Sunday, December 28, 2008

Mana Ada Homo yang Setia!


Dony Dumbledore wrote:

kata-kata itu terlontar dari teman saya saat kami sedang berbincang-bincang tentang "dunia ini". APAKAH BENAR? saya kemudian memutar otak dan mengingat-ingat kembali.

saya kemudian mengingat yang terjadi pada saya dan orang-orang disekitar saya. hmmm.. ada benarnya juga.. sangat benar malah. saya sendiri pernah menjalani 2 kali relationship dan saya selingkuh. even saya tidak jatuh cinta pada selingkuhan saya tersebut tapi at lease saya having sex.

saya kemudian melihat teman-teman dan orang-orang yang saya kenal di dunia homoseksual ini. TIDAK ADA satupun dari mereka yang tidak pernah berselingkuh. semuanya pernah! saya kemudian bertanya pada mereka kenapa mereka melakukannya. padahal mereka sangat mencintai pasangan mereka. mereka menjawab "buat seru-seruan aja"
wah.. kalau saya ditanya dengan pertanyaan yang sama saya akan menjawab dengan jawaban yang sama pula.

penyakit KETIDAKSETIAAN ini pasti tidak hanya terjadi di dunia kita. Straight people as well. tapi saya pikir kita cenderung lebih mudah melakukannya karena kita SEJENIS.

Selingkuh.... bisa berarti sangat relatif. ada yang mungkin menganggap melakukan hubungan badan itu berarti selingkuh, ada yang apabila sampai MAIN HATI, itu baru selingkuh. tapi ada juga yang hanya dengan memikirkan&mengkhayalkan orang lain selain pasangannya sudah disebut selingkuh.

untuk mengeneralisasi, kita bicara selingkuh dengan satu konteks saja. KONTAK FISIK.
Nah... apakah anda SETIA?

Andy Lotex dalam novelnya yang berjudul "Kau bunuh aku denagn cintamu" mengatakan
MENCINTAI BINAN/PLU SAMA SAJA DENGAN MENJARING ANGIN

so, undies silahkan memberi komentar jika anda mendukung atau membantah pernyataan ini. kuncinya.. Be honest to your self!

selamat hari raya idul fitri 1429 H, minal aidin walfaidzin.
----dumbledore---

Teman Ketemuan Mengecewakan, apa yang anda lakukan..



donny dumbledore wrote..

anda sekarang mungkin sedang berhubungan dengan seseorang yang anda kenal dari dunia maya. walaupun anda belum pernah bertemu, setelah beberapa lama berhubungan via telepon dan internet, anda suka dengan personality orang tersebut. anda juga suka dengan picture yang diberikan pada yang anda nilai OKlah....

anda kemuadian memutuskan untuk bertemu. setelah bertemu, picture yang diberikan pada anda sama sekali tidak merepresentasikan orang tersebut a.k.a Totally different. hal ini yang kemudian menjadikan anda tidak suka dan tidak berminat lagi padanya, sedangkan dia mengajak anda berhubungan lebih "jauh"

Apa yang akan anda lakukan?

a. Menyesal bertemu, karena membuang waktu anda untuk seseoarng yang "gak banget"
b. Mengakhiri pertemuan, meminta maaf tapi tetap merasa bersalah setelah itu
c. Tetap melanjutkannya, at least sampai having sex. dengan pikiran "actually he is a nice person but sadly, not with a nice face"

so, Undies.. apakah yang anda lakukan?

In the end of this disscussion, we will see how important "physical" for a first impression. is that so crucial?

have a nice day
--dumbledore- -

Anthonny William wrote...

cukup sering yaa aku alami...
chatting asik, eh pas ketemuan... kabur, ato kadang ampe ketemu tp respon nya ga sehangat wkt chatting :P
chatting asik, lanjut sms/telp... interest ama suara aku, katanya sexy eh pas ketemuan, ninggalin seribu alasan bwt cepet2 cabut dari pertemuan pertama itu :P
chatting asik, lanjut sms/telp juga asik, ketemuan... fun2 aja eh bikin janji bwt ketemu lg, dia janji bakal kontak aku klo mo ketemuan lg.... eh ampe bulukan tuh hp ga pernah ada kabarnya lagi... kirim sms/telp, ga pernah ada jawaban... kirim msg/comment via Fs juga ga ada respon :P

klo aku jadi pelaku nya... aku lebih tetep bersikap baik, ajukan tawaran utk berteman, klo dia minta ML, yaa... bilg aja "maaf" klo aku ga berminat, kita temenan aja, klo perlu terus terang, "u bukan tipe gw" tapi tetep ajukan tawaran berteman. gak pernah ada kata "menyesal" utk menambah temen en bersikap baik. mang segh "physic is a must"... tapi untuk menjadi teman masa' mesti diseleksi fisik, ga sgitu nya klee.... :P

yaah... paling gak, aku cukup bahagia menjadi orang yg ga sempurna... i feel just human being^_^ tapi pernah juga bikin gondok orang, critanya bgini, wkt itu prnah janjian ktm di daerah kemanggisan eh ditunggu lama2, ga nongol2 tuh org, dah dpt dipastiin tuh org kabur, ga minat mo ktm an ama gw yg kurus, kecil, ceking kya tengkorak idup en ga keren juga, lengkap degh penderitaan aku, ya udh gpp... eh bbrp wkt kemudian, aku janjian ama seseorg di daerah kemanggisan jg, pas dateng ke kosan nya ternyata org yg dulu janjian ktm ama aku dulu jg ada disitu (kya nya abis nginep en ML ama org yg janjian ktm aku saat ini :P), eh dia msh knal ama aku trus bilg, "eh kamu yg dulu janjian ktm di daerah situ ya... kok sekarang cakep segh"... (hoekkk...!! :P) secara saat itu aku mang dah sdikit berubah, body aku dah berisi, rambut aku bikin model mohawk (lagi bagus2nya tuh... byk yg suka juga tuh ama rambut aku itu, dari tante2 ampe penjaga apotik wkt mo beli obat nyokap :P heheheee....), dlm hati, "rasain lu... dulu aja, kabur ktm aku, skrg, terkesan kan lu ama gw... mampus aja lu ! :P"... eh beneran, besoknya via sms ngajakin aku dateng lg ke kos nya bwt ML, tawaran itu terus2an berlanjut di hari2 kemudian karena aku ga pernah peduli in tuh sms... ilfil aku ama org "jahat" seperti itu :P

Saturday, September 20, 2008

Was Rashi a Fool?????!!!!!!!!!

Early in my makeover process, before I fully verbalized my doubts to my family, I was having a conversation with my brother, and he said something that knocked me clear off my feet. I was just hinting at my inquiries, and he asked me "was Rashi a fool?" He wasn't screaming, he wasn't angry, he was just asking me in genuine interest, if I thought all the brilliant Rabonim that we look up to, of the past three thousand years were wrong. But to me it was a roundhouse kick to the jaw, I was speechless!

For days all I could think about were those words, they reverberated in my head over and over again, "was Rashi a fool?" Maybe I was wrong after all, how could I be smarter than the Rishonim?! It wasn't a revolutionary concept, but the simplicity and starkness of the the question, made it seem like a huge hurdle.

I came to understand though, that the fact that Rashi and everybody else we see as giants, believed in what we now know to be superstition and fairy-tales, doesn't diminish their greatness. If a huge number of Americans, in the 21st century (!) can believe in the impending Rapture, how can we judge people hundreds and thousands of years ago for believing what they did. Science? Science Shmience! If the Pope can go to Africa and declare that condoms don't lower the chances of spreading AIDS/HIV, how can we not forgive people in the Bronze Age, for thinking thunder and lightening was a pissed-off, old man in the heavens.

But that begs the real question, the Pope or for that matter any thinking religious person, should see right through the hog-wash, is it all a huge conspiracy, or just willful ignorance.




Thursday, September 11, 2008

KPI larang tokoh banci


Budi Love wrote:
ada lagi ulah KPI yang membatas pekerja seni dalam berekspresi dan berkarya

KPI melarang stasiun TV menayangkan acara yang menggunakan peran tokoh banci dalam program acaranya

weleh-weleh...
perasaan sudah menjadi budaya Indonesia, kok dilarang

liat aja ngelenong yok sama extravaganza yg pinter ngedandan co jadi cuantik atau ancur bangeet... justru karena ada yg gini jadi rame banget

kasian juga model Olga bisa kena cekal....
atau Amink gimana enak kalo liat dia jadi bapak-bapak melulu
atau kapan lagi bisa liat Tora "macho" pake baju kebaya terus nyinden...
atau trio Ferry, Irfan dan yg mantan penyanyi itu yg kalo pas jadi ce
cuantiknya...

M@d wrote:
Sejujurnya, gue agak2x setuju ma larangan itu.

Sekrang gue dah eneg aja ngeliat peran2x kayak gitu. kayaknya keberadaan "banci2x" itu di setiap acara hanya menjadi tambahan nggak penting n jadi bahan2x olokan, terutama utk di sinetron2x. sorry yahhh....setau gue yang nggak pernah nonton sinetron ini, kok nggak ada yah sinetron ato film indonesia yang tokohutamanya "banci". Ada yg bisa kasih tau gue sinetron apa yang tokoh utamanya "banci"?

gue enegnya karena yg kayak gini jadinya menguatkan image "banci" untuk kaum homoseksual. Padahal nggak semua homoseksual kayak gitu.

Dari pihak produser mungkin nggak peduli yah, selama itu lagi laku n booming. dari pihak penonton heteroseksual mereka juga nggak peduli, karena itu hanya jadi bagian lucu2xan. Tapi kalo utk homoseksual ???

MERASA TERWAKILI KAH ANDA ?

yang jelas gue nggak.

kalo ada komas HAM untuk menghindari eksploitasi anak, kenapa nggak ada komnas HAM untuk menghindari eksploitasi banci ??

kerput.

Fab wrote:

Menurut gw sih daripada ribut ngelarang banci tampil di tv, mendingan stop tuh kekerasan yang ada di tv..... Dampak dari adanya kekerasan di sinetron2 lebih jelek daripada adanya figur2 banci di tv.


cpicauli wrote:
daripada sibuk ngelarang banci tampil di tv ya menurut gw mending masalah kekerasan di tv trus sama acara cinta abg yang baru smp sudah cinta2an mo jadi apaan gedenya.
menurut gw banci tampil di tv juga sangat menghibur.emang bener kan kalo memang ga menghibur kenapa banci selalu tampil di tv

peace

Wednesday, September 10, 2008

High risk of being gay


dony bambang wrote: Di negeri yg makin terpuruk dlm kemelaratan seperti Indonesia, harga seorang gay can be soooo cheap. It can be twice cheaper dari harga sebuah handphone, atau semurah kamu mengumbar janji-janjimu.

Anda bisa pergi ke toilet umum dan pulang dengan memar di kepala akibat bogem mentah, atau bahkan berakhir di rumah sakit karena tidak sudi menyerahkan harta yg dimiliki dari seorang pemalak yg nongkrong di mal-mal mencari mangsa.

Anda bisa mem pick up seseorang di halte bus dan berakhir dengan nyawa anda melayang di kamar kos atau apartemen anda. Yang ternyata dia seorang homofobia yg tak sudi anda gerayangi dan tiba-tiba tergiur untuk merampok harta benda anda dan ketika anda melawan dia mengambil pisau dan mencabik-cabik anda.

Anda berkenalan di bus umum dgn seseorang yg tampan luar biasa tapi tidak memiliki pekerjaan dan mengajaknya ke rumah anda dan anda, dgn segala cara, berhasil menggaulinya dan menjanjikan sesuatu kepadanya. Suatu hari dia menagih janji anda dan anda tidak memenuhinya dan harga dirinya terluka dan anda dibunuhnya dgn 18 tusukan.

Suatu hari anda berkenalan dgn seseorang di sebuah tempat fitnes. Anda tidak tertarik padanya sampai dia mendekati anda dan anda terhanyut dgn segala omongannya yang anda tidak tahu adalah hanya bualan dan dia menjanjikan memperkenalkan anda dgn teman-temannya yg katanya adalah selebritis seperti Irwansyah atau Choky sitohang..sampai anda berfikir.."why not..Choky is my dream!" sampai anda tersadar bahwa orang tersebut ternyata hanya tertarik dgn blackberry anda dan telah menargetkan anda menjadi korban dia yang ke-12 untuk dimutilasi.

Mhh.. hari ini kita membaca tentang Ryan yang membunuh karena alasan sepele semacam uang dua juta atau handphone. Atau pria lajang 50 tahun yang mati 20 tusukan di Apartemen Rasuna. Atau seorang pemuda yang mati di kamar kos dgn alat vital diikat ke teralis besi. Dan akan ada banyak lain pembunuhan bermotif hubungan sesama jenis...

Sebagian mungkin terilhami kisah Ryan yang terus diulang-ulang di TV dan membuat orang sinting berfikir,"ternyata cuman begitu cara mudah mencari duit.."

Dan jika umur anda sekarang 30-an, will you at the age of 50 be still alive ? Or you already died dgn nyawa seharga handphone anda ?

I just want to say : Buddies, please be more careful with the way you live your life !

Cleo Current wrote:
Tulisan tadi emang bikin paranoid. Dan ini yang terjadi dengan banyak orang di milis sini dan gay di luar sana.

Tapi coba lihat lagi.

1. Nyontek ke kiri kanan di toilet umum. Siapa yang gak ngerasa risih di contek, baik hetero maupun gay. Nah apalagi yang ketahuan have sex di public toilet. gak heran dong kalau sampai ada yang di gebugin, atau di laporin ke polisi.

2.Pick up di halte bus. Siapa suruh ngambil stranger di jalanan (yang belum tahu pula orientasinya apa) di bawa ke rumah. mentang2 punya banyak duit bisa bayar orang seeenaknya, lo pikir semua gak ada resikonya. Bisa aja pengangguran atau perampok yang lo bawa ke rumah lo langsung (berharap sex with stranger bakal penuh excitement). Buat orang-orang yang suka pakai pelacur cowo aka kucing supaya hati2. Pakai pelacur aja udah bahaya, apalagi kalau sampai di rampok....
3. Ketemu di tempat fitness.
Buat beberapa orang yang masih memuja muja para selebritis: "wake up!". Ngapain sih kenal2 selebritis? bangga gitu kalau kenal? Atau ngarep pengen di tidurin ama selebritis, trus abis itu apa? Yang ada lo malah lost di antara harep2 babu lo itu tadi. Mendingan sibukin diri dengan kerjaan yang mutu, hang out ama temen2 deket. Gak usahlah sok nambah2 pergaulan dengan ngarep bergaul dengan sekelompok kalangan orang., Adanya nanti kayak social climber.

Nah, intinya, kalau mau bergaul sama orang, mau deket sama orang lihat2 dong orangnya. Jangan straight lo ajakin ML, yang ada lo malah di gebugin orang, karena barking at the wrong tree. Kalau mau nge date juga jangan langsung maen di garap aja. Ketemu aja dulu, ngobrol di tempat umum, trus cari tahu backgroundnya, paling nggak lo tahu dia punya kerjaan yang decent, punya kedhiupan yang bener, lo lihat temen2 nya kayakgimana. (menurut gue kalau orang yang punya kerjaan bener pasti gak akan ngelakuin hal-hal nekad, karena ada self-belonging ke kerjaan, reputasi atau keluarga- beda dengan orang yang gak ada kerjaan - yang hidupnya nothing to lose). Jangan langsung ngebet pengen ML aja karena lihat tampang cakep badan bagus. Lagian kalo ngebet pengen 'keluar' coli aja dulu lebih aman. hehehehehe. bokep banyak ini.

Untuk yang curi2 kesempatan lihat2 dong lokasinya. Yang ada lo malah ganggu orang dengan ngintip2 di toilet umum, have sex di tangga darurat dll. kalao lo sendiri gak respect sama diri lo as a gay ... gimana orang lain di luaran sana yang mau respect dengan para gay di Jakarta?

Sunday, August 31, 2008

My love Affair with Jewish Music

Some roll their eyes, a few are curious, and my wife laughs, but I can't seem to shake Jewish music. I love music, and I have about 150 gigabytes of it on my computer - two thirds of which are Jewish. And when I say Jewish music, I don't mean Neil Sedaka, or even Carlebach, I'm talkin' Lipa Schmeltzer, Avraham Freid, and Mordechai Ben David.

Don't get me wrong, I listen all kinds of music - everything from Opera to Eminem, but nothing does it for me like a zaftige new album from say - Shwekey, or Lev Tahor. I was excited to get Rihanna's new single, but The 8th Note made me rejoice, and while I love a good Michael Buble Shtickle, he could never satisfy me the way Ohad, or Baruch Levine can.

"How could you listen to that?" My wife asks me all the time, and I really don't have a good answer, I vehemently disagree with most of what is said in these songs, and often find myself laughing at what I'm saying when I sing along with them, yet I persist. As I type now, I'm listening to Yeedle's new album, (it's not bad).

It's gotten to the point where I don't even hide it anymore, and I've had to explain what the hell it is that I'm listening to-to more than one Lieutenant Colonel, (don't ask). I've even gotten a buddy of mine - who's Mexican and has never met a Chassidic Jew - hooked on The Yeshiva Boys Choir! At the gym in the morning, there's only so far you can go with the Rocky theme, but give me J-Walking, and I'm good for hours, and there's really nothing like pumping iron to The Chevra.

I listen to hours of podcasts weekly, but the one I look forward to most is The Sameach Music Podcast, and one of the web-sights I frequent most is The Jewish Music Review. I was highly disappointed - yet not surprised - when The Big Event was canceled, although I wouldn't have been able to attend, I was looking forward to the videos.

In other words I'm obsessed with Jewish music.

I do realize that if I where to have a conversation with any one of these Jewish music stars, I would be annoyed to no end by them, in fact I have met several of them, and I wouldn't want to associate myself willingly with them, but somehow when they put their words to a tune I can't get enough of it.

Growing up in the Chassidishe community, music was the only thing I whole heartedly embraced, while I didn't quite feel comfortable with many aspects of my upbringing, music always made me happy. And what a fan I was, I would go to every live show I could, memorized every detail about every Jewish music star, and built a huge CD collection. But I never paid much attention to what was being said, although I knew and understood all the lyrics, and I feel the same way now. For that reason, I can listen to Christian rock, The Gipsy Kings, or sappy love songs, and enjoy them, as long as the melody is nice, the musicianship is good, I can dig it.

Sometimes my wife will say things like "are you sure you don't agree with what their saying?" While she and I both know better, I still wonder - what is it that has me so hooked? Is it just that I grew up listening to this kind of music, or is there more to it?

am i undercover?


"cut3m4l3" wrote:
well, i used to, tapi sekarang juga gak out of closet banget kok.

dulu emang gak ada yang tau klo gw suka cowok (well, gw Bi sih, masih agak napsu sama cewek), trus gw tau temen gw ada yg gay, gw cerita ke dia, soalnya dia emang lumayan deket sih sama gw.

pas di jakarta, dari salah satu situs gw mulai kenal2 dengan orang2 yg berorientasi sama, meskipun with or without pic itu juga udah mulai membuka diri ke orang laen loh...

dan dari situs itu gw nekat ketemuan orang, gak sembarang orang dong, yang gw anggap bisa jaga rahasia dan gak emberan aja, well, i choose the intelectual ones.

dan, as the result, i've got my self a bf, a nice guy whom i met from the net. susah loh nyari orang yg baek2 di net! based on experience sih... Nah, bf gw ini udah came out ke bbrp org, bahkan keluarganya udah tau, dan dia punya bbrp temen. Yang jelas klo gw jalan sama dia kemana gitu dan ketemu sama orang yg dia kenal, orang itu juga mungkin sudah ngira klo kita pacaran, padahal both of us look straight loh...

so, am i an undercover?

well.... YES to my familly and friends. and Not to my BF and his friends.


thanks.

-me-