Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Sunday, August 31, 2008

am i undercover?


"cut3m4l3" wrote:
well, i used to, tapi sekarang juga gak out of closet banget kok.

dulu emang gak ada yang tau klo gw suka cowok (well, gw Bi sih, masih agak napsu sama cewek), trus gw tau temen gw ada yg gay, gw cerita ke dia, soalnya dia emang lumayan deket sih sama gw.

pas di jakarta, dari salah satu situs gw mulai kenal2 dengan orang2 yg berorientasi sama, meskipun with or without pic itu juga udah mulai membuka diri ke orang laen loh...

dan dari situs itu gw nekat ketemuan orang, gak sembarang orang dong, yang gw anggap bisa jaga rahasia dan gak emberan aja, well, i choose the intelectual ones.

dan, as the result, i've got my self a bf, a nice guy whom i met from the net. susah loh nyari orang yg baek2 di net! based on experience sih... Nah, bf gw ini udah came out ke bbrp org, bahkan keluarganya udah tau, dan dia punya bbrp temen. Yang jelas klo gw jalan sama dia kemana gitu dan ketemu sama orang yg dia kenal, orang itu juga mungkin sudah ngira klo kita pacaran, padahal both of us look straight loh...

so, am i an undercover?

well.... YES to my familly and friends. and Not to my BF and his friends.


thanks.

-me-

Jawaban kenapa aku gay



kalo ditanya kenapa aku bisa jadi Gay, jawabannya yang aku rasa paling tepat dan tentunya aku yakin bener juga adalah karena sikap hidup Mama yang super cerewet, super disiplin, plus caranya yang super ngatur dalam kehidupan rumah tangga. Nggak cuma aku dan adikku aja yang kehidupannya di atur oleh Mama, tapi kehidupan Papa akupun juga ikut di atur oleh Mama, sehingga ribut mulut antara Mama dan Papa udah terlalu sering aku lihat dan kesannyapun juga udah biasa sampai sekarang. Artinya aku itu nggak kaget banget kalo ngelihat Mama ngebentak Papa sampe sekarang ini.

Rasa tanggung jawab dan disiplin yang diajarkan Mama dalam kehidupan aku itu menurut aku ato orang lain yang ngelihat bisa dianggap sebagai suatu tindakan kekerasan yang rada kelewatan, ato mungkin istilahnya sekarang yang lebih tepat adalah child abuse, masalahnya nggak jarang mama aku itu mukul aku dengan gagang sapu, rotan ato sapu lidi yang membuat sekujur tubuhku jadi luka karena memar …..

tapi, yang perlu dimengerti adalah aku menerima semua hukuman dari mama tersebut karena akunya yang tidak disiplin, nakal, ato ngelakuin sesuatu tindakan yang udah sepatutnya dihukum, cuma mungkin hukuman yang aku terima itu kesannya sangat berat buat anak seumuran aku.

Jadi kalau aku ditanya apakah aku benci dengan mama aku saat ini? Jawabannya adalah TIDAK …….. karena aku sekarang menjadi orang sebagaimana aku ada dengan segala karakter ato kebiasaan hidup yang menurut aku baik adalah karena didikan mama, cuma mungkin sikap disiplin yang ditanamkan dalam kehidupan aku itu terlampau keras, sehingga akhirnya aku tumbuh menjadi seorang pria yang tidak bisa terbuka / dekat dengan seorang wanita, karena menurut pemikiran / kesan aku terhadap wanita itu adalah seorang diktator, cerewet dan selalu berusaha mengatur kehidupan sang pria menjadi seperti yang diinginkannya.

Setelah dewasa, akupun akhirnya sadar kalau aku menjadi seorang yang LEBIH SUKA menjalin hubungan dengan sesama jenis alias Gay karena aku nggak bisa bersikap terbuka dan menerima kehadiran seorang wanita dalam kehidupan aku. Aku katakan "lebih suka" karena aku sudah mencoba melakukan hubungan sex dengan wanita, dan ternyata aku bisa melakukannya, tapi aku tidak bisa berbagi perasaan aku bersama wanita seperti misalnya curhat, sayang, perhatian, mesra dan sebagainya seperti layaknya seorang pria straight mencurahkan kasih sayangnya kepada wanita yang dicintainya.

Sebelum aku tahu kenapa aku bisa menjadi Gay …….. aku sering menyalahkan diri sendiri, khususnya pemikiran yang ada dalam diri ini, kenapa ….kenapa dan kenapa?

Setelah aku tahu jawabannya kenapa aku bisa menjadi Gay, aku berusaha berdamai dengan diri aku sendiri, memaafkan lingkungan yang membuat aku menjadi Gay khususnya sikap mama dalam mendidik anak anaknya menjadi orang yang sukses dan berguna, serta mulai memotivasi hidup aku yang Gay ini untuk bisa menjadi orang yang berguna bagi orang lain juga khususnya bagi People Like Us ( PLU ), karena dalam hidup ini yang paling penting menurut aku adalah memikirkan BAGAIMANA HIDUP KITA SELANJUTNYA bukan memikirkan KENAPA AKU HARUS HIDUP SEPERTI INI.

Yes, I am gay, so …….. what should I do for being a good Gay as a good people for other people! jadi orang yang berguna bagi orang lain juga khususnya bagi People Like Us ( PLU ), karena dalam hidup ini yang paling penting menurut aku adalah memikirkan BAGAIMANA HIDUP KITA SELANJUTNYA bukan memikirkan KENAPA AKU HARUS HIDUP SEPERTI INI.

Thursday, June 26, 2008

Gay nikah jujur atau egois?


andra basangih wrote:

Beberapa waktu lalu gue kenal ama seseorang. Dia lumayan borju masih muda, punya kerjaan bagus. Dia memang terlahir dari keluarga kaya. Kita berbincang tentang banyak hal tapi lebih cenderung ke hobi, sampai kemudian dia bicara tentang tekadnya untuk menikah dengan bfnya di usia30. Dan sekarang mereka lagi nabung untuk beli rumah. Jujur gue kaget dengan rencana mereka. Saat gue tanya, gimana kalo ortunya marah atau gak ngijinin dengan enteng dia bilang, keluar rumah aja kan udah punya rumah sendiri! Awalnya gue berpikir, gila juga nih anak. Tapi setelah gue tahu kondisi keluarganya yang memang individualis banget gue jadi paham. bayangin aja ama adiknya aja gak pernah ngobrol apalagi curhat, pokoknya dah sama2 cuek.. Saat dia bilang kalo gue munafik karena gue gak mau terbuka, gue sedikit marah juga. Tapi buat apa?

Mungkin dia tidak akan pernah tahu gimana rasanya menyayangi keluarga dan hasrat untuk tidak membuat dia kecewa. Sebagai perbandingan dia mungkin tak pernah tahu gimana orang tuanya berjuang untuk menghidupi keluarga dan membiayayi sekolah karena semua serba ada. Tapi gue yang sedari kecil melihat gimana bokap tiap pagi buta pergi kesawah meskid alam keadaan sakit, terjemur panas matahari dan hujan, atau nyokap gue yang harus bangun jam4 tiap pagi agar gue bisa sarapan jam5.30 sebelum kesekolah? Atau kakak2 gue yang rela tidak bersekolah asal gue aja yang bisa lanjut terus bersekolah dengan harapan bisa memabwa nama baik keluarga? Apa saya bisa tega menghancurkan harapan mereka? Apakah tidak namanya egois kalau kita hanya menuruti kata hati kita tanpa memikirkan perasaan keluarga? Apakah ini sebuah pengorbanan yang berat? Dan apakah ini sudah sepadan dengan pengorbanan mereka? Mungkin saja saya tetap mereka sayangi meski mereka tahu saya Gay

tapi...kekecewaan tentu saja tetap akan membekas di hati mereka..

Ah, tentu saja saya juga ingin bersikap jujur tapi saya lebih memilih melihat orang2 disekeliling saya tetap merasa bahagia.

Semua pilihan tentu saja melalui sebuah pertimbangan menikah atau tidak adalah sebuah pilihan dengan berbagai resiko.

studioworks wrote:

gw mau kasih pendapat dikit yah...

ada sebagian orang yang bisa melakukan itu (keterbukaan) terhadap keluarganya, tapi di bagian lain lebih banyak yang tidak bisa terbuka dengan keluarga, diantaranya yah sebagai pertimbangan untuk kebahagiaan keluarga selama ini dan juga pertimbangan lain yang tidak mungkin tiap orang ungkapkan satu-persatu. ..

saya setuju dengan pendapat kamu yang lebih memilih untuk melihat situasi yang sudah baik dan tidak ingin merusaknya karena ingin pengakuan terhadap keluarga, tapi kita tidak bisa memvonis seseorang dengan kata kalo menikah sesama gay itu egois, dan tidak melihat keadaan keluarga.. dan apabila seseorang itu sdh bisa menata hidupnya dengan lebih baik bila dia menikah mungkin lebih baik , tapi kita jgn menyangkut pautkan karena keadaan /taraf hidup dia lebih baik dan kita tidak... tapi kita lihat dari kebesaran hatinya untuk mengungkapkan jati dirinya kepada keluarganya. . karena mungkin dengan begitu dia merasa lebih nyaman...

mungkin itu saja pendapat saya... kalo gak ada yang berkenan maaf deh...

thnx

Lelaki Apa Adanya wrote:

Untuk rekan studiowork,

harusnya anda tidak bisa menjudge rekan andra yang menilai pendapat temannya (bahkan andra sempat marah) dengan menyangkut pautkan keadaan ekonomi/taraf hidup. Lihat dulu apa yang jadi penyebab dia berkomentar seperti itu. Kalau yg saya lihat ia mengatakan itu lebih untuk mengungkapkan bahwa ia tidak mau mengecewakan keluarganya yang sudah susah payah membesarkannya di sela kesulitan ekonomi, lalu tiba2 ketika ia dewasa mengaku kalau ia gay, dan membuat keluarganya kecewa. Saya rasa itu hal wajar. Sama juga seperti yg saya alami. Mungkin keluarga saya termasuk yang konservatif, sehingga tidak akan pernah bagi saya untuk membuat pengakuan yang akhirnya membuat mereka kecewa. Saya rasa ini bukan masalah egois, munafik, jika kita tidak mau terbuka. Kita juga harus melihat orang2 di sekeliling kita, reaksi mereka seperti apa. Mungkin memang nyaman dan plong bila kita bisa terbuka. Tapi apa kita harus memaksakan diri jika kita tidak mungkin untuk terbuka (misal sama keluarga) dengan niat untuk tidak mengecewakan mereka. Saya lebih memilih tidak nyaman dan munafik selama tidak menyakiti orang-orang yang kita sayangi.

Harusnya kenalannya andra juga jangan mudah menjudge situasi yang berbeda pada tiap orang. Mungkin dia bisa terbuka karena keluargnya memang demokratis atau sebaliknya saking cueknya (hubungan mereka tidak dekat, individualis) sehingga untuk hal2 seperti ini semua diserahkan ke anaknya. Dan anak itu pun dengan entengnya bisa bilang "tinggal pindah rumah" jika diusir. Ia bisa bilang begitu karena sedang dalam kondisi mapan, ada BF (sedang tidak sendiri). Andaikan ia menempatkan diri sebagai orang yang tidak mapan, tidak punya rumah sendiri, sedangkan ia diusir karena telah terbuka? apa mau jadi gelandangan atau jauh dari keluarga yang telah membesarkannya?

Siapapun orangnya harusnya bisa menilai sesuatu dari sudut pandang orang lain, bisa memahami perasaan orang lain.

Tidak semua gay bisa hidup dengan terbuka, bebas mengekspresikan jati dirinya. Meskipun sekarang di Indonesia makin banyak gay yang terbuka, tapi tak dapat dipungkiri beberapa lingkungan baik lingkungan kerja, keluarga dsb belum bisa menerima kaum gay apalagi jika tahu salah satu anggota keluarganya, karyawannya dsb ternyata gay. Bagi yang ingin terbuka silahkan, bagi yang tetap ingin discreet juga pilihan mereka. Jangan mudah menilai munafik, egois atau apapun pada pilihan orang. Jika ingin menilai paling tidak berusaha memilah milah dan berusaha menempatkan posisi kita di posisi orang lain. Biarkan setiap individu hidup dengan opsinya masing masing....

Friday, April 13, 2007

Apakah gue gay atau akan jadi gay?



iv4ndrew wrote:


Hai...salam kenal buat semua, gue Ivan. Gue sengaja nyari milis yang ada kaitannya dengan dunia gay di yahoo group dan gue ketemu milis ini. Gue pengen curhat aja ditempat yang benar yang mungkin bisa memberi sedikit pendapat, saran atau nasehat atas apa yang gue alami.

Gini loh ceritanya, dulu semasa kuliah gue kos. Di belakang tempat kos gue ada cowok yang tinggal sama keluarganya yang akhirnya jadi teman gue dan sering main ke kamar kos gue. Gue nggak tau kenapa, cowok ini baik bangat ama gue, sampai-sampai gue suka dibawain beras, indomie, telur and makanan-makanan lain tanpa sepengetahuan ortunya. Suatu hari badan gue meriang dan tidur seharian. Sorenya dia main ke kos tapi dia belum tau kalau gue sakit. Karena badan gue masih nggak enak, gue tetap tiduran dan dia duduk dekat gue sambil ngobrol. Singkat cerita, dengan cara tertentu dia berhasil oral gue dan itu pertama kali gue rasain. Sebulan kemudian, gue baru ngerti kalau cowok yang suka seperti itu adalah gay/homo. Sejak itu, dia sering mengoral gue dan nggak minta apa-apa sebagai imbalannya. Gue sendiri sebenarnya nggak pengen terus-terusan seperti itu tapi gue nggak enak hati menolak karena kebaikannya selama itu. Akhirnya, suatu saat dia pergi entah kemana sampai gue pindah kos, kami nggak pernah ketemu lagi.

Sejak kejadian itu sampai menikah, gue sama sekali nggak pengen hal itu terulang dan bahkan dalam waktu puluhan tahun setelah kejadian itu gue nggak pernah mikirin hal-hal seperti itu. Gue hidup bahagia dengan keluarga gue.

Masalah baru muncul dua bulan terakhir ini. Gue ngerasa bosan ML dengan istri gue dan susah bangat untuk ereksi. Biasanya hal itu gue atasi dengan cara berfantasi, ML sama cewek yang gue suka atau nonton film porno. Tapi akhir-akhir ini hal itu juga nggak bisa membantu. Justru sesuatu yang aneh dan nggak pernah terjadi sebelumnya yang gue alami, sekarang gue sering berfantasi ML sama cowok dan itu bisa membuat gue cepat ereksi dan bisa nyelesaiin tugas gue. Sering fantasi gue ML ama cowok itu pun liar bangat, bukan hanya dengan satu cowok, cuma nggak enak kalau harus saya ceritain detail di sini. Kadang selagi di kantor pikiran gue pengen merealisasikan fantasi itu tetapi gue bersyukur karena hal itu tidak pernah terjadi sampai detik ini. Selain menahan diri, istri gue juga sangat protektif, kemana-mana harus berdua.

Sekarang gue bingung dan khawatir menghadapi hal itu, kalau ada teman-teman yang mau berbagi tolong berikan pendapat, saran, atau nasehat untuk beberapa hal yang jadi pertanyaan dalam hidup gue.

Apa yang sedang gue alami? Apakah ini normal? Apakah gue gay atau akan menjadi gay? Adakah hubungan antara pengalaman gue waktu kuliah dulu dengan yang gue alami sekarang ini? Kalau "ada", kenapa munculnya setelah hampir sepuluhan tahun? Apakah fantasi-fantasi itu sebaiknya saya lakonin? Detail fantasi yang sering gue alami bisa gue ceritain secara pribadi tapi nggak di milis ini. Kalau fantasi itu gue lakonin, apakah gue akan kecanduan dan jadi gay selamanya? Apakah ini sejenis sindrom yang nantinya akan sembuh melalui terapi khusus? Kalau "ya" terapi apa yang tepat dan adanya dimana?

sevti sujono wrote:

kalau pendapat saya, anda ini tidak termasuk seorang Gay atau homoseksual, yang anda alami hanya akibat dari kejenuhan terhadap aktifitas seks yang rutin dan monoton. Karena untuk digatakan seseorang itu adalah homoseksual atau Gay maka harus ada ketertarikan secara emosi.

Kalau saran saya kendalikan diri anda karena jika anda mencoba-coba melakukan "perselingkuhan" maka akan menimbulkan resiko besar terhadap kestabilan rumah tangga anda sendiri tapi itupun terlepas bagaimana anda memaknai nilai dari keluarga anda sendiri apakah
menjadi priortas atau bukan??

Percayalah pelarian dari kejenuhan seks dengan melakukan "perselingkuhan" hanya akan memberikan kepuasaan sementara seperti orang yang haus meminum air laut tidak akan "TERPUASKAN".

Cobalah membuka dan membuat komunikasi yang baik dengan pasangan anda mengenai masalah ini, sebaikanya di carikan dan dipecahkan masalah ini bersama-sama...bisa saja anda berdua melakukan lagi second honey moon, mencari tempat2 baru berdua, gaya-gaya baru berdua dan juga melakukan berbagai fantasi berdua antara anda dan istri anda;)

Jangan lupa senantiasa berusaha dan berdo'a...Insya Allah, segalanya menjadi lebih mudah...


Queercurious wrote:

Pengalaman seperti yang dialami mas ivan menurut gw adalah pengalaman traumatis. Sehingga, seseorang yang mengalami kejadian tersebut (oral sesama cowo) ngga bisa begitu saja melupakannya. bahkan mungkin ketika kita berpikir kita sudah got over it. tapi ingatan tersebut masih tersimpan di pikiran bawah sadar kita, sehingga sewaktu-waktu bisa muncul kembali.

perasaan yang menghinggapi ivan ketika dia melakukan oral sex dengan cowo itu beberapa kali, memang menyenangkan (kalo ngga seneng, ga mungkin diulangi lagi.. hehe). Tapi sampai pada situasi tersebut, dia masih bisa menentukan pilihan atas kecenderungan seksualnya. bahkan ketika dia sudah menikah, dan kemudian mengalami kebosanan dengan kehidupan sekxnya bersama istri tercinta.

adalah wajar orang mulai berpikir cara apa yang bisa dilakukan supaya bisa kembali merasakan gairah dalam seks. karena pada dasarnya seks itu menyenangkan. termasuk berpikir untuk melakukan kembali dengan cowo.

menentukan orientasi seksual adalah suatu pilihan, tapi bukan merupakan pilihan yang mudah ketika situasi diri dan lingkungan tidak mendukung. Cowo pure straight tentunya akan mati2an menolak berhubungan seks dengan sesama cowo. sama ketika cowo gay, berusaha mati-matian untuk kembali jadi straight.

yang perlu benar-benar dipikirkan adalah konsekuensi dari pilihan tersebut. ketika kita memutuskan untuk hidup sebagai gay undercover. menjalani dua kehidupan berbeda. banyak resiko yang harus dihadapi, demi menikmati layanan dual band (kaya telepon seluler, hehe) tersebut.

dan jika memilih untuk tidak mengambil resiko itu, dan berusaha kembali straight, tantangan juga ngga akan begitu saja lepas dari tangan kita. maka disinilah dibutuhkan campur tangan orang lain untuk membantu. orang yang paham dengan kondisi kejiwaan kita, dan bisa bersikap netral mengenai hal itu. di sini kita membutuhkan psikolog, atau mungkin psikiater, untuk melakukan konseling dan terapi.

jadi bukan soal apakah gay itu penyakit atau bukan, tapi dari kesiapan kita untuk menjalani suatu pilihan.

sebenernya gw pengen banget kalo ada ahli kejiwaan, dan kesehatan yang bisa ikut nimbrung di queercurious.blogspot.com supaya bisa memberikan banyak masukan buat kita semua..

i'm still searching

Friday, March 30, 2007

Ternyata Nagabonar Jadi 2 itu bagus banget....



SUPERmanReturn wrote:


wah semalam nonton nagabonar juga ya.
aq juga dateng ke premirenya.
iya emang nagabonar keren bgt. tadi aq nonton di infotainment kata Dedy miswar, film ini adalah film yang tidak ada satupun potongan sensor dari badan sensor film. BRAVO.

dan kebetulan gw juga nonton behind the scenenya di SCTV hari minggu mlm, disitu disebutkan katanya film ini sudah di rancang sejak ASRUL SANI itu masih hidup, itu berarti persiapannya sudah sejak beberapa tahun yang lalu.

dan gw salut ama semua pemainnya. GW suka Akting TOra di film ini. OKS BGT. mungkin ini aktingnya dia yang paling OKS dari film2 terdahulunya. untuk lukman, gw salut bisa berubah dan melepas image brutalnya di film ini menjadi sosok yang alim dan baik2. untuk Darius, aktingnya OKS bgt dan ini juga akting paling oks nya dia. Untuk Uli selamat ya.... ini film pertama ya? tapi ngak mengecewakan. Untuk Mike.... wah aktingnya makin mateng aja ya. sejak dulu di Virgin, Detik Terakhir dan skrg di Nagabonar, aktingnya terus meningkat. oh ya menurut berita di kapoan lagi katanya MIKE sempat harus Diet agar terlihat lebih kurus bwt film ini ya. wah salut ya....

tapi saya kecewa dengan satu2nya pemeran cewek di film ini. karakter nya wulan guritno kurang, saya liat dia kurang pas untuk memerankan karakter dalam film nagabonar. klo ekspestasi saya harusnya si Luna Maya atau cwek yang pernah main di berbagj suami, klo ngak salah namanya ada sarumpaet2 gitu.

tapi secara keseluruhan film ini OKS bgt. Ngak rugi nontonnya. BSk rencananya saya mau nonton lagi. abis lucu bgt sampai2 semua pengunjung ketawa lepas dan sayapun ketawa sampai mengeluar kan air mata dan perut saya sampai sakit. sukses bwt nagabonar jadi 2


dari Hasil premier Nagabonar Jadi 2 yang dibintangi oleh Dedi Mizwar, Tora Sudiro dan wulan guritno hasil nya sangat memuaskan deh
Barvo deh untuk perfilman Indonesia

The Queer and The Curious wrote:

huehehehe...
gw juga nonton

Deddy mizwar maennya keren banget!!
top banget deh...
gw yakin nih bisa menang beberapa piala di perhitungan film nasional

yang musti digarisbawahi soal kehebatan film ini buat gw adalah..

  1. ramuan jalan ceritanya
    tokoh dan cerita yang muncul bisa berjalan tanpa ada unsur memaksa. well okay mungkin banci di club atau mrs. perez itu yang selonong boy, tapi itu spicenya, bukan??

  2. karakter tokohnya
    karakter-karakternya kuat banget. gw sih rada bertanya-tanya soal tora, apa emang di skenarionya bonaga emang digambarkan sebagai lost boy yang plin-plan sehingga keliatan konyol seperti keseharian dia di extravaganza, atau mungkin seharusnya dia punya karakter lebih keras, tough, tapi ga bisa dicapainya.

    kalo soal monita (wulan guritno), sebagai rekan kerja tora, sekaligus gebetan tora, she's such a plain woman. girl with no action, no life.. hihhihi. bener-bener miss ja'im sejati. well yeah rada empty sih.. but at least lebih pas daripada nadine di realita cinta dan rock n roll.

    juga tangan kanan bonaga yang tampil bodoh. (selalu ada karakter bloon dalam setiap film). tapi di sini porsinya pas banget. ga berlebihan. ga tergambar kaya si blo'on (lupa namanya) di film ada apa dengan cinta yang memaksa orang untuk menyukainya karena tulalit.

  3. Setting dan sinematography
    settingnya ngga neko-neko. ngga banyak pernak-pernik. mungkin sesuai ama setting eksmud-eksmud yang demen ama hal yang sifatnya minimalis. jadi kerasa pas banget. dan juga susut-susut pengambilan gambar, keliatan banget tujuan yang pengen dicapai. meski mungkin ada standar lebih tinggi seharusnya.

  4. Pesan ceritanya
    hari gini siapa sih yang ngomongin soal wawasan kebangsaan?? hahahaha... dan nagabonar berhasil mengingatkan kembali akan hal itu tanpa sekali lagi, memaksa. bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa para pahlawannya.

    juga soal cinta. cinta itu universal. rasa cinta pada pahlawan, rasa cinta pada orang yang sudah meninggalkan kita, rasa cinta pada lawan jenis, rasa cinta ayah dengan anak. butuh berapa banyak cinta lagi yang musti diungkapkan dalam satu film. huehehe... sekeras-kerasnya watak si nagabonar, tapi dia ngga mengalami keslulitan dalam mengeksepresikan perasaannya pada anaknya. dan menunjukkan hal itu pada orang lain. itu yang jadi pertanyaan, kenapa justru bonaga mengalami kesulitan ketika harus mengekspresikan perasaannya pada teman wanitanya. i think ur father taught u enough about love.


over all, but i wont put this on the lists. gaya film ini bener-bener kerasa 90'an banget. jadi inget lelucon-lelucon di jamannya warkop dki masih berjaya, atau film-film yang dibintangi rey sahetapy. hehehee.. bener-bener nunjukin jaman keemasan film indonesia banget.

yeah well... semoga mashkota emas itu, singgah di film ini juga..


visit the official site: http://www.nagabonar2.com/

Friday, March 16, 2007

Why he has to be married




ryantofriend wrote:


Dear All,
Gw minta saran aja dari temen2 smua.......
Gw punya BF dan gw dah jalan hampir 3 tahun. Dan diantara kita memang sudah dekat bgt.....
dan takut kehilangan satu sama yang lainnya!

btw, sebelumnya dia punya history, punya cewe, dan dah jalan 6 tahun ma cewe itu! Dia jalan ma cewe itu hanya sebagai "topeng" atw "kamuflase" biasa buat di depan keluarga dan lingkungan teman2 nya!

Dan setelah dia kenal gw, trus kita jadian dan komitmen! Gw kasih dia choice pilih gw atau tuch cewe!! Dan dia lebih pilih gw& putusin tuch cewe!

Memang kacian tuch cewe.... merasa dibohongin selama 6 tahun!
So waktu berjalan, keluarganya sudah mulai curiga dengan kehadiran, dan kedekatan gw ma BF gw!

Mungkin namanya bunga (bukan bangkai), walau diumpetin dimana aja tetap wangi....... . Dan akhirnya tercium juga hubungan kita oleh keluarganya.
Sekarang ini, dia malah mau dikawini ma tuch cewe yang mantannya yang dulu!!
Dia tetep ga mau, dan ingin banget kabur....... ..
Nah...gw bingung gw sebagai BF nya harus bagaimana??
Gw juga kalo dia mo married, gw iklas...tapi dia gak mau!!!!!
Tolong yang bro......... Thx

DeddyO wrote:

sarankan bf mu untuk membuat "kesepakatan" dgn cewe itu...
bilang mau kawin sama dia tetapi tetap boleh berhubungan sama kamu....

kesepakatan tsb harus termasuk apakah kawinnya itu akan membuahkan anak atau tidak...
kalau jawaban iya bf harus berjanji bahwa bf akan mengurus dia dan anak secara baik...

dgn demikian, bf akan menyenangkan orang tuanya, juga memberikan sesuatu yang berarti pada ceweknya dan tetap tidak lepas darimu...

Dunia memang bisa kejam...tetapi juga bisa memberikan tempat yang nyaman bagi penghuninya yang berusaha untuk mencari jalan yang terbaik

(If not.......things can get worse and everybody gets....nothing)

Monday, January 29, 2007

24 Menit Sebelum Richard Menghembuskan Nafas Terakhir, AIDS!



Aa Uwi wrote:

aku bukan lah seorg aktifis AIDS, aku hanya seorang PLU yg mempunyai seorg sepupu yg meninggal karena AIDS bulan lalu. sebelumnya mama ku pernah mengatakan kalo sepupuku richard berobat ke singapore karena infeksi lambung. tapi saat aku mengantarkan mama ku menjenguknya di RS, yg kulihat phisically ciri tubuhnya yug sudah mulai lemah bukan karena infeksi lambung, tapi gejala AIDS......

mama membantah ku, mengatakan agar aku tidak sembarangan ngomong. ternyata ortunya Richard baru tau richard sekarat karena penyakit yg mematikan itu baru 5 bln yg lalu setelah dokter memberikan keterangan pada ortunya. tapi RICHARD meminta agar jgn diberitahukan kepada siapapun.

25 desember 06,
richard, seusai pulang dari kebaktian di gereja pada malam natal. aku melihat banyak sahabat2 nya sudah berkumpul di halaman kebun belakang rumahnya. ada apa dengan richard? oh... lega, ternyata mereka membuat acara pertukaran kado yg biasanya tidak pernah dirayakan richard dengan sebegitu meriah. dari mata richard, ku dapati senyumnya yg dipaksakan, dibalik menahan rasa sakit yg menerjang seluruh urat sarafnya.
26 desember 06, pukul 03.00 dini hari
waktu itu, aku dipanggil keluar oleh salah seorg teman richard utk menggeser mobil yg kuparkir menutupi jalan keluar ditepi gerbang. dan waktu aku kembali ke kebun belakang, ternyata udah sepi, lalu aku masuk kedalam rumah, kudapati richard sudah terbaring di sofa ruang tamu, dan teman2nya berdiri mengelilingi ric dengan muka penuh kecemasan. aku mendekati richard, sambil mengusap keningnya,

richard hanya tersenyum, tampak dengan wajah ke ikhlasannya menunggu ajal menjemputnya.
dia lemah, tak berbicara, hanya ekspresi penuh senyum melihat sahabat2 disekelilingnya. richard memberi ku pesan tertulis, 2 lbr kertas yg terselip disebuah buku agenda kecil. Ric memberi isyarat dengan bahasa tubuh agar aku membacanya.

24 MENIT SEBELUM RICHARD MENGHEMBUSKAN NAFAS TERAKHIRNYA.... (DI SALIN DARI PESAN TERTULIS RICHARD) :

Genegleas - singapore, 18 april 06

hari ini, bukan hari kematian ku.
hari ini, selagi ku mampu,
ku tulis pesan2 ku agar dikemudian hari nanti,
disaat aku sudah tak mampu lagi berbicara n nafas ku lemah,
pesan ini dapat mengiringi ku dengan tenang sebelum aku menghembuskan nafas terakhir ku.

papa, mama dan seluruh keluarga, sahabat dan teman2 yg ku cintai.
Ric minta maaf karena selama ini sudah menutupi kalo Ric
mengidap HIV + sejak 6 tahun yg lalu.
Ric baru tahu setelah 2,5 tahun atas saran instruktur
aerobic ric utk melakukkankan test HIV di perak - malaysia.
Ric tidak mampu menerima kenyataan ini,
karena harus hidup dalam kebohongan dan segala kekurangan fisik yg tak mungkin lagi ditutupi.
namun ric tetap bertahan utk tidak mengecewakan mama dan papa.

Dulu Ric punya prestasi bagus, Ric mempunyai segudang prestasi
olah raga di campus, Ric sudah membuat mama dan papa bangga saat
itu, mama pernah mengatakan sangat bangga melihat wajah ku sering
muncul di majalah2 di luar negeri sebagai model cover.
tapi kini, kebanggaan itu sesungguhnya adalah milik Eric,
Eric lah yg harus berbangga, bangga memiliki mama dan papa bisa menerima eric ketika mengetahui kalo eric seorg gay. thn lalu ric kembali ke rumah, membawa sejuta kesedihan setelah teman2 Ric di Malaysia mengucilkan Ric karena HIV yg bersarang di tubuh Ric dan sampai kondisi ku yg sebenarnya tak bisa kututupi lagi. Mama dan papa tetap berusaha memberiku semangat utk bertahan hidup meski aku tau bagaimana sedihnya mama juga papa mengetahui Richard tinggal menunggu ajal.

Sebelum Ric pergi, izinkan Ric memberikan pesan terakhir...
jgn pernah tidak mengindahkan resiko mematikan ini karena kenikmatan sesaat. aku sakit bukan karena penyakit, tapi yg paling menyakitkan adalah melihat papa dan mama menangis karena kondisi ku yg lemah, sakit karena selama menekuni profesiku di malaysia, semua teman2, sahabat2 ku serentak menjauhi ku. tapi inilah jalan hidup ku, aku harus pergi tanpa di beri kesempatan utk memilih,

aku juga minta kepada teman2 ku yg pernah berhubungan dekat dengan Richard, segeralah periksakan diri. Ric bukan bermaksud jahat, Ric baru 2 thn yg lalu tau kalo ric telah mengidap HIV sejak 4 thn sebelumnya. tapi sungguh Ric tidak tau, karena saat itu belum ada gejala pada
tubuh Eric sampai 2,5 thn yg lalu ric melakukkan test.

dan Eric sangat berharap dengan nafas terakhir eric memohon, agar teman2 jgn pernah menjauhi dan mengucilkan org2 seperti Eric. kadang tubuh kami sakit dan masa hidup kami menjadi lebih singkat, bukan karena penyakit mematikan ini, tapi karena kami harus menahan sakit karena orang2 yg kami sayangi, menjauh dan tidak pernah mau mengerti kesunyian hati kami. orang mencibir, mengucilkan Eric dan bahkan mengucilkan keluarga Eric.

( belum habis aku membacakan isi pesan Eric di hadapan orang2 yang berkumpul di ruangan itu, tiba2 mama eric menangis dan memeluk Richard yg telah menghembuskan nafasnya)

ya, Juan Richard Salim, telah pergi...........


########

teman - teman undercover,
aku melihat dan merasakan detik2 yg menyayat hati malam natal dini hari itu. aku sungguh kaget, hubungan ku dengan Richard sebenarnya tidak terlalu dekat, kami dekat waktu masa kami remaja, dulu setiap minggu kami sering bertemu di rumah nenek, kami sering pergi mancing di sungai, setelah itu kami mandi bareng berbugil ria, tapi aku sekarang baru sadar mengapa masa itu Eric sangat suka memperhatikan mas Eko ( supir pribadi )yg juga suka mandi bugil bareng kami di tepi sungai sebelum mengantar kami kembali ke rumah nenek. hm... richard, aku sungguh kaget karena Richard sendiri jg adalah seorang PLU, aku masih ingat waktu thn 2001 aku mengunjungi Richard di Kuala Lumpur, seusai kami Gym di apartmentnya,
habis mandi dan aku bugil keluar dari toilet, dia menarik tangan ku dan massage seluruh tubuh aku, karena dia mengaku sedang mempelajari massage di tempat yoga. aku nurut saja, tapi tentu aku menjaga agar jgn sampe ketahuan siapa aku sebenarnya.

sejak dia menamatkan bangsu SLTP, kami sudah jarang bertemu. namun aku sangat berterima kasih kepadanya, semasa dia menekuni karier catwalk dan modelling di Malaysia, dialah yg menjaga ke dua adik ku yg kebetulan juga skul di sana.

aku jadi bertanya-tanya, mungkin aku juga sudah mengidap HIV, hanya saja aku belum tau karena gejala nya baru akan muncul setelah menjadi AIDS. tapi syukurlah dan Thanks Richard,
sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, dgn segenap kekuatan yg masih tersisa, dia masih berusaha menyadarkan org2 seperti kami yg tidak tau diri. aku sangat gugup waktu minggu lalu aku mengambil hasil test ku yg ternyata hasilnya HIV negatif. thank GOD! jika aku terus melakukkan petualanganku, mungkin suatu ketika aku akan bernasib sama dengan Richard. setelah Richard pergi, teman2 Richard banyak yg melakukkan test HIV, karena sedikit ku dengar beberapa teman yg datang pada malam natal itu. adalah teman sesama PLU yg pernah melakukkan hubungan intim dengan Richard sebelum Richard menyadari dirinya telah mengidap HIV +.

teman2 undercover,
story nyata di atas tadi, adalah sebuah hikmah penting yg kusaksikan dgn mata kepala ku sendiri.
dan selama ini, apakah teman2 pernah bertanya pada diri sendiri :
  1. apakah tidak mungkin kalo tanpa di sadari, saat ini pun sebenarnya didalam tubuh kita sudah mengidap HIV + ?
  2. apakah selama ini bukan tidak mungkin kita sudah mengidap HIV + dan tanpa disengaja telah menyebarkan HIV ke pasangan intim kita?
  3. apakah kita pernah mengucilkan dan menjauhi mereka penderita HIV + seperti mayat hidup di tengah masyarakat yg harus melewati hari
penuh dengan kepedihan dan kesakitan?

aku berharap dengan email ku yg panjang ini dapat menggugah perasaan dan kesadaran teman2 semua, bahwa cinta adalah hubungan yg universal, tumbuhkan rasa cinta itu selagi kita mampu dan bisa, dengan menyadari bahaya HIV dan memberikan cinta dalam kondisi apapun kepada penderita HIV + / AIDS. sebab penderitaan akibat AIDS bukan hanya dirasakan si penderita,
tapi juga keluarga dan saudaranya. maka berikan mereka ruang dan waktu yg lebih panjang untuk menikmati secerca harapan didalam penantian ajalnya.

Taufik Hidayat wrote:

Hmm,
Kita semua adalah aktifis AIDS, Sekalimat kata yang kita ucapkan pada teman kita: "Sebaiknya hindari ML sebelum menikah", atau "Setia lah pada satu pangan tetapmu", atau "Jangan lupa pakai kondom dan pelicin berbahan dasar air ya" adalah cukup untuk mengangkat diri anda menjadi seorang aktifis. Apalagi jika anda menangis sedih jika anda sampai tidak bisa menyelamatkan orang yang suspect (spt flu burung) pengidap AIDS..

Dan seorang aktifis sejati adalah sukarelawan yang bersedia bekerja demi kemanusiaan dari pencegahan tertular HIV sampai penanganan jenazah pengidap AIDS (jika tidak ada yang mau menanganinya). :) Saya percaya, banyak dari kita.. jangankan mbungkusi mayat pakai kain kafan, melihat bentuk mayat yang terbungkus kafan aja gak berani ya. Its okay2 ajah -itu sangat manusiawi. Takut liat orang mati, tapi kita sendiri sering gak ingat kalo kita akan berbentuk seperti itu kelak kalo mati.

Saya ikut prihatin! Tapi, yang jadi pertanyaan saya: Apa yang Richard lakukan sejak 2,5 tahun lalu, sejak dia pertama kali tau kalo udah positif HIV? 2,5 taun adalah waktu yang cukup lama untuk melakukan konsultasi dan terapi2 pengobatan HIV.

Saya sedih, satu lagi PLU yang meninggal muda gara2 tidak ada keterbukaan tentang penyakitnya... Padahal seandainya dia terbuka tentang penyakitnya.. dengan segenap usaha dan optimisme kemungkinan besar sekarang si Richard masih hidup dan tetap berbugil ria (¿?) :)

Hidup mati di tangan Tuhan, tapi manusia harus berusaha untuk tetap survive. Untuk teman-teman yang lain: Jangan putus asa, harapan besar untuk sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasa terbuka lebar jika kita mau terbuka dan merenung bahwa jika kita masih diberi umur panjang, maka kita bisa melakukan hal yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk semua orang.

Banyak macam terapi untuk pengidap, dari yang sangat medik sampai pake ramu2an dan jamu2an tradisonal. Dari terapi psikologi sampai terapi "tetap tersenyum walau ajal sudah menjemput'. Semua saling menunjang, dan saya melihat sendiri banyak yang bisa berumur panjang bertahun2 dan belasan taun karena rajin terapi dan disiplin.

Masalahnya adalah, maukah anda terbuka dengan orang yang tepat dan bersedia berjalan bersama dengan teman2 yang peduli dengan anda? Teman yang tepat adalah pelita anda dalam kegelapan, dimana anda meraba2 dalam ketidak pastian. Temukan itu, dan jangan patah semangat!!! Jangan mau mati muda padahal anda bisa menghindarinya!!

(ih gw kok jadi galak) merdeka!

To Rudyanto: saya ikut berduka atas kehilangan teman anda.

Wednesday, January 10, 2007

Ayahku Astuti



Rozy Setya wrote:

Dear all,

menonton film "ayahku astuti" tadi malam di RCTI benar2 menggugah perasaan saya.Tentang seorang pria yang percaya bahwa menjadi Waria adalah takdir hidup, bukan pilihan hidup. Astuti, demikian nama warianya adalah anak tunggal yang demi ibunya yg ingin anaknya hidup secara normal rela untuk menikahi seorang gadis dan memutuskan hubungannya dengan pacar prianya.

Banyak hikmah positif yang dapat kita ambil dari film ini, tentu saja dari sudut pandang PLU, bagi kaum straight malah mungkin kebanyakan sisi negatif yg muncul, hal ini yang sangat saya sayangkan, karena keberanian media sekarang mengemukakan cerita marginal justru tampa disadari semakin menyudutkan kehidupan marginal itu sendiri.Bagaimana mungkin kaum straight dapat mengerti apalagi menerima prilaku astuti yang harus menenggak minuman keras terlebih dahulu ketika berhubungan dengan istri, bagaimana mungkin kaum straight bisa menerima kelakuan astuti yang kelayapan dan mulai mencetuskan diri dengan berpakaian wanita justru pada saat sang istri berjuang mati2an melahirkan sang anak, mengapa astuti harus mendatangi istrinya dengan berpakaian perempuan justru pada saat istri dalam keadaan lemah sehabis melahirkan?dan bagaimana mungkin astuti berani menerima kedatangan mantan pacarnya dan berpelukan mesra dirumah nya sendiri, bahkan didepan mata sang
istri?bodoh sekali!hal ini justru membuat kamun straight menganggap astuti adalah sosok yang kejam dan tidak berperasaan sama sekali, tapi khusus kasus yg trakhir jadi termaafkan dengan acting dina lorenza (yang sangat cantik nyaris seperti dewi!) dan mathias muchus (acting tentu tidak diragukan lagi)pada saat dina merobek2 foto astuti dengan pacarnya dan berteriak bahwa dia telah ditipu selama ini.

ironis memang, pada saat bersamaan pilihan yang ada hanya akan menyakiti semua pihak, sekalipun astuti berniat untuk belajar mencintai maya (Dina) tapi astuti juga tak mungkin menipu dirinya sendiri.

seperti halnya film indonesia yang lain, tentu banyak hal yang tidak mungkin dan tidak masuk di akal, kok bisa seorang astuti dari keluarga berada dan kebetulan anak tunggal bisa secepat itu hidup melarat?kenapa astuti begitu rapuh dan nyaris seperti tidak mempunyai teman/pacar? bahkan hingga 23 tahun?mengapa scene astuti pada saat berhias selalu saja dalam keadaan sedih?pada faktanya justru seharusnya astuti tersenyum puas ketika berhias sesuai dengan pengetahuan atau prilaku kita selama ini:)

lepas dari itu semua, acting mathias dan dina patut diacungi jempol, dan kelebihan film ini yg menurut saya paling menonjol adalah keberanian untuk menampilkan sosok waria yang tidak melulu harus lucu, hina, berdosa, taubat, prilaku sex rendah dan macem2 seperti sinetron2 selama ini.juga make up mathias yang tidak menor walau menurut saya mathias salah wig, wig tersebut justru malah membuat dia seperti nenek2! ada juga satu hal kecil tapi menurut saya adalah peran penting yaitu seorang anak yang mengamen dengan lagu berbahasa Aceh (ada yg tau lagu itu?ada MP3nya ga?kirim dunk!)

Kembali ke atas, sisi (mungkin) positif yang kita dapat dari film ini adalah bagaimana kita harus dan harus kembali mengkaji ulang tentang pernikahan dengan perempuan... .apalagi sampai mempunyai anak, apakah kita pernah berpikir jauh kedepan terlebih dahulu ketimbang harus membahagiakan orang banyak sekaligus juga akan mengorbankan orang banyak, pernahkah kita berpikir bahwa hidup yang demikian akan menjanjikan kebahagiaan? saya sendiri belum tau, toh saya juga belum menikah dan belum kepikiran menikah, tetapi, sedikit banyaknya kisah dalam film tersebut pasti pernah atau akan dialami oleh PLU yang menikah.keberanian astuti untuk menunjukkan jati dirinya dalam waktu relatif singkat adalah satu kelebihan dan keberanian astuti, saya tak bisa membayangkan bagaimana PLU yang bertahun, belasan tahun, bahkan puluhan tahun harus mengalami hidup dalam kepura2an, ketakutan, sembunyi2, yang pada intinya adalah penderitaan yang dengan terpaksa hanya bisa disembunyikan
dan dipendam sendiri!banyak yang tidak tahan, hingga akhirnya memilih untuk lepas daripada harus menjadi "Om senang" yang tidak bebas dengan mengorbankan kehidupan orang2 terdekat yang notabene adalah lingkungan ciptaannya sendiri!EGOIS! !!

ada scene dalam film tersebut yang diucapkan oleh dina bahwa dirinya telah ditipu!benarkah? benarkah PLU yang menikah secara tidak langsung telah menipu orang2 yang menyayanginya? bagaimana perasaan perempuan apabila kita empati menghadapi penipuan tersebut?dan bagaimana pula ketika hal itu terbongkar setelah bertahun2??? alangkah menyedihkan. .....saya bahkan ga berani membayangkan, saya jadi setuju langkah Dina untuk melarikan anaknya pergi demi melindungi sang anak dari kehancuran hati seperti halnya yang dina sendiri alami.
saya bingung,.... .....saya sendiri tidak tau harus melangkah kemana...hanya satu hal yang saya tau....

SAYA TIDAK MAU MENJALANI HIDUP SEPERTI YANG DIALAMI ASTUTI!

Salam!


i wrote:

humm... yepp
kebanyakan selalu diceritakan gay / banci yang menderita
mungkin karena itu satu2nya pendekatan pada masyarakat awam
untuk bisa memahami kehidupan PLU

orang indonesia lebih mudah dipengaruhi
dengan memasukkan unsur ketertindasan
liat aja sinetron ngetop jaman skg, apalagi buku harian nadia (begitu bukan sih judulnya)

tapi ngga juga siy...

dalam beberapa serial bajaj bajuri
kaum waria, bisa berteman dengan oneng
trus mas gay yang bikin masalah di rumah si utjup, meski di sana digambarkan psiko, mereka baik-baik saja

trus si emon, yang berteman baik dengan mas boy

untuk selalu ngelihat kehiduoan gay kaya di serial TV dan layar lebar seperti arisan
dimana gay ditampilkan sebagai cowo ideal yang bahkan cewe2 pun ngiler
badan bagus, tajir, sukses, ...

hummm..
dengan pembentukan stereotype seperti itu
gw pikir justru ngga akan mendidik masyarakat untuk melihat realita kehidupan gay
malah menjual mimpi untuk PLU

memperlihatkan, kehidupan gay ideal seperti ini loh...
musti punya / menjadi cowo cakep, badan bagus, tajir, sukses, saling mencintai

terus akhirnya secara ngga sadar gw jadi berpikir
benarkah di situ letak kebahagiaan menjadi gay??

apakah ini berarti untuk gay yang biasa-biasa aja
yang ga punya pekerjaan tapi mimpi bisa jadi presenter kondang
yang disingkirkan dari lingkungan, dan menghabiskan waktunya buat chatting online
yang ga punya tampang dan selalu tersingkirkan kalo udah ajang trade pic di mIRC
yang keliatan menor banget meski udah berusaha berdandan a la kridsayanti

ngga ada kesempatan untuk memperoleh kebahagiaan? ?...

( i took a deep breath )

tapi tenang aja..
boleh jadi sebagian PLU memimpikan pasangan ideal seperti di arisan
atau mempunyai ambisi besar mengalahkan indra bekti dan ivan gunawan sekaligus

semuanya tergantung pada masing-masing
untuk mengingatkan diri sendiri
i have what i got.. and i'll make cherish to it
syukuri apa yang udah kita miliki

Tuesday, January 9, 2007

finally, there's love



Roy Mahendra wrote:


Dear all,

Gue sepakat kalo ada yg bilang jangan2 terburu-buru.
Segala sesuatu ada waktunya.
Dulu juga akau ngalami hal yg sama
sampe stress berat dan pengen bunuh diri segala.
Jadi langganan psikiater bahkan gonta ganti psikiater
Para psikiater pun beda-2 pendapat.
Ada yg bilang terima dirimu apa adanya.
Ada yg bilang harus kamu berubah karena menurut mereka, ini bukan genitas sebab secara fisik, saya benar2 laki- bahkan seluruh tubuh dipenuhi bulu ( Teman-2 yg suka becanda bilang "masih belum jauh dari saudara tua" hehehehehe

Usia merambat 30 thn, semua bertanya kapan aku married.
Untungnya aku anak lelaki tertua dan bokap sudah duluan dipanggil Tuhan.
Semua bisa ngerti kalo aku harus support adik-2 selesaikan kuliah dulu.
Waktu aku 34 tahun adik-2 dah kelar kuliah. Pertanyaan yg sama muncul kembali.

Jangan ditanya perihnya hati ini. Bagaimana mungkin menikah, aku tidak tertarik sedikit pun pada wanita. Meski bintang film telanjang didepanku, aku sama sekali tidak tergugah. Tapi jangan ditanya kalau itu pria muda, tinggi, langsing, putih, apalagi handsome. Ini jantung berdebar-2 seperti mau copot rasanya.

Ketika usia terus merambat, tidak ada yg tanya-2 lagi dikeluarga. Beruntung aku yg tertua laki-2 sehingga mungkin pada sungkan nanya apalagi pas aku usia 36, nyokap juga dipanggil Tuhan. Sepertinya semua bakal memaklumi bahwa saya tidak akan menikah lagi karena sudah kelamaan ngejomblo.

Kemudian keajaiban itu datang, ketika usiaku 37 tahun lebih, aku begitu ingin menikah. Padahal keluarga tidak ada lagi yg nanya tentang hal tsb. Bukan pula karena paksaan lingkungan karena beberapa teman baikku baik ce maupun co straight ada yg belum married diatas usia 40 thn. Akhirnya aku bertemu ponakan jauhku, aku benar-2 dibuatnya jatuh cinta. Dia 17 tahun lebih muda dariku. Meski tidak muda lagi, aku benar-2 jatuh cinta seperti ABG dan hari-2ku dipenuhi keindahan, aku menjadi lebih bergairah dalam hidup ini. Hanya saja, aku bingung bagaimana menyampaikannya ke keluarga besarku, karena dia masih terhitung keponakanku meski keponakan jauh

Sampai suatu ketika aku harus pulang kampung untuk selamatan setahun wafatnya ibuku. Aku bertemu dengan sepupu jauhku ( Meski masih sepupu, secara adat kami memang diperbolehkan menikah ). Kemudian saya memutuskan baik-2 hubungan dengan keponakanku. Untungnya dia juga bisa mengerti karena dia bingung juga gimana memberi tahu ortunya. Akhirnya setelah pacaran jarak jauh selama 10 bulan dengan sepupuku itu, kami pun resmi menikah. Ketika menikah usiaku jalan 39 dan isteriku jalan 24 thn.

Aku sangat bersyukur pada Tuhan, karena aku yg dulunya tidak pernah berpikir untuk menikah, bisa melalui malam pertama dengan mulus. Dia masih perawan, sementara aku sudah berkali-2 jatuh kedalam pelukan maupun memeluk lelaki lain sebelumnya. Kini kami telah mempunyai sepasang putera puteri. Harus kuakui karena perbedaan usia yg 15 tahun, seringkali ada gap pemikiran diantara kami. Aku anggap saja itu sebagai resiko menikah dengan seorang gadis yg jauh lebih muda.

Jadi buat rekan-2 undy yg masih gamang, hidup ngalir saja, flow like water. Kita tidak pernah tahu apa yg terjadi di depan. Jangan terlalu kuatir dalam hidup ini, segala sesuatu adanya waktunya dan segala sesuatu "happened for a reason".

Aku memang tidak patut dijadikan teladan karena sampai dengan detik ini masih saja menyukai lelaki lain. Tapi paling tidak aku tidak perlu lagi ke psikiater dan tidak perlu lagi obat anti depresan. Untuk itu aku sangat mengucap syukur kepada Tuhan. Semoga ada manfaatnya buat rekan-2 undy yg lain. Kalau ada kata-2 yg kurang berkenan, saya mohon maaf yg sebesar-besarnya.

Salam jabat erat/Roy

Monday, January 8, 2007

Strategi dalam keluarga



Igor BP26 wrote:

Welcome to our world!
Ini lah realita kehidupan Gay Undercover macam kita ini

Di depan keluarga kita berusaha sekuat tenaga menutupi apa yg ada di hati
pake topeng setebal yg kita mampu agar org lain tak bisa melihat keaslian wajah kita

Yg bikin gue bisa bertahan adalah :
  1. Mencoba menghindari berkumpul dgn pihak keluarga terlalu sering

  2. Selalu keliatan bahagia dengan keadaan skrg, tpi dgn tidak memaksakan keadaan

  3. Setiap malam sebelum tidur terbuai sambil memeluk pasangan gue, gue bersyukur atas segala rahmat TUHAN yg udah gue terima hari ini, kemarin & akan datang. Terutama bersyukur krn ada pasangan gue di sebelah gue

  4. Mencoba mendekatkan pihak keluarga dengan pasangan gue. Tentu saja dgn gaya sebagai teman dekat, bukan mengaku di depan mereka bahwa dia adalah pasangan gue

  5. Utk saat ini gue masih bisa mengelak & selalu sukses utk ngebahas soal pernikahan cuek aja, dgn gaya masa bodoh, akhir nya pihak keluarga gue yg bete sama gue krn pertanyaan & tekanan mrk utk gue menikah bisa gue patahkan dan bahkan membuat mereka sebal !!

Salute buat gue
ha ha ha ha ha

Sunday, January 7, 2007

keluarga dan pilihan gw



wicaksono_irawan wrote:

semalem keluarga gw ngumpul, ga ada acara apa2 seh, cuma kebetulan aja smua pada ada, komplit. tapi anehnya serame itu dirumah gw ngerasa sendirian. kenapa? karna 4 org sodara2 gw,mulai dari kakak ampe adek gw ada dirumah dengan pasangan masing2.gw 5 bersodara, smua cwo. gw anak ke-3.1 kakak gw dah merit,satu lg blom. 2 adek gw dah pada punya
pacar.

semua ngumpul diruang keluarga, crita2, ktawa2, pokoknya rame bgt. gw masih ngerasa rame, ampe tau2 kakak ipar gw nyeletuk. ;wah enak ya ngumpul kayak gini apalagi kalo lo punya pacar jg (yg dia maksud itu gw).smua ngiyain.gubrak! !. iya ya,coba gw punya pacar.

Sebenernya gw punya, tapi dia cwo dan gw cwo, jauh lagi. aduh sedih bgt gw malem itu. lagi2 gw nyalahin tuhan gw, sering bgt gw marah sama DIA karna nyiptain gw begini.jadi Gay. Gay bukan pilihan tapi takdir gw rasa. sebab gw ga pernah milih jadi G.tahun ini gw 26, tapi ampe
sekarang gw blom pernah bawa pacar kerumah, ngenalin ma keluarga gw layaknya sodara2 gw yg laen.

sumpah gw ngerasa sendiri bgt. ampe malemnya, pas smua pulang,gw cuma bisa nangis, karna gw ngerasa sedih, ngerasa sendirian. pengen telp BF gw tapi udah larut bgt, takut ganggu dan takut istrinya nanya. (gw punya BF yg udah berkeluarga dan dia diluar kota). mau curhat ga tau mau kemana. lengkap sudah penderitaan gw.

bintang_ga wrote:

Wah.. kita kok "sedikit" sama ya.. gua juga anak ke 3.. abang gua yang nomer 1 dan married, abang yang kedua siap2 married... dan adek gua dah punya pacar...

huhuhuhuh... beberapa kali nyokap bokap dan sodara2 gua tanya.. mana pacarnya.. kenalin dong... sayang pacar gua cowo dan kalo disamping2in sama bokap kaya temen seumuran gitu (hehehe)...

mau dibilang temen ketuaan.. mo dibilang bos to close.. mau dibilang pacar (Gubrak!!).. .

masih agak sulit itu... hanya saja, sampai sekarang mereka masih bisa gua yakinin, kalo gua fokus ma yang lain dulu selain pacaran.. sorry parents, brothers.. sista....


ginger snaps wrote:

apakah dengan mengikuti apa yang orang lain mau elu akan bahagia? belum tentu juga

kebahagiaan dan kesedihan tergantung dari diri kita sendiri. kalau elu mau bahagia maka elu akan bahagia.... kalau elu mau sedih maka elu akan sedih

mereka tidak merasakan yang elu rasakan dan bukan mereka yang menjalani hidup elu. Jalani saja hidup elu apa adanya dan enjoy

Enjoy
So just enjoy the simple things
Enjoy the day life brings
Enjoy the song love sings
Enjoy
Just keep on doing it
'Til your hearts content
And enjoy the gift of life
Enjoy
(Janet Jackson)
sstrrong wrote:

TIGA kesalahan yang elo lakukan, elo gak jujur ke keluarga (tapi ini memang butuh waktu dan keberanian khusus, apalagi kalau keluarganya konvensional) dan yang kedua yang paling aneh adalah : elo pacaran sama orang yang udah punya istri???? pikirin dong perasaan istri dan keluarganya. .. jahat amat sih lo? pacara sama laki dan perempuan itu sama... melibatkan perasaan dan fisik! kecuali emang istrinya rada2 sinting dia gak bakalan keberatan. ketiga: menyalahkan TUHAN! helooooo! Tuhan GAK SEPICIK manusia. Dia menciptakan sesuatu ada
alasannya. Ada cerita hikayat Arab dari Nabi: seorang pelacur aja bisa masuk surga karena menolong anjing, bayangin: pelacur aja yang Tuhan 'seharusnya' gak suka, menolong Anjing pula yang seharusnya 'tidak disukai' Tuhan karenanya haram. seharusnya kehadiran Tuhan malah jadi temen buat elo ketika orang gak ada yang ngerti elo, bukanya malah disalah2in.

dan waktu itu ada yang nge-post bilang your mind determines who you are, and how you feel
BENER BANGET!
ARTINYA kalau elo merasa kesepian, ya itu perasaan elo sendiri aja. biarpun elo emang gak punya siapa-siapa dan elo merasa 'cuma' punya TUHAN, tapi otak lo udah di-set elo gak merasa sendirian, then you won't feel lonely!
Hargain dong apa yang lo punya

DAN SEKALI LAGI!
tentukan pilihan deh, kalau emang lo mau undercover ye terima konsekwensinya: keluarga elo akan tanya2 terus dan elo harus 'kawin' sama cewek, dan jangan berkeluh kesah elo gak bisa pacaran bebas sama laki atau gak bisa nunjukin elo suka sama cowok. udah resikonya!

kalau elo mau 'bebas' ya elo bilang ke keluarga lo, ada kemungkinan mereka akan nerima dan ada kemungkinan terburuk elo dimusuhin keluarga dan gak dapet warisan. sekali lagi jangan berkeluh kesah, itu udah resikonya

Semua hal ada resikonya, jangan manja mengharapkan bisa mendapatkan semuanya BECAUSE YOU CANT!

tapi sekali lagi JANGAN PERNAH merusak keluarga orang! pacaran sama laki2 beristri... pikirin aja apa rasanya jadi istrinya. elo gak mau kan diperlakukan seperti itu oleh suami lo kalau elo jadi perempuan. dan pikirin deh anaknya, gimana perasaan elo kalau tahu bapak lo have sex sama laki tapi masih make love sama ibu lo?

treat people the way you want to be treated, man!

shopisticated_boy wrote:

wadoh wadoh...
yg kaya gini pasti pernah kejadian ama org2 kaya kita...
tapi sebisa mungkin, seberat apapun masalah lo, jgn pernah sekali
pun lo nyalahin DIA...
gw ga percaya klo yg kaya gini tuh takdir...
life is all about choices...
hidup kaya gini tuh adalah pilihan lo...
lo mungkin mikir,kalo lo kaya gini tuh dari dulu mungkin ampe lo ga
inget kpan ...
mungkin dulu lingkungan lah yang milihin jalan bwat lo...
lo mungkin pernah dikasi pilihan lo mau terusin kehidupan kaya gini
ato brenti stop dsini..
dan lo yg sekarang ini emang karena pilihan yg lo ambil...
dont ever blame GOD for what happened in ur life...
its ur life..
its ur choice...
semoga lo bisa lepas dari masalah lo...

pippo wrote:

dear wicak,

it's ok
no need to be hurry
pelan2 aja, emang semua ini ngga gampang.
keadaan lo sama bgt kaya gue
tapi gue selalu cuek dan ngasih berbagai alasan.
hahaha
emang kedengerannya ngulur2 waktu,
tapi emang baru cuma ini yg gue bisa,
gue blom berani
mungkin nanti, kalo gue udah bisa mandiri dan
ngga bergantung sama orang tua lagi.
gue mau buktiin ke keluarga gue kalo
jd gay itu ngga melulu yang demen ama semua laki
dan ngga semua gay itu bejad yg kerjaannya cuma
ngesex doang, jd gay itu bukan suatu kekurangan
ita semua sama, cuma orientasi sex kita aja beda.
masalah moral mah tergantung individu, ngga bisa
digeneralisasi kalo semua gay bejad dan ga bermoral.
kalo semua sama, ngga bervariasi, ngga rame dunia ini
hehehe

dan dari itu semua gue pengen bgt nanti keluarga gue
nerima gue apa adanya. ngga perlu ngerasa rendah diri
gt. blom saatnya kali ya, mungkin nanti.
no need to be hurry my friend.
just take ur time.

Thursday, January 4, 2007

Apa yang harus saya lakukan



lucky wrote:


memiliki kehidupan ganda seperti aku kadang harus berpikir kemana arah yang harus dituju. di depan semua orang aku harus bisa berkata dan bersikap bahwa aku straight, tapi sebenarnya kau enggak seperti itu. walau kedua orang tua dan keluarga aku tahu kalau aku sebenarnya suka dengan sejenis, tapi kadang aku masih merasa aku enggak bisa leluasa dalam menjalani hidup ini.
harus bagaimana aku ini ? ............ ...

sb_santosa wrote:

Dear Lucky,

Hidup ini adalah sebuah perjuangan, dan perjuangan itu tidak akanpernah selesai sampai kita meutup mata:)... setiap orang dalam hidupnya pasti punya beban yang harus di pikulnya...ada yang menanggung beban kemiskinan, kecacatan, kehilangan, kerusakan juga kejahatan.

LALU DALAM MENGHADAPINYA APA YANG KITA LAKUKAN?? SENANTIASA JANGAN
BERPUTUS ASA AKAN KASIH TUHAN...JANGAN PERNAH PUTUH HARAPAN AKAN
RAHMAT TUHAN DAN SELALU OPTIMIS DALAM MENGHADAPI SEGALA SESUATUNYA,
BUKANKAH KASIH SAYANG TUHAN TIDAK TERBATAS...; )

Dear Lucky,

Di dalam kehidupan di dunia ini semuanya serba berpasangan, ada senang ada susah, ada sedih ada bahagia, ada berat ada ringan....kesemuanya itu mengisi kehidupan kita silih berganti.

LALU APA YANG HARUS KITA LAKUKAN??? BERSYUKUR AKAN SEGALA KARUNIA-NYA,
LIHAT APA YANG KITA MILIKI DAN BUKAN MEMIKIRKAN APA YANG BELUM KITA MILIKI...HATI YANG BERSYUKUR AKAN MEMBERIKAN KEDAMAIAN, KETENANGAN.. .

Dear Lucky,

Setiap orang ingin selalu mendapatkan kebahagiaan, tapi apakah kebahagiaan itu??? apakah dengan memuaskan diri sendiri kita bisa berhagia?? mungkin iya..tapi apakah kebahagiaan itu akan memuaskan??? hari ini mendapatkan rumah mungkin membahagiakan ...esok tidak lagi... hari ini mungkin mendapatkan mobil keluaran terbaru membahagiakan tapi esok bukan hal yang kau inginkan..

Lalu apa kebahagiaan yang sebenarnya?? ? kebahagiaan yang sebenarnya adalah ketika keberadaan diri kita mampu menjadi RAHMAT/KASIH DAN SAYANG bagi orang lain...bagi mahkluk lain...

mulailah dengan sesuatu yang sederhana... sederhana adalah kata yang mudah tapi sangat sulit dilakukan...

Mudah-mudahan kamu bisa menemukan kebahagiaan dlm hidup...amien. .;))


logitech7650106 wrote:

"di depan semua orang aku harus bisa berkata dan bersikap bahwa aku straigt"

apakah harus bilang bahwa "I am straight?"
biasanya jurus para G : menjawab tapi tidak menjawab

kalo ditanya : "kamu homo?" kasih senyum aja.. gak usah dijawab
karena kalo kamu jawab "bukan" --> kamu membohongi diri sendiri dan orang lain
kalo kamu jawab "iya" --> kalo di Belanda sih OK OK aja
tapi kamu masih di Indonesia kan :)

kasih senyum aja, dan cepat2 ajak ngobrol ke topik lain :)

di pepatah cina, ada tips:
"kalo ada orang bertanya kepada anda suatu pertanyaan yang anda tidak ingin memberikan jawabannya, jawablah dengan balik bertanya ke orang itu, "Mengapa Anda ingin tahu tentang hal itu?"

:)
Good Luck
Hope you got your personal psychological well being with your own way.

Saturday, December 16, 2006

DIa beneran pamannya bukan yah??



Torik wrote:

kalau aku sih punya cerita yang berbeda.

aku pernah punya temen cowok namanya rocky. dia tuh keren, cakep, pede abis dan dia tahu punya kelebihan, pokoknya oks sekali deh. banyak cewek naksir tapi dia sptnya cuex saja. aku engga pernah bilang aku gay dan dia juga sptnya engga tau.

katanya rocky tinggal dg pamannya dan aku pernah berapa kali diajak kesitu. Paman rocky katanya duda umurnya kali 40-50 pokonya udah tua sekali deh.

Aku liat engga ada yg aneh disitu tapi heran saja kenapa cuma berdua dirumah itu? pembantu kerja hanya sampai sore saja,

pertanyaan itu kejawab waktu aku nginep dirumah rocky aku engga ngerti malam itu rocky sptnya gelisah sekali dan malemnya dia sangka aku sudah tidur pules, rocky keluar kamar.

tadinya aku engga curiga, tapi engga lama aku penasaran dan keluar kamar

wah aku kaget!!!!!!
di ruang tamu lantai bawah aku liat tv masih nyala tapi lampu dimatiin
dan pas disofa aku liat rocky lagi duduk, celananya melorot ke bawah trus aku liat pamannya lagi jongkok didepan rocky sambil ngseipin kontol rocky.

gila, aku gemetaran
engga nyangka rocky ternyata gay juga

*bagian ini disensor, karena kok jadi malah kaya cerita stensilan... huehehehe!*

aduh aku engga enak hati
buru2 aku ngacir balik ke kamar

agak malam dikit, baru rocky masuk kamar dan tidur di
sebelah dan engga berapa lama kedenger dia langsung tidur
pules.. kali sudah kecapean
aku penasaran ngelirik rocky tidur cuma pake celana dalem
... oooouuww pantesan lagi lemes saja keliatan tonjolan
celananya gede.,,, pantesan pamannya kepayahan gitu.

paginya rocky spt engga ada kejadian apa2.tapi pamannya
spt malu2 ketemu aku. matanya ngelirik takut2 dan dia
buru2 dia pergi ke kantor

terus terang aku sih engga doyan deh dg cowok tua
aku jadi engga percaya kalau dia itu paman aslinya

abis itu aku sempet beberapa kali diajak rocky nginep lagi
kejadian yang sama engga ada lagi tapi kalo sudah malam
aku tau rocky masuk ke kamar pamannya, aku yakin disitu
pasti dia maen ama pamannya

kalau soal ML sih aku maklum karena rocky mash darah muda yang gede nafsu tapi kok mengkentot dg pamannya yang sudah tua?

Dan kenapa pamannya yang gagah mau2nya tiap malem jadi cewek oleh rocky yang baru umur 22?

Kira2 gimana ya awal kejadiannya mereka jadi seperti laki-bini gitu?

Liat adik cowo sama cowok lebih tua banged



siapasihelo wrote:

Bokap kerja di Surabaya, jadi gua ikut, tadinya mo kuliah tapi gua drop out. jadi gua balik lagi ke nyokap di jkt. gua baru balik lagi ke jkt kira2 3 bulan lalu. gua skrg mash nganggur, paling bantu2 nyokap

setahun gak ketemu adek cowok gua, gua liat dia banyak perobahan.
Adek gua baru 17 tahun baru kelas 2 smu tapi badannya bagus, dan tampangnya makin cakep kayak pemain bintang iklan. (satu adek cewek masih di smp)

Tapi herannya sejak gua pulang, gue perhatiin adek punya temen satu cowok yg udah tua bgt, yg dipanggil oom, dia ampir seumuran paman. kira2 28-30 taun, Pokoknya jauh elbih tua bgt deh.

Si oom emang tajir punya mobil. gua heran aja kok adek gua punya temen yg udah tua bgt. Si
oom suka jemput adek gua malem minggu.. nyokap gak pernah tanya tapi gua jadi penasaran

pas malem minggu itu gua baisanya sama temen2 nongkrong di senayan,
tapi malem itu gua diajak ke ancol
wwwooooaaaa gak senmgaja disitu gua liat adek gua lagi berdua sama si oom itu.
Duduk pake tiker di pantai. Dari jauh sih kayak anak sama bokapnya tapi herannya badan adek gua di peluk2 sama si oom

Tempatnya emang rada gelap, gua penasaram dan ngintip lebih deket
Ternyata kemeja adek gua kancingnya udah buka dan dadanya diusap2 oleh si oom
Trus tangan si oom buka risleting celana adek gua dan kayanya sih dia pegang2 kontol ade gua. Adek gue sih diem aja,.

Dari situ gue buru pulang, takut temen2 gua tau kejaidan adek gua.
Trus terang,. gue emang punya bakat gay, tapi tapi gua paling gak nyangka kalo adek gua juga bisa jadi cowok homo??. Karena adek gua gak ada tanda2 gay dan dia cowok bgt.

Baru gua nyadar, pantesan adek gua punya handpone.spokat dan baju2 dia bagus.
Mungkin dikasih sama si oom itu… waduh udah diapain aja
adekku sama si oom itu>?? Apa sudah dijebol perawannya??

Adek gue emang cowok yg cakep bgt, tapi gua gak tega adek gua jadi permaenan si oom itu. Karena adek gua masih kecil banget,
Tapi lama2 gua perhatiin si oom itu kayanya sayang bgt dan gak kurang ajar sama adek gua

apa gua biarin aja mereka temenan terus??
apa bener tidnakan gua ini?
atau gua harus ganggu mereka supaya putus?

Get Laid wrote:

kalo kata gw sich mendingan elo selidiki aja tuh asal usul si oom ganteng itu yang baik ama adek loe... takutnya dia udah merit.... kalo udah merit... damn... adik loe jadi istri kedua dunks... poligami again... hehehehe...

dan elo sebagai kakak kudu wise ama adek loe... loe tanya baik2 ama adek loe... apa adek loe ama oom itu emang bener2 sayang, ato adek loe cuman buat muasin nafsu oom itu....

tapi elo juga kudu jelasin kalo elo itu juga gay... jadi kan nggak akan rahasia lagi....

inget, kakak bisa jadi temen ato musuh...

tapi kalo elo ngerasa nanti takut jadi musuh adik loe... just forget about your brothers affair... oke....

take it or leave it... it's ur choice

tom tom wrote:

Hmmmmm menurutku sih ya kalau boleh berpendapat, udh 90% deh adek loe itu pacaran sm si om itu, km mau ikut terlibat apa ak krn km merasa dia adekmu dan masih kecil aku rasa km hrs pikir masak2 deh, kalau km emang siap dan lumayan deket sm adek loe itu km tanya aja baik2 tanpa km hrs ngaku kalau km jg ada bakat gay atau suka sm co jg.

pastikan sm adek loe bahwa km tdk marah dan tdk mau ikut campur terlalu jauh urusan dia, cm km sebagai kakak emang udh sepantasnya melindungi adeknya, tanya baik2 ajalah sm adek loe apa hubungan dia sm si om itu udh sejauh mn, kalau emang mrk pacaran apa motif adek loe, apa krn tergiur materi doang apa emang adek loe jg suka co entah gay ataupun bisex.

setelah adek loe cerita dan km tahu spt apa hubungan mrk baru deh km tahu hrs bagaimana selanjutnya, intinya tanyakan aja duku baik2 sm adek loe jgn pake emosi dan disaat yg tepat jg ok, semoga semuanya berjalan lancar aja ya.

Achmad M wrote:

Ini memang jadi dilema dan ternyata hati u juga gak menerima klo ada keluarga u yg g or bisex.... tapi loe bisa deketin aja adik loe dengan pendekatan sebagai kakak, loe bilang aja waktu loe liat but u jangan seperti mengadili... klo memang sama-sama tahu lebih enak bicaranya gak perlu ada yg disembunyikan, soalne klo loe larang nanti malah terjadi apa-2 saran gue loe dekatin adik loe toh klo masalah ma yg lebih tua itu masalah selera loe gak bisa merubah....

Si Panda wrote:


Saat baca imel elu, yg pertama kepikiran am ague adalah:

-Bagaimana klo ade elo salah satu member disini dan ngebaca posting ini??

-Bagaimana klo si Oom salah satu member disini dan membaca posting ini???

- klo gue sih lihat2 keadaan ade elo, kalo misalnya so far so good selama menjalin hub ama si oom, yah kenapa ngga… asal gak malu2in nama keluarga aja.. n bisa discreet

Atau lu bisa nasihatin ade lu juga klo dia mau dengerin, bilang supaya jn
terlalu open n keliatan ama nyokap/keluarga pas lagi ama si oom :-)

Torik wrote:

(welll... torik punya cerita sendiri menanggapi postingan ini, klik di sini!)

the queer wrote:

humm...
jalan yang paling baik adalah diomongin bareng-bareng. sebagai kakak tentunya lo ga mau adek lo kebablasan kan

well.. ok, kalo lo bisa terima ade lo jadi gay, toh lo juga terima diri lo sendiri jadi gay
tapi menurut gw, kalo lo mau jadi gay, jangan sampai lo kejebak ama lagi-lagi urusan sex, cowo impian, dan materi.

masih banyak kok yang bisa lo lakuin sebagai gay selain chat, ama ketemuan, nyari cowo, atau ngobral cinta. (hey... it's not the point, duh!)

back to topic..
yang penting skarang gimana caranya lo ngomong ama adek lo tadi
gimana yah caranya... pendekatan orang beda-beda sih

mungkin yang bisa lo lakuin, lo liat ke diri lo sendiri
kalo seandainya lo duluan yang ketauan ama keluarga lo
lo pengen keluarga lo nyikapin bagaimana

bayangin cara apa supaya lo bisa akhirnya ngobrol terbuka ama keluarga lo soal diri lo
nah, tentunya lo pengen cara yang bikin diri lo bisa ngomong smeua perasaan lo, dna lo tetep ngerasa nyaman, ga sampe berantem segala kan..

then do it to your brother..
ajak dia ngobrol dengan cara yang paling bisa bikin kalian ngerasa nyaman

mungkin yang baru kelintas di benak gw
lo ajak ade lo jalan bareng ke tempat yang tenang
kemping lahh.. atau nginep di vila..
atau nonton konser di kota lain

di sana lo punya kesempatan ngobrol ma dia
buat gw pribadi, tempat paling nyaman buat ngobrol yaitu ketika dalam perjalanan di mobil cuman berdua...

humm... because mostly cuman saat itulah gw saling curhat ma kakak gw
i miss him rite now..

Calvin Calvin wrote:

Dear "Siapasihelo" ,

Gw jadi tergerak untuk ikutan buka suara. Boleh ya jek, hehhehe.

Anyway, i trully feel for you. Gw bisa ngerasain apa yang elu rasain. I also have younger brother yang masih sekolah. Menurut gw, yang elu rasain itu normal kok. Elu sebagai abangnya, dan elu melihat adik elu di 'sentuh' sama orang lain. Gw pun juga akan agak sedikit khawatir kalo ngeliat adik gw di perlakukan gitu sama orang lain (terlepas dia sendiri enjoy or enggak ya)

Gw rasa, hal yang sama akan terjadi sama co str8 yang punya adik ce, trus ngeliat adik ce nya di pegang2 sama co yang lebih tua, pasti juga sebagai kakak, ada yang khawatir.

Gw setuju sama apa yang di sarankan beberapa member milist disini. Elu harus approach dia, trus tanyain bener2. Karena kan elu tau sendiri, anak ABG umur segitu kan masih idealis, belum tau bener yang namanya dunia cinta, apalagi cinta di dunia gay. Lagi umur segitu kan lagi gombal2nya sama cinta, konsep romancenya masih seperti buku2 roman Daniell steel lah, or Marga T. Elu kasih dia pengertian tentang 'how love works in our world" dan kayak yang salah satu di member milist ini bilang, dia harus find out apakah tuh cowok dah married atau belum. Kasihan kan kalo nantinya dia hanya jadi pelarian aja atau....taruh lah emang tu co tua emang sayang juga sama adik elu, tapi kan kalo emang dia dah married, tetep aja adik elu bakal jadi second choice. Itu yang elu harus buat adik elu mengerti, biar adik elu enggak sakit hati nantinya.

But this is just my personal opinion, i think co itu ketuaan buat adik elu. Kayaknya untuk umur adik elu, better he is with someone yang sepantaran or at least lebih tua dikit dari umurnya, not someone who is almost 10 years older then him. Tapi kalo emang dah cinta, ya...apa boleh buat ya?

But most importand thing is, elu harus dan kudu ajarin adik elu untuk SAFE SEX, use condoms and water based lubricant all the time!!

Gw harap, saran gw bisa berguna buat elu.


Calvin


taufik hidayat wrote:

Ih gw tersindir kalo usia 28 - 30 dibilang om2. Emang iya? heheh. Padahal gw lebih tua dari itu. Perut gw gak ndut2 banget. Dan jujur gw suka yang jauuh lebih muda. Yah namanya selera. Lagian kalo 'om2' yg dimaksud baek dan bisa mengarahkan ke hal yg postip juga ya gpp toh. Kadang yg muda perlu yang jauh lebih tua untuk tempat berlindung, minta dimanjain, dibelain, ditegur kalo salah, dll.

Cuma kalo jatuh ke tangan yang salah.. yang cuma mo seks aja trus dikasi materi, kayak kucing saja dulur/saudara kita jadinya. Tapi kalo saudara anda jg bukan merasa kucing ya harus mengedepankan cinta dan sayang dengan menolak materi apapun.

Ajarkan untuk menghargai kasih sayang, betapa kasih sayang saling memberi dan menerima dengan tulus itu adalah segalanya. Kalo perlu tolak pemberian2 materi itu. Karena materi2 yg dberikan bisa jadi masalah dikemudian hari dengan mengukit2nya.


BROMO


logitech7650106 wrote:

dulu gue pernah sempat punya pikiran gini: kalo punya adik, atau sodara, atau teman, yg lebih muda, yang lalu gue tahu bahwa dia ada gejala homo... gue kepikir pengen "bantu" doi. "Bantu" dalam arti: gue bagi pengalaman/ gue kasih tau seluk beluk ttg G-World, singkatnya: gue share hal-hal apa yg gue pelajarin lah dari kehidupan G World, (lesson learned nya gitu lah).

Bisa dari hal yang kecil, praktis, sampai ke hal yg besar dan prinsip. Misalnya hal yang praktis, gue ksh tau akses-akses ke G World, supaya dia gak kebingungan sendiri, dan cari-cari yang gak
jelas.. Hehe.. (setidaknya, kita yang udah tahu duluan, kan bisa kasih ke dia, yang baik2 aja... ya ga...)

Tergantung seberapa jauh dia udah melangkah ke G World sih, Kalo dia udah jauh terjun bebas... ya... paling gue tanya2 dia udah ngapain aja... trus ajak dia ngobrol.. dan sama-sama liat mana yang baik mana yang ngga... (tahu deh, mungkin gak ya.. :)

Kalo dia belum jauh melangkah, atau malah belum terjun bebas, ya ada banyak hal yang kita bisa bagi pengalaman ke dia, kasih tips2 nya lah, supaya dia bisa jadi G yang sukses, gitu deh, sukses dalam arti, dia bisa ngerti (gak kebingungan terus dgn keadaan dirinya) terus bisa menerima keadaan dirinya, terus bisa menjalani kehidupan G dia dengan optimal lah.. (dapat pacar yang ok dan baik, dsb dsb ..

hehee) Misalnya kalo doi masih masa awal pertumbuhan (SMP gitu kali ya) secara fisik doi masih potensial, nah kita bisa ingatin spy dia memperhatikan fisik, spy have good shape, beside have good heart :)

ya, sperti sperti itu lah..
semangat nya sih, yang lebih tua, kasih lesson learned ke yang lebih muda...

gimana, ya kan... :)

terlepas dari perkara homo itu baik atau buruk, dosa atau ngga.. dsb dsb...

tentang adik yang suka dan jalan sama co lebih tua (om2)
ya ... bisa masalah selera.. bisa juga krn faktor matre.. hehe...

ya, kita ingatin aja, bhw being matre is not fair :)
kayak di lagu, ntar disuruh ke laut aja lagi :P :P

OK deh... good luck dan.. take a good care, as always :)

Friday, December 15, 2006

Suami Sepupu Gue



4ngel eyes wrote:


Gue minta saran dong karena gue lg pusing abis.

Begini ceritanya : kismis kali

Gw mungkin gay walaupun sampai saat ini ga pernah pacaran apalagi ML sama cowok. Gw kuliah di daerah jakarta ( sudirman ) tinggal sama kakek dan nenek gue dari bokap.
Bonyok gue tinggal di bandung karena bokap gawe di sana. Kurang lebih dua minggu lalu. Suami sepupu gue yang disurabaya ( umurnya 30 - 35 tahun kali ) dapet tugas dijakarta dan tinggal di rumah kakek gue. Gue ga terlalu kenal sih paling kalo ketemu pas lebaran, itupun baru beberapa kali karena dia juga baru 2 tahun meried ma sepupu gue.

Orangnya ganteng, ganteng abis. Badanya juga bagus. Pokoknya impian para wanita dan gay kale. Nah masalahnya akhir akhir ini dia jadi ramah sama gue ( mungkin karena kita tinggal satu rumah kali ya ). Kalo udah pulang kantor pasti ketok ketok kamar gue buat ngobrol atau nonton tv. padahal diruang tengah ada tv. Kadang Tidur tiduran sambil ngajak ngobrol dan parahnya dia suka Cuma pake celana pendek doang tanpa baju ( kelihatanlah bulu bulu dipaha dan maaf
:ketiaknya )

Kemaren dia nonton tv sampe ketiduran di kasur gue ( gue kan jadi stress ). Ga tau harus berbuat apa. Sejujurnya sih kemarin pas dia tidur gue sempet senggol senggol anunya dan ampun gede banget padahal lagi ga bangun. asli gue horny banget dan pengen banget oral dia. tapi ga bisa berbuat lebih karena gue takut. ( ntar kalo dia tau dan marah trus ngomong ke keluarga besar gue gimana. Bisa digantung gue ma bokap ) .

Emang sih gue suka seneng ngeliat co dengan badan bagus tapi itukan ditempat umum , dikampus ato dijalan jadi ga terlalu ganggu dan ga masalah bagi gue. tapi ini cowo ganteng banget, dikamar gue tanpa baju Cuma pake celana pendek tertidur pula kan bikin gue stres abis.

Kasih saran dong. Apa gue mesti menghindar dari dia dan ga usah terima dia main dikamar gue ( ntar dia tersinggung gimana ). Atau gue harus nekat kalo dia tidur gue oral aja toh istrinya jauh di surabaya.( tapi kan istrinya sepupu gue ).

Aduh gue pusiiiiiiiiing nih.

Achmad M wrote:

menurut gue sih menghindar aja.... toh itu lebih baik hati-hati lebih baik daripada mengedepankan nafsu akhirnya mencelakai kita... lagian u belum pernah main ma co, berarti loe bisa tahan nafsu u lebih baik perkuat pertahanan u jangan sampai main ma co.... deketin u punya ce aja...... trus saat dia pulang u pura-pura aja pergi keluar jalan-jalan bentar diluaran setelah dia nonton di ruang lain u masuk kamar dan langsung tidur atau pura-pura belajar kan lebih baik u ada alasan lagi belajar jadi gak stel tv gitu


ari aria wote:

kalo mau yg netral begini aja.
  • pertama (weh kayak apa aja) kamu panggil2 si ganteng itu (berusaha mbangunin gitu)
  • kalo ga bangun2 juga (entah siganteng ini pura2 tidur buat mancing2 kamu ato gak)
    kamu pura2 tidur aja sebelahan ama dia
  • pastinya kan kamu ga bisa tidur (hehehehe) tapi karena tidur orang ngapainaja pasti dimaapin jadi gunakan kesempatan itu untuk berbuat sesuatu (note: jgnberlebihan kayak oral2an) yah raba2 dikit kek atawa meluk (pura-puranya melukguling gitu hehehehe--itu kalo disitu ada guling lho)
  • kalo si ganteng itu ada respon (kemungkinan dia seneng ama kamu tu jadimancing2 ama kegantenganya dan bagi dia--kalo dia juga plu-- kamu itu ada kecenderungan PLU kayak dia jadi dia brani mancing2)

emang terkesan sinetron indonesia banget tapi ga beresiko tinggi kayak mengoral2 segala kan. hehehehe


moonshadow wrote:

take it or leave it.
hehe, saran gw sih jangan lah. puasin aja liat pas bobo. :D
rekam - liat lagi - rekam lagi . gitu.
kalo main api - entar kebakar.

tapi semua tergantung kamu lah...
btw, ntar cerita ya kelanjutannya :D

salam kenal,
moon


Bambang Hermanto wrote:

hi angel, sory ga tahu namanya, gue cuma punya saran, kalo lo memang ga mau ketahuan sama bokap lo ya jangan lakuin, cukup di pandang aja, kecuali lo mau tahu dia kaya gimana, yah lo pura2 tidur aja kalo dia masuk kamar lo dan nonton bareng lo, lihat reaksi dia gimana? kalo ga ada rekasi yah udah berarti dia ga ada apa2, bisa juga pas lo tidur lo buat barang lo "on"
nah lihat aja reaksi dia gimana? kalo positif yah dia pengang paling minim juga sentuh2 dikit. itu aja saran gue semoga bermanfaat.

palais12 wrote:

Saran gue sih loe harus menghilangkan pikiran-pikiran untuk melakukan hal-hal yang berbuat tidak senonoh terhadap suami sepupu loe itu, seperti niat untuk mengoral atau menyenggol-nyenggol anunya. Ngobrol aja seperti biasanya dan nggak usah mancing-mancing masalah gay deh. Menurut gue kenapa dia suka pake celana pendek, mungkin dia kalo di rumah emang begitu.

Kalo dia ramah sama loe ya jelas aja, namanya juga saudara, yang tinggal di rumah loe kan yang muda kan loe berdua, masak dia mesti ngomong ama kakek loe terus.

Wednesday, September 20, 2006

skali lagi tentang pertemanan maya

MHHHHHHH saya awalnya menahan diri untuk tidak terpancing debat kusir dengan teman2 sekalian agar tidak menambah parah masalah

tapi memang pandangan itu berbeda2 persepsi ada ribuan
nahhh
semua akan mencerminkan karakteristik kita
apakah kita orang yang punya personaliti plus atau malah sikap yang minus

saya setuju banget sama james
apapun bentuknya pertemanan itu tetap sesuaitu yang tulus dan "maaf" orang yang selalu menjaga jarak, menutup diri dan terlalu berhati2 (istilah saya paranoid) adalah orang yang paling menyedihkan didunia ini.
sayang banget kalau dia harus hidup didalam tempurung
kepicikan yang gelap dan menunggu sepi sendiri.
masalah kecewa atau tidak itu lain masalah
itu adalah dinamika suatu hubungan dan yang bikin hubungan penuh warna.

jadi saya sangat menyayang kan teman kita yang memulai suatu hubungan (terlepas maya atau bukan) dengan persepsi negatif (c'mon man you such a pathetic looser)

oke maap sebenarnya saya ingin menghindari labeling
tapi apadaya emosi saya bicara sehingga saya jadi subjektif

saya termasuk looser bukan ya? hehe ..

i'm happy, financially secure, surrounded by a group
circle of friends (that is, male and female),
travelling quite a bit, close with my family, pretty
successful in my career (at my age anyway), i have had
partners in the past (still am good friends with
them), have my own house, own car, the list goes on ..

kalau saya masih dibilang a looser karena terlalu
berhati-hati (paranoid or whatever you may call it).
hehe .. gak apa apa sepertinya.

hehehe
subyektif banget sih emang...
bisa jadi kan seseorang jadi parno
karena emang dia pernah ngalamin hal buruk sebelumnya

bisa jadi juga orang parno
karena emang dia belum pernah nyobain...
dan ga tau apa yang musti dilakuin dengan hal itu

bahkan buat gw sendiri
gw ngerasa punya kewajiban untuk selalu cerita ke nyokap gw
soal orang2 baru yang lagi gw temuin

dari sana nyokap gw juga selalu ngingetin
supaya gw ga dimanfaatin ma mereka

dan wether like it or not...
itu yang bikin gw survive mpe skarang
karena gw jadi makin berhati2
supaya ga salah punya temen

tapi gw tetep terbuka kok temenan ma siapa aja
hehehe... gw kan punya mata keempat.. nyokap gw!!

I am a Gay but.........

Hallo semua.....salam kenal...

Aku sudah lama menyadari bahwa aku Gay...tapi aku putuskan untuk tetap
menikah dengan seorang wanita. anakku sekarang berumur 6 tahun dan
rumah tanggaku baik-baik saja....hanya kadang muncul hasrat ingin
menjalin hubungan dengan sesama gay....tapi keinginan itu akhirnya aku
pendam dalam-dalam dan tidak pernah sampai terwujud, tapi apakah aku
bisa bertahan terus? aku sering merasa tersiksa dengan keadaanku ini.

Apakah anggota millis ini ada yang sepertiku ...? mungkin kita bisa
berbagi cerita....?

alo krisna
gw sempet nonton rejeki AWW nomplok
(ini reality show kegemaran gw.. hehe)

waktu bulan ramdahan kemaren
peggy ngedatangin seorang bapak-bapak
yanng tinggal sendirian
anak perempuan satu-satunya udah kawin dan lagi hamil

ternyata bapak ini dulunya adalah seorang waria
dia ngerasain hal itu sejak smp
lalu selepas sekolah ia nekat sembunyi-sembunyi
menjajakan diri di jalanan

dan ketauanlah ama keluarga
ia lalu dikawinin ama cewe
dia juga diajar ngaji ama guru ngaji

menikah dia punya seorang anak perempuan
lalu dia bertekad untuk berenti mikirin
jadi waria..
dan dia pengen jadi bapak yg bener buat anaknya

perkawinannya ga langgeng
mereka cerai
(asumsi gw seh istrinya ga kuat nanggung malu punya suami bekas waria)
trus bahkan pas anaknya smp
dan tau bapaknya bekas waria
anak ini juga sempet shock
sampe akhirnya temen-temennya sendiri yang memberi pengertian ke anaknya

sekarang anaknya bisa mengerti keadaan itu
dan bapaknya pun tidak pernah kembali menjadi waria

tapi dari yang gw liat di tivi
bapak itu masih tetep ngondek
masih latah...

gw jadi mikir
perjuangan bapak itu untuk menghilangkan jati diri gaynya
belum berakhir hingga sekarang

gw ngebayangin...
betapa bapak itu setiap hari ngerasain hal itu
dan kemudian berusaha memendamnya
sebagai pernyataan tobatnya kepada yang di atas

gw sempet ngobrol soal ini ama nyokap
gw berpendapat..
kenapa bapak itu musti menahan diri setiap hari
buat apa musti memungkiri dan menderita sepanjang hidup
toh sebenernya kalo misal dia pasrah dan
menjalani hidupnya sebagai gay atau waria
pasti lingkungannya bisa memahami

lalu nyokap gw bilang
mungkin bener ga ada yang bisa ngilangin
sifat itu dari diri bapak itu
tapi perjuangannya setiap hari
untuk menahan diri dari godaan
mendapat imbalan yang setimpal dari yang maha kuasa

....im speechless
sekarang tergantung temen-temen mau milih jalan idup kaya gimana

Gue pengen ikut kasih komentar.Kalau menurut gue sih kita gak usah mengorbankan diri kita hanya untuk memuaskan apa yang diingini masyarakat (termasuk orang tua dan orang-orang yang dekat dengan kita) karena hal ini akan jadi bumerang sendiri buat kita,bahkan walaupun kita bisa menyembunyikan "kehidupan lain kita" .Pernahkah terlintas di benak kita kalau kita telah menipu mereka! dan kita sendiri hidup dalam ketakutan dan kepura-puraan.
Hidup ini hanya sekali, jadi sayangilah diri sendiri ,lakukan apa yang yang kita suka asalkan tidak berdampak negatif buat orang lain.Jadilah diri sendiri,karena paling gak enak menjadi orang lain.
Terakhir jadilah sosok yang baik dengan begitu orang lain pasti tidak lagi mempermasalahkan kecenderungan sex kita.Semoga Tuhan memberkati kita semua,Amiien........!

GW PALING TERTARIK DENGAN BAGIAN INI. PRAS, MENURUTKU KAMU BERUNTUNG PUNYA NYOKAP KAYAK DIA. SEPERTINYA BELIAU SUDAH TAHU KONDISIMU, KAMU TERBUKA AMA DIA -TIDAK BANYAK YANG SEBERUNTUNG KALIAN, NYOKAP GW TAHU KONDISI GW TAPI GW G PERNAH BERANI BICARA LEBIH TAKUT ADA APA2 PAS GW SERUMAH 3 THN LEBIH AMA PASANGAN GW MUNGKIN NYOKAP GW PIKIR KAMI TEMAN AKRAB WELL MUNGKIN JUGA GAK SIAPA YG TAHU-TAPI YA KAMU BERUNTUNG. TAPI GINI, SAYA SETUJU JIKA SAAT ITU KAMU TIDAK BICARA APA2, NO SPEECH AT ALL. TAPI ITU TIDAK BERARTI SPECHLESS, AT LEAST U CAN ASK YOUR HEART. LAIN KALI BICARA LAGI DENGAN NYOKAP LOE DALAM KONDISI BERBEDA :

1. SEBENARNYA APA SIH RELEVANSI HUBUNGAN PRIA DAN WANITA. TENTULAH UNTUK MELESTARIKAN UMAT MANUSIA. JIKA DUNIA INI TERDIRI KIRA2 SEPARUH WANITA SEPARUH PRIA 10% DIANTARANYA HOMOSEKSUAL, APAKAH ITU MEMPENGAURHI KELANGSUNGAN HIDUP MANUSIA? SAYA PERNAH GELI DENGAN PERNYATAAN SEORANG ... TEOLOG KRISTIANI YANG MENYATAKAN HEWAN AJA TIDAK ADA YANG HOMO. GOD, BAGAIMANA KAMU TAHU? TERLALU BANYAK HAL DITENTANG OLEH GEREJA DAN ULAMA DLL YANG TERBUKTI BENAR! DAN JIKA ADA UNGKPAN INI, SAYA JADI TANYA TIDAK ADA SATUPUN HEWAN YANG MASTRUBASI, TIDAK ADA SATUPUN HEWAN YANG MEROKOK, TIDAK ADA SATUPUN HEWAN YANG MINUM ALKOHOL (GW GAK NGROKOK GAK ALKOHOL TAPI MASTURBASI IYA) APAKAH KITA JADI LEBIH RENDAH DARI HEWAN. DIMANA RELEVANSINYA? ADA YANG BILANG JIKA TUHAN MMPERBOLEHKAN GAY, KENAPA DICIPTAKAN ADAM DAN HAWA, SAYA BERANI BILANG JIKA TUHAN MENYANYANGI SAYA KENAPA TIDAK DICIPTAKAN KARTONO DAN KARTINI. JIKA TUHAN MENYANYANGI ORANG CINA KENAPA BUKAN SIAU WEN DAN WANG PING? THINK AGAIN PLS...

2. BAGAIMANA JIKA GAY DIIJINKAN LALU MENYEBAR KEMANA2? HEI, APAKAH KITA INI PENYAKIT MENULAR? PLS DEH, KAWAN2 YANG SUKA MERKOSA STRAIGHT HENTIKAN TU. TAPI INGAT JUGA, JIKA KAMU BERHUBUNGAN FISIK DG PRIA DAN TIDAK MELIBATKAN HATI, SELERAMU TETAP WANITA, APAKAH KAMU GAY? APAKAH YANG DI PENJARA ITU GAY? I DON'T THIUNK SO. ITU MAH KEPEPET. KALO SAMPAI NYEBAR, JADINYA YA SODOM AND GOMORA. BETUL? TAPI SEKARANG MUNCUL PERTANYAAN BARU ; TUHAN MENGHANCURKAN SODOM DAN GOMORA KARENA ADA GAY DI SANA ATAU KARENA BUDAYA GAY (SAYA RAGU MENGATAKAN, BUDAYA GAY? I DON'T THINK SO) MERUSAK SEGALANYA. ORANG STRAIGHTPUN PADA GAY. KALO GAK EDAN GAK KEDUMAN. GAK BERGENGSI. GAK GAUL, KALO JAMAN SEKARANG. BUKTINYA TUHAN TIDAK MENGHANCURKAN PONOROGO KARENA WAROK DAN GEMBLAK. JADI YANG SALAH BUKAN GAY, TAPI BUDAYA GAY YANG TERLANJUR SALAH KAPRAH, HARAP MAKLUM ZAMAN PURBA BO... KALO PEMIMPINNYA BERBUAT GITU, SEMUA NGIKUT... MAU DISAMAIN AMA ZAMAN PURBA/ THINK AGAAIN...

3. TANYA AMA NYOKAP DEH PRAS, MAMA INI HANYA BERANDAI2, JIKA PRAS MENIKAH, MENAHAN SEGALANYA DEMI PAHALA ALLAH, DAN BERHASIL. ALHAMDULLIILLAH. GOD BLESS ME. JIKA KONSEP PAHALA BENAR (JGN KAWATIR SAYA ORANG BERAGAMA DAN SAYA SHOLAT SEBAGAI MUSLIM), WOW, SURGA TERINDAH PASTI JADI MILIMU. TAPI MAMA, BAGAIMANA KALO PRAS DI TENGAH JALAN TIDAK KUAT? APAKAH MAMA INGIN PRAS MENYAKITI SEORANG WANITA, SESOSOK MANUSIA DARI KAUM MAMA SENDIRI UNTUK SEBUAH KEBOHONGAN? DIMANA NURANI KEWANITAAN ANDA? (PRAS, INI BUKAN NYERANG MAMAMU SECARA PERSONAL LO, TRUST ME GW SIMPATI AMA BELIAU). SO, THINK AGAIN...

hummm... kayanya lebih tepat kalo aku yang nanggepin deh
soalnya itukan mamaku
wehehehehehe.....

mungkin yang diharapkan nyokap gw
gw emang bisa seperti cowo 'normal' lainnya
menyukai wanita dan menikah dengannya

but well...
tentunya gw juga musti ngatasin dulu masalah ini
masalah ketertarikanku dengan cowo

itu juga yang nyokap gw bilang ke gw
dan kalo gw dah siap berterus terang dan membuka diri ma dia
... selama ini gw belum cukup berterus terang meskipun
hal ini kadang menjadi obrolan keseharian ama nyokap gw
nyokap gw pasti mau ngebantu gw mencari solusinya

gw juga jadi berandai-andai
kalo nantinya gw akan menikah ama cewe
tentunya either cewe itu tau dengan benar latar belakang gw
atau gw musti bisa terus memegang komitmen menikah dengannya
apapun yang terjadi

gw juga ga mau nyakitin tuh cewe
karena pasti yang marah bukan cuman cewe itu
tapi kedua belah keluarga

tapi terus terang... saat ini gw sama sekali belum siap
meski gw lagi ngedate ama cewe namanya monique
...named after monica belluci

bentuknya ramping, wide screen, warna biru tua
my new notebook
hehehehehehehehehehe

sori ni bukannya mau pamer
tapi ga tahan pengen mengungkapkan kebahagiaan
setelah setahun lebih nunggu punya laptop

amin amiiiiiin............