Showing posts with label HIV - safe sex. Show all posts
Showing posts with label HIV - safe sex. Show all posts

Tuesday, October 6, 2009

Blog about HIV/ AIDS

Support World AIDS Day

Berikut adalah blog instansi dan personal yang juga concern terhadap HIV/AIDS terutama di Indonesia..

Stop AIDS! Tentang Hari Aids Sedunia 2009




Akses Universal dan Hak Asasi Manusia merupakan isu utama yang diangkat pada HAS tahun 2009. Akses universal tersebut mencakup berbagai aspek, baik akses informasi, pencegahan, maupun akses pengobatan. Pemaknaanya  adalah bahwa semua warga dari berbagai latar belakang ekonomi, budaya, tempat tinggal harus mendapatkan akses informasi HIV dan AIDS yang sama, akses pencegahan yang sama, serta akses pengobatan yang sama.
Penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2009 ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan penularan HIV dan penanggulangan  AIDS yang dapat terjadi pada seluruh lapisan masyarakat. Disamping itu khusus untuk mereka yang membutuhkan, mampu memperoleh akses universal terhadap informasi, pencegahan, dukungan dan pengobatan terkait HIV dan AIDS.  Walau bagaimanapun juga, kesehatan adalah hak asasi manusia yang pertama.

Tujuan Umum
Meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan HIV dan AIDS, sehingga mampu melindungi dirinya dari infeksi HIV serta memberikan dukungan kepada orang yang terifeksi HIV.
Tujuan Khusus
  1. Meningkatkan akses universal seluruh unsur masyarakat khususnya mereka yang memerlukan sehingga mampu memperoleh akses terhadap informasi, pencegahan, dukungan dan pengobatan.
  2. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dan pemerintah bahwa kesehatan adalah hak asasi manusia yang pertama.
  3. Meningkatkan komitmen dan kepedulian pemerintah dan pemerintah daerah terhadap upaya pelaksanaan program dan kegiatan penanggulangan HIV dan AIDS dalam konteks menekan laju epidemi HIV.
  4. Meningkatkan kepedulian berbagai sektor pemerintah, swasta, dunia usaha, lembaga pendidikan, LSM, dan masyarakat dalam penanggulangan HIV dan AIDS.
Tema
Tema peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2009 telah ditetapkan secara internasional yaitu:
”Akses Universal dan Hak Asasi Manusia (Universal acces & Human Right)”
Makna dari tema peringatan adalah bahwa setiap masyarakat khususnya mereka yang memerlukan, mampu memperoleh akses terhadap informasi, pencegahan, dukungan dan pengobatan. Kesehatan pada dasarnya merupakan Hak Asasi Manusia yang Utama (health is the first human right), dengan demikian setiap orang termasuk orang yang terinfeksi layak hidup sehat dan memperoleh fasilitas kesehatan. Dengan meningkatnya akses pelayanan dan pengobatan yang baik diharapkan akan dapat menurunkan resiko penularan dan mengurangi laju epidemi AIDS di Indonesia.
Sub-Tema
Berdasarkan tema internasional HAS 2009, maka sub-tema yang ditetapkan di Indonesia adalah:
“Kerjasama masyarakat dan pemerintah mampu mempercepat  pemenuhan akses pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan untuk semua”
Dalam rangka meningkatkan akses universal maka diperlukan kerjasama yang sinergis antara masyarakat dan pemerintah. Kerjasama tersebut diharapkan mampu mengarus-utamakan upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia. Dengan demikian kerjasama tersebut diharapkan dapat mempercepat  pencapaian akses informasi, pencegahan, dukungan, dan pengobatan untuk mereka yang membutuhkan.
Slogan
Slogan Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2009 yaitu:
“Stop AIDS: Akses untuk Semua !”
Slogan kampanye ini dimaksudkan agar setiap manusia Indonesia mempunyai rasa kepedulian yang tinggi dalam penanggulangan HIV dan AIDS. Kasus HIV dan AIDS di Indonesia saat ini tidak hanya pada kelompok berisiko saja, akan tetapi sudah berada pada populasi umum, seperti ibu rumah tangga dan anak-anak. Kini saatnya pemerintah dan masyarakat madani bersatu, membuat suatu karya nyata untuk mencegah laju epidemi HIV yang sangat cepat. Selain itu, perlu dilakukan upaya bersama untuk menyediakan akses informasi HIV dan AIDS, pencegahan, dukungan dan pengobatan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.

Monday, January 29, 2007

24 Menit Sebelum Richard Menghembuskan Nafas Terakhir, AIDS!



Aa Uwi wrote:

aku bukan lah seorg aktifis AIDS, aku hanya seorang PLU yg mempunyai seorg sepupu yg meninggal karena AIDS bulan lalu. sebelumnya mama ku pernah mengatakan kalo sepupuku richard berobat ke singapore karena infeksi lambung. tapi saat aku mengantarkan mama ku menjenguknya di RS, yg kulihat phisically ciri tubuhnya yug sudah mulai lemah bukan karena infeksi lambung, tapi gejala AIDS......

mama membantah ku, mengatakan agar aku tidak sembarangan ngomong. ternyata ortunya Richard baru tau richard sekarat karena penyakit yg mematikan itu baru 5 bln yg lalu setelah dokter memberikan keterangan pada ortunya. tapi RICHARD meminta agar jgn diberitahukan kepada siapapun.

25 desember 06,
richard, seusai pulang dari kebaktian di gereja pada malam natal. aku melihat banyak sahabat2 nya sudah berkumpul di halaman kebun belakang rumahnya. ada apa dengan richard? oh... lega, ternyata mereka membuat acara pertukaran kado yg biasanya tidak pernah dirayakan richard dengan sebegitu meriah. dari mata richard, ku dapati senyumnya yg dipaksakan, dibalik menahan rasa sakit yg menerjang seluruh urat sarafnya.
26 desember 06, pukul 03.00 dini hari
waktu itu, aku dipanggil keluar oleh salah seorg teman richard utk menggeser mobil yg kuparkir menutupi jalan keluar ditepi gerbang. dan waktu aku kembali ke kebun belakang, ternyata udah sepi, lalu aku masuk kedalam rumah, kudapati richard sudah terbaring di sofa ruang tamu, dan teman2nya berdiri mengelilingi ric dengan muka penuh kecemasan. aku mendekati richard, sambil mengusap keningnya,

richard hanya tersenyum, tampak dengan wajah ke ikhlasannya menunggu ajal menjemputnya.
dia lemah, tak berbicara, hanya ekspresi penuh senyum melihat sahabat2 disekelilingnya. richard memberi ku pesan tertulis, 2 lbr kertas yg terselip disebuah buku agenda kecil. Ric memberi isyarat dengan bahasa tubuh agar aku membacanya.

24 MENIT SEBELUM RICHARD MENGHEMBUSKAN NAFAS TERAKHIRNYA.... (DI SALIN DARI PESAN TERTULIS RICHARD) :

Genegleas - singapore, 18 april 06

hari ini, bukan hari kematian ku.
hari ini, selagi ku mampu,
ku tulis pesan2 ku agar dikemudian hari nanti,
disaat aku sudah tak mampu lagi berbicara n nafas ku lemah,
pesan ini dapat mengiringi ku dengan tenang sebelum aku menghembuskan nafas terakhir ku.

papa, mama dan seluruh keluarga, sahabat dan teman2 yg ku cintai.
Ric minta maaf karena selama ini sudah menutupi kalo Ric
mengidap HIV + sejak 6 tahun yg lalu.
Ric baru tahu setelah 2,5 tahun atas saran instruktur
aerobic ric utk melakukkankan test HIV di perak - malaysia.
Ric tidak mampu menerima kenyataan ini,
karena harus hidup dalam kebohongan dan segala kekurangan fisik yg tak mungkin lagi ditutupi.
namun ric tetap bertahan utk tidak mengecewakan mama dan papa.

Dulu Ric punya prestasi bagus, Ric mempunyai segudang prestasi
olah raga di campus, Ric sudah membuat mama dan papa bangga saat
itu, mama pernah mengatakan sangat bangga melihat wajah ku sering
muncul di majalah2 di luar negeri sebagai model cover.
tapi kini, kebanggaan itu sesungguhnya adalah milik Eric,
Eric lah yg harus berbangga, bangga memiliki mama dan papa bisa menerima eric ketika mengetahui kalo eric seorg gay. thn lalu ric kembali ke rumah, membawa sejuta kesedihan setelah teman2 Ric di Malaysia mengucilkan Ric karena HIV yg bersarang di tubuh Ric dan sampai kondisi ku yg sebenarnya tak bisa kututupi lagi. Mama dan papa tetap berusaha memberiku semangat utk bertahan hidup meski aku tau bagaimana sedihnya mama juga papa mengetahui Richard tinggal menunggu ajal.

Sebelum Ric pergi, izinkan Ric memberikan pesan terakhir...
jgn pernah tidak mengindahkan resiko mematikan ini karena kenikmatan sesaat. aku sakit bukan karena penyakit, tapi yg paling menyakitkan adalah melihat papa dan mama menangis karena kondisi ku yg lemah, sakit karena selama menekuni profesiku di malaysia, semua teman2, sahabat2 ku serentak menjauhi ku. tapi inilah jalan hidup ku, aku harus pergi tanpa di beri kesempatan utk memilih,

aku juga minta kepada teman2 ku yg pernah berhubungan dekat dengan Richard, segeralah periksakan diri. Ric bukan bermaksud jahat, Ric baru 2 thn yg lalu tau kalo ric telah mengidap HIV sejak 4 thn sebelumnya. tapi sungguh Ric tidak tau, karena saat itu belum ada gejala pada
tubuh Eric sampai 2,5 thn yg lalu ric melakukkan test.

dan Eric sangat berharap dengan nafas terakhir eric memohon, agar teman2 jgn pernah menjauhi dan mengucilkan org2 seperti Eric. kadang tubuh kami sakit dan masa hidup kami menjadi lebih singkat, bukan karena penyakit mematikan ini, tapi karena kami harus menahan sakit karena orang2 yg kami sayangi, menjauh dan tidak pernah mau mengerti kesunyian hati kami. orang mencibir, mengucilkan Eric dan bahkan mengucilkan keluarga Eric.

( belum habis aku membacakan isi pesan Eric di hadapan orang2 yang berkumpul di ruangan itu, tiba2 mama eric menangis dan memeluk Richard yg telah menghembuskan nafasnya)

ya, Juan Richard Salim, telah pergi...........


########

teman - teman undercover,
aku melihat dan merasakan detik2 yg menyayat hati malam natal dini hari itu. aku sungguh kaget, hubungan ku dengan Richard sebenarnya tidak terlalu dekat, kami dekat waktu masa kami remaja, dulu setiap minggu kami sering bertemu di rumah nenek, kami sering pergi mancing di sungai, setelah itu kami mandi bareng berbugil ria, tapi aku sekarang baru sadar mengapa masa itu Eric sangat suka memperhatikan mas Eko ( supir pribadi )yg juga suka mandi bugil bareng kami di tepi sungai sebelum mengantar kami kembali ke rumah nenek. hm... richard, aku sungguh kaget karena Richard sendiri jg adalah seorang PLU, aku masih ingat waktu thn 2001 aku mengunjungi Richard di Kuala Lumpur, seusai kami Gym di apartmentnya,
habis mandi dan aku bugil keluar dari toilet, dia menarik tangan ku dan massage seluruh tubuh aku, karena dia mengaku sedang mempelajari massage di tempat yoga. aku nurut saja, tapi tentu aku menjaga agar jgn sampe ketahuan siapa aku sebenarnya.

sejak dia menamatkan bangsu SLTP, kami sudah jarang bertemu. namun aku sangat berterima kasih kepadanya, semasa dia menekuni karier catwalk dan modelling di Malaysia, dialah yg menjaga ke dua adik ku yg kebetulan juga skul di sana.

aku jadi bertanya-tanya, mungkin aku juga sudah mengidap HIV, hanya saja aku belum tau karena gejala nya baru akan muncul setelah menjadi AIDS. tapi syukurlah dan Thanks Richard,
sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, dgn segenap kekuatan yg masih tersisa, dia masih berusaha menyadarkan org2 seperti kami yg tidak tau diri. aku sangat gugup waktu minggu lalu aku mengambil hasil test ku yg ternyata hasilnya HIV negatif. thank GOD! jika aku terus melakukkan petualanganku, mungkin suatu ketika aku akan bernasib sama dengan Richard. setelah Richard pergi, teman2 Richard banyak yg melakukkan test HIV, karena sedikit ku dengar beberapa teman yg datang pada malam natal itu. adalah teman sesama PLU yg pernah melakukkan hubungan intim dengan Richard sebelum Richard menyadari dirinya telah mengidap HIV +.

teman2 undercover,
story nyata di atas tadi, adalah sebuah hikmah penting yg kusaksikan dgn mata kepala ku sendiri.
dan selama ini, apakah teman2 pernah bertanya pada diri sendiri :
  1. apakah tidak mungkin kalo tanpa di sadari, saat ini pun sebenarnya didalam tubuh kita sudah mengidap HIV + ?
  2. apakah selama ini bukan tidak mungkin kita sudah mengidap HIV + dan tanpa disengaja telah menyebarkan HIV ke pasangan intim kita?
  3. apakah kita pernah mengucilkan dan menjauhi mereka penderita HIV + seperti mayat hidup di tengah masyarakat yg harus melewati hari
penuh dengan kepedihan dan kesakitan?

aku berharap dengan email ku yg panjang ini dapat menggugah perasaan dan kesadaran teman2 semua, bahwa cinta adalah hubungan yg universal, tumbuhkan rasa cinta itu selagi kita mampu dan bisa, dengan menyadari bahaya HIV dan memberikan cinta dalam kondisi apapun kepada penderita HIV + / AIDS. sebab penderitaan akibat AIDS bukan hanya dirasakan si penderita,
tapi juga keluarga dan saudaranya. maka berikan mereka ruang dan waktu yg lebih panjang untuk menikmati secerca harapan didalam penantian ajalnya.

Taufik Hidayat wrote:

Hmm,
Kita semua adalah aktifis AIDS, Sekalimat kata yang kita ucapkan pada teman kita: "Sebaiknya hindari ML sebelum menikah", atau "Setia lah pada satu pangan tetapmu", atau "Jangan lupa pakai kondom dan pelicin berbahan dasar air ya" adalah cukup untuk mengangkat diri anda menjadi seorang aktifis. Apalagi jika anda menangis sedih jika anda sampai tidak bisa menyelamatkan orang yang suspect (spt flu burung) pengidap AIDS..

Dan seorang aktifis sejati adalah sukarelawan yang bersedia bekerja demi kemanusiaan dari pencegahan tertular HIV sampai penanganan jenazah pengidap AIDS (jika tidak ada yang mau menanganinya). :) Saya percaya, banyak dari kita.. jangankan mbungkusi mayat pakai kain kafan, melihat bentuk mayat yang terbungkus kafan aja gak berani ya. Its okay2 ajah -itu sangat manusiawi. Takut liat orang mati, tapi kita sendiri sering gak ingat kalo kita akan berbentuk seperti itu kelak kalo mati.

Saya ikut prihatin! Tapi, yang jadi pertanyaan saya: Apa yang Richard lakukan sejak 2,5 tahun lalu, sejak dia pertama kali tau kalo udah positif HIV? 2,5 taun adalah waktu yang cukup lama untuk melakukan konsultasi dan terapi2 pengobatan HIV.

Saya sedih, satu lagi PLU yang meninggal muda gara2 tidak ada keterbukaan tentang penyakitnya... Padahal seandainya dia terbuka tentang penyakitnya.. dengan segenap usaha dan optimisme kemungkinan besar sekarang si Richard masih hidup dan tetap berbugil ria (¿?) :)

Hidup mati di tangan Tuhan, tapi manusia harus berusaha untuk tetap survive. Untuk teman-teman yang lain: Jangan putus asa, harapan besar untuk sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasa terbuka lebar jika kita mau terbuka dan merenung bahwa jika kita masih diberi umur panjang, maka kita bisa melakukan hal yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk semua orang.

Banyak macam terapi untuk pengidap, dari yang sangat medik sampai pake ramu2an dan jamu2an tradisonal. Dari terapi psikologi sampai terapi "tetap tersenyum walau ajal sudah menjemput'. Semua saling menunjang, dan saya melihat sendiri banyak yang bisa berumur panjang bertahun2 dan belasan taun karena rajin terapi dan disiplin.

Masalahnya adalah, maukah anda terbuka dengan orang yang tepat dan bersedia berjalan bersama dengan teman2 yang peduli dengan anda? Teman yang tepat adalah pelita anda dalam kegelapan, dimana anda meraba2 dalam ketidak pastian. Temukan itu, dan jangan patah semangat!!! Jangan mau mati muda padahal anda bisa menghindarinya!!

(ih gw kok jadi galak) merdeka!

To Rudyanto: saya ikut berduka atas kehilangan teman anda.

Thursday, January 4, 2007

Hati-Hati dengan hasil tes HIV "Non Reactive"



Size Size wrote:


Gw mau berkomentar lg sedikit mengenai bro2 sekalian yang menerima hasil tes HIV "non reactive" supaya tidak terjadi kesalahpahaman!

Memang benar non reactive bisa dikatakan negative asal tes diambil 3 bulan setelah eksposure, tapi hati-hati... bagi yang merasa tes diambil dalam jangka waktu <3 bulan, harap segera menghubungi dokter yang dipercaya!

Kenapa? karena "non reactive" berarti tubuh pernah kontak dengan virus HIV dan membentuk antibodi, sehingga tubuh masih bisa menangkal efek viruz! Dalam masa ini masih bisa dikatakan negative! Tp kl antibodi dah lemah dan viruz makin kuat, bisa jadi masuk tahap window period! Index angka dalam hasil tes adalah tingkat antibodi yang terbentuk, semakin tinggi semakin beresiko untuk masuk ke tahap window ataupun reactive! Karena itu jika mendapat hasil "non reactive".

selain segera menghubungi dokter, terapkan juga pola hidup sehat, dan jangan sampai melakukan perbuatan beresiko kembali! Kalau tes diambl setelah 3 bulan bisa dibilang negative, karena selama proses pertempuran antara antibodi dan HIV berlangsung, lama kelamaan terjadi set point antara viruz dan antibodi (yang berlangsung +/- 3 bulan).

Setelah itu terjadi fluakst, dimana level viruz yang lebih dari antibodi atau sebaliknya! Kalau level viruz diatas antibodi, maka bisa saja kita masuk tahap window atau reactive! Tapi kalau hasilnya tetap "non reactive" maka viruz itu diam, dan tidak menginfeksi tubuh karena terbungkus oleh antibodi! Viruz yang sudah terbungkus tidak akan menginfeksi tubuh ataupun menularkan ke orang lain, dengan catatan :

  1. Virus tidak bertemu virus sejenis (HIV)! Jika tubuh kontak lg dengan HIV, maka virus HIV yg masuk akan merusak antibodi yang membungkus viruz lama, dan akhirnya viruz tersebut bersatu!

  2. Terkena penyakit yang merusak limfosit dan fungsi hati seperti hepatitis, dsb! Mungkin inilah yang menyebabkan kasus dimana orang telah di tes 1 tahun lalu dengan hasil negative tetapi tiba2 terkena HIV dan Hepatitis C bersamaan!

Pemicu viruz tersebut tentu saja Hepatitis C! Karena itu bagi yang menerima hasil "non reactive", kalian bisa dibilang diberi kesempatan terakhir untuk bertobat, jangan sekali-kali mengulangi perbuatan beresiko, karena tubuh kalian sudah rapuh terhadap HIV dan PMS lain, bahkan dalam tahap ini kondom tidak lagi efektive mengurangi resiko!

Hasil non reactive bisa diobati dan diusahakan untuk menjadi negative, atau minimal tetap non reactive! (dengan catatan kita tidak berada dalam masa window period, karena kalau tubuh dalam window period, hasil tes antibodi bisa saja bias)!

Bagi yang merasa melakukan perbuatan beresiko, segera periksakan diri anda sebelum terlambat! Semua komentar ini gw ambil dari referensi beberapa Dokter! Mungkin dalam hal ini bro2 sekalian bisa menanggapi! Mohon maaf sekiranya lancang, gw menulis ini untuk kebaikan kita semua! Terima Kasih.
Pram Lonely Dude wrote:

Dear Size,

Penjelasannya sangat baik dan akurat. bagi teman-teman yang masih bingung, penjelasan sederhananya seperti ini. Tes HIV yang dilakukan dii Indonesia adalah tes yang berusaha mencari antibody yang muncul setelah badan kita terinfeksi virus. Biasanya antibodi ini terbentuk 3 hingga 5 bulan setelah terinfeksi.

Kalau kita misal melakukan hubungan seks tanpa kondom seminggu lalu, kemungkinan hasil tes HIV adalah non reaktif alias negatif, maka harus mengulang tes 3 hingga 5 bulan lagi dan cobalah untuk terus melakukan seks yang aman. Apabila setelah tes ke2 dalam 3 hingga 5 bulan kemudian tetap negatif dan teman2 selalu melakukan seks aman, maka artinya ya tidak ada virus HIV di dalam tubuh.

Kalau ingin tes yang langsung mengetahui jumlah virus juga ada, disebut viral load tes, tapi sangat mahal. Virus bisa langsung terdeteksi tanpa harus menunggu bulanan, walau baru terinfeksi.

Semoga penjelasan sederhana ini bisa dimengerti.

Untuk pernyataan bahwa hasil tes non reaktif bisa diobati adalah TIDAK JELAS. Jika memang non reaktif maka tidak ada virus dan tidak perlu diobati. Apabila dalam masa window period, maka perkembangan virus tidak dapat ditahan alias akan terus berkembang. Orang yang sudah terinfeksi HIV sudah dipastikan tidak bisa disembuhkan.
Apabila teman-teman ingin tahu lebih banyak, bisa mengunjungi situs http://spiritia. or.id
Disana banyak sekali bahan bacaan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan teman-teman juga bisa bertanya banyak mengenai HIV dan atau AIDS.

Salam kepedulian


Heru Prakoso wrote:

Hi Pram, thank you penjelasannya. Cuma yang masih kurang jelas adalah pernyataan Size, kalau dinyatakan non reaktif itu artinya body kita kemungkinan pernah ada kontak dgn virus HIV dan sudah di counter dengan antibody.
Apakah memang demikian ? Karena sekarang kan semua test menyatakan "non reaktif", bukan seperti jaman dulu yang ditulis "negatif". Apa bisa bantu untuk meluruskan pernyataan Size ini ? Supaya orang-2 tidak tersesat dengan info yang salah. Thank you, bro.


Pram Lonely Dude wrote:

Buat Semua,

Saat ini hasil tes HIV akan tertulis reaktif dan non reaktif. Reaktif artinya positif, atau telah berhasil ditemukan antibody pada darah yang merupakan bentukan tubuh kita atas reaksi masuk dan berkembangnya virus HIV. Non reaktif artinya negatif, dimana tidak ditemukan antibody tadi.

Beberapa saat setelah tubuh manusia terinfeksi HIV, maka secara langsung tubuh membentuk antibody untuk menglawan visru tersebut. Jadi kalau disederhanakan menjadi seperti ini. Jika teman2 pernah main anal tanpa kondom kira-kira 2 minggu yang lalu dan sekarang di tes hasilnya negatif, ada kemungkinan ini adalah negatif masa jendela. Virus sudah ada dan antibody mulai terbentuk namun reagen belum bisa mendeteksi antibody. Biasanya antibody yang terbentuk akan mudah terdeteksi reagen tes setelah minggu ke 8. Jadi teman-teman diharap mengulang 3 bulan lagi.

Semoga bisa lebih jelas

Monday, December 11, 2006

AIDS (3 Detik!)



dias hendrawan wrote:


Gw tadinya males ikut campur masalah ini. Tapi gw tersentuh utk berbagi pengalaman agar kita aware utk masalah ini.

Jujur, gw bertahun tahun menjalani kehidupan PLU gw tanpa pasangan tetap. Pengalaman berpacaran gw yg pahit udah membuat gw menolak terikat. Dan selama beberapa tahun gw kosong inilah sampai sekarang gw tidur dengan banyak lelaki, baik mereka yg memang jomblo, ataupun mereka yg udah punya pacar or istri (jadi gw tidur dgn suami orang hehehe). Most of all, partner sex gw adalah bottom player. Tapi gw juga gak tertutup untuk play sex dengan sesama top. Tentunya dengan berbagai manipulasi permainan yg memuaskan kita berdua. Karena selain sakit, persoalan harga diri sering membuat gw sulit sekali jadi bott. (pls utk
statement yg ini jangan di ributin).

Selama gw make sex, gw sebisa mungkin utk play safe. Dompet gw hampir selalu terisi kondom. Kalo gw keabisan dan gw males beli, biasanya gw minta ke temen gw yg punya persediaan lebih. Kenapa? Ya untuk berjaga jaga man. Kita gak tau kapan dorongan itu datang, dan kapan godaan itu hadir di depan mata kita :)

The problem is, sering bgt gw ktemu mereka yg gak peduli masalah satu ini. Seringkali gw sebagai orang yg berinisiatif utk pake kondom. Kalo kbetulan dompet gw gak ada kondom, gw sering minta ke mereka. Tapi mereka sendiri banyak yg gak pengen gw pake kondom. Ato cuek maen minta dimasukkin aja. Ketika gw tanya kondom, barulah mereka jawab ada. Dan yg bikin ngeri, ada juga dengan alasan panaslah, or gak enaklah, mereka menolak pake kondom. Duuuhhhh....

Pren... please use condom. Kalo partner lo gak meminta/ngomong, at least kita deh yg inisiatif. Hanya utk kenikmatan 3 detik (baca:orgasme) tanpa condom, kita telah mempertaruhkan hidup dan masa depan kita. Saat kita make sex itu, batas antara hidup dan mati hanya setipis celana dalem. Karena sekali kita tertular HIV maka kita sudah teken kontrak dengan kematian. Artinya, lambang bajak laut (tengkorak) sudah ada tertera di jidat kita. Saat kita or dia orgasme, kita gak pernah tau kalo spermanya ada HIV or gak. Dan itulah yg gw bilang, kita bertaruh dengan maut.

Dengan penuh penyesalan, gw akui, gw sendiri beberapa kali tergoda gak pake kondom. Karena gw horny bgt dan kebetulan gak ada kondom. Karena partner gw yg cute abiesss dan minta gak pake kondom. Karenaaa..... gw bodoh. Ditaklukkan oleh kenikmatan 3 detik.

Gw sempet deg2an sewaktu paman gw nelpon utk ke PMI donor darah. Ada sodara yg darurat kena demam berdarah dan butuh darah. Gw belum siap utk cek darah. dan gw belum siap seandainya PMI memberitahu gw kalo darah gw gak lolos karena kena virus HIV. Tapi syukurlah Tuhan, gak ada kabar apapun dari PMI.

Please man, kalo loe mau tau loe bersih dari HIV ato gak, coba deh. Berani gak loe periksa sekarang darah loe. Berani??? Buat loe2 semua yg sering cuek gak pake kondom, saat ini gw tantang, berani gak loe utk cek darah dan periksa adakah HIV dalam tubuh lo. Beranikah loe semua utk seandainya menerima vonis kalo lo positif.

Gw pernah di posisi itu, dimana gw begitu bingung. Menolak utk donor darah, gw bisa2 di cap sombong dan jahat oleh keluarga gw or sodara gw. Tapi kalo donor, gw harus siap mendapat pemberitahuan dari PMI bahwa darah gw terkena HIV. Dengan ketakutan yg maksimum akhirnya gw dateng ke PMI utk donor darah buat sodara gw. Dan ya itu td, sampe sebulan gw cemas nunggu kalo2 ada telpon dari PMI. Akhirnya, moment menegangkan itu pun lewat. Gw berasumsi bahwa darah gw bersih. Apa iya PMI diem aja kalo dapet darah terinveksi HIV? Karena kata temen gw sih, biasanya kalo darah kita ada sesuatu biasanya mereka akan call/beritahu kita.

Sekian aja sharing dari gw. Sekali lagi, nikmatilah hidup, tp buatlah kehidupan dengan kenikmatannya itu lebih panjang dan bukan berumur singkat dan berakhir dengan penderitaan.

Meski terlambat, gw ucapin Selamat Hari Aids. Dan selamat merenungi arti kenikmatan dari kehidupan ini dengan penuh kesadaran akan berharganya hari esok.

Semoga tulisan gw, berharga buat rekan2 di milis ini.

mataairbulan wrote:

Setuju banget buat DIAS ... sex is nice but its much more nicer to live healthy.


Oscar Wilde wrote:

Rekan Dias,

Saya setuju sepenuhnya dengan imbauan Anda untuk memakai kondom agar tidak tertular HIV.

Cuma ada satu fakta yang ingin saya luruskan:

"Saat kita make sex itu, batas antara hidup dan mati hanya setipis celana
dalem. Karena sekali kita tertular HIV maka kita sudah teken kontrak dengan
kematian. Artinya, lambang bajak laut (tengkorak) sudah ada tertera di jidat
kita."

Pernyataan ini benar beberapa tahun lalu. Tapi sekarang, setelah ada obat-obat anti-retroviral (ARV), AIDS tidak bisa lagi disebut sebagai "penyakit yang mematikan". AIDS sekarang sudah menjadi "penyakit khronis yang bisa dikelola dengan obat-obatan yang dimakan seumur hidup," dan orang dengan AIDS bisa hidup normal untuk waktu yang tak terbatas, seperti orang-orang yang tidak punya AIDS. Persis sama dengan diabetes, atau tekanan darah tinggi; kedua penyakit itu adalah penyakit khronis yang tidak bisa disembuhkan, tetapi bukan penyakit yang mematikan, karena bisa dikelola dengan obat-obatan yang dimakan seumur hidup.

Di sini pesan saya sebenarnya sederhana saja:

(1) Kepada masyarakat luas, jangan mengucilkan ODHA -- mereka ada di
tengah-tengah kita, mereka bahkan mungkin sekali sanak keluarga kita sendiri;
sebelum timbul gejala, seorang ODHA tidak bisa diketahui dari penampilan
lahiriahnya saja.

(2) Kepada rekan-rekan yang berisiko tinggi, lakukan tes HIV dengan konseling
yang memadai -- makin dini infeksi HIV diketahui, semakin besar kemungkinan
untuk survive dan hidup normal.

(3) Kepada rekan-rekan yang HIV+, lakukan konseling dan pemeriksaan kesehatan
teratur -- dokterlah yang bisa menentukan kapan harus mulai makan obat
anti-retroviral seumur hidup, agar bisa hidup normal seperti orang-orang lain.

Salam,
Oscar

Hari AIDS Sedunia



Pram Lonely Dude wrote:


1 Desember 2006,

Hari ini diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Sampai dengan saat ini di Indonesia telah terlaporkan hampir 12ribu orang positif HIV dal lebih dari 60% telah mencapai fase AIDS. Menurut Komisi Penanggulangan AIDS Nasional dan UNAIDS di Indonesia, kemungkinan yang telah terinfeksi HIV di Indonesia adalah sekitar 196.000 hingga 216.000 orang.

Apakah kita semua peduli dengan semua ini?
Diantara kita mungkin masih sangat sedikit yang tahu dan peduli dengan isu ini. Wajar saja karena menurut data yang terlaporkan tadi ternyata kurang dari 5% yang terinfeksi karena hubungan seks sesama laki-laki. Suatu jumlah yang sangat kecil dibandingkan pengguna narkoba suntik tidak steril yang mencapai 46% dan hubungan seks hetero 38%.

Dari sisi seorang pengamat perilaku dan setelah melakukan research di beberapa propinsi terbesar di Indonesia, saya melihat bahwa angka 5% ini masih semu. Mengapa? karena perilaku lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki di Indonesia ternyata tidak berbeda jauh dengan mereka di Canada (angka penularan pada pelaku seks sesama lelaki mencapai 65%) Amerika, Eropa Barat dan Australia juga sama diatas 60%. yang mengejutkan adalah angka prevalensi di kelompok gay, waria dan pekerja seks lelaki di Bangkok yang meroket dari 17% pada tahun lalu menjadi 28% pada pertengahan 2006. sementara itu temuan kasus HIV di kalangan pekerja seks lelaki di Jakarta meningkat dari 3% menjadi hampir 5 %. Mereka biasanya mencari tamu di panti pijat atau ditaman umum, mal dan pusat keramaian (banyak diantara kita yang suka ke panti pijat bukan?)

Bagaimana dengan perilaku lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki di Indonesia. Mari kita bercermin. Berapa banyak diantara gay, biseks dan waria di Indonesia yang tahu tentang HIV dan AIDS, berapa banyak yang aktif berhubungan seks (bisa berpasangan ataupun secara berkelompok atau orgy) Berapa banyak yang secara konsisten memakai kondom dan pelicin berbahan dasar air pada saat melakukan anal seks? Berapa banyak yang selalu menghindari meminum sperma pasangan berhubungan seksnya?

Lalu kita juga harus bercermin mengenai perilaku men, mobile with money. Banyak diantara teman-teman yang berkesempatan keliling Indonesia atau pun dunia karena berbagai alasan, apakah hanya pelesir maupun bekerja? Tapi banyak diantara mereka yang menemukan pasangan untuk berhubungan seks. Berapa banyak diantara kita yang datang ke negara tetangga untuk pelesir seks? Kalau mereka tidak berusaha mengamankan dirinya dengan seks yang aman, maka berapa banyak dari teman-teman kita yang membawa oleh-oleh HIV ke Indonesia?

Meningkatnya angka kasus HIV di kelompok gay, waria, pekerja seks lelaki dan biseksual, semakin tercermin dari semakin banyak dari teman-teman yang sudah mulai mengakses Anti Retroviral Treatment di kota-kota besar di Indonesia. Ini tandanya banyak diantara teman-teman yang telah mengalami penurunan angka kekebalan tubuh hingga level yang kritis dan harus dibantu obat ARV untuk meningkatkan angka kekebalan tubuhnya, mengingat belum ada obat yang membunuh virus HIV itu sendiri.

Tulisan ini hanya untuk mengingatkan kita kembali tentang epidemi HIV diantara kita. Seks adalah hal yang menyenangkan, lakukan seks dan tetap aman.

STOP AIDS KEEP THE PROMISE

SALAM