiliki oleh situs tsb.Mudah2an aj,kedepannya situs ini akan lebih bisa menjamin keamanan identitas para undies.

Untuk situs2 lain,gua msh belom ada kabar.Please untuk para binan yg punya Fag ag(perempuan, sahabat karib kaum gay yg bisa diajak hangout ke tmpt2 gay),jgn membocorkan semua tentang dunia kita ke mereka.Karena ini juga menyangkut org banyak.Punya Fag Hag ga dilarang tp lebih hati2 aja untuk mengantisipasi hal2 yg tidak diinginkan kedepannya.Mudah2an aj,para Fag Hag itu belum menyentuh milis ini hiks...bisa makin gila deh gua nantinya huhuhuhuhu

So,untuk teman2....ga ada salahnya untuk lebih berhati2 mengingat kehidupan kaum gay lagi terangkat ke permukaan dlm bbrp minggu ini.

Once again,be carefull,be safe and be gay....
hehehehe

BILL