Wednesday, September 20, 2006

Apa sih yang diharapkan dalam sebuah Relationship?

Mmmm... Kadang-kadang pertanyaan seperti diatas sering banget terlintas di kepala. But, gue gak pernah ingin ngejawab ajah untuk saat ini. Karena yang gue liat masih kabur. Bukan gwe gak menikmati hubungan gwe saat ini, but the question is..... 'Apa sih goal yangue raih 4 the future?' Mungkin ini yang ngebuat gue mencari figur yang lebih diposisikan sebagai partner. Partner ini dalam arti, seseorang yang bisa diajak kerjasama dalam berbagai hal. Suatu bentuk ketergantungan yang tidak 'cengeng' tapi sebagai suatu hal yang bisa 'menyemangati'. (Sebenernya hal ini yang pernah buat hubungan gwe terganggu, dan gue coba untuk memulai lagi dengan bentuk yang lebih baik)Dengan posisi ini gue pikir akan lebih bisa membina hubungan lebih lama. Mungkin ini goal yang bisa gue dapet untuk hari ini.

Ada yang bisa bantu saya untuk menjawab pertanyaan ini?

First of all: Entahlah, aku gak terlalu yakin bahwa reply-ku cukup relevan dengan isi email kamu.

Yang jelas: aku pernah baca di suatu majalah (manajemen) tentang relation antar 2 orang rekan sekerja (sesama cowok). Gak specific gay emang, tapi agak-agak bernuansa gay sih (buat gua :-) -- soalnya sesama cowok sih). Ada beberapa macam tipe: mentor-apprentice, partner-in-crime, dll. Aku sering memandang bahwa aku prefer hubungan seperti mentor-apprentice itu.

Aku udah beberapa kali nyoba cari jalan untuk mendapatkan mentor yang tepat buat aku. Capek juga rasanya mempelajari semua hal sendirian (seperti yang udah gw lakukan selama ini). Ya, emang ada bagusnya sih

(gw di satu sisi bersyukur): gw cepet belajar, otodidak, etc. Tapi, kadang-kadang rasanya perlu juga belajar sesuatu dari orang lain. Ada semacam thirst untuk itu.

Yah, so far belum berhasil juga.

Nah terkait dengan mentorship itu, aku juga pernah baca tulisan di http://www.narth.com/

Tepatnya http://www.narth.com/docs/donaldson.html

Check it out. I thought you might be interested.

Sebenernya belum terjawab juga....

Sebenernya yang gue temuin untuk saat ini... Being a G, seseorang
harus siap untuk hidup sendiri. Memang untuk periode umur 40 ke
bawah, semua maih bisa diatasi. Tetapi untuk seterusnya merupakan
masa-masa yang harus siap, mau tidak mau untuk hidup sendiri.
Kedengaranya pesimis, tapi menurut saya memang harus begitu.

Tahapan kehidupan, seperti lahir, remaja, menikah, punya anak,
bekerja, ..... dan seterusnya hingga tua dan akhirnya kembali pada
sang khalik harusnya terjadi mengalir untuk orang kebanyakan. Tapi
ini bukan untuk kehidupan KITA. Tahapan menikah, punya anak dan hidup
berkeluarga yang seharusnya merupakan 40% dari masa kehidupankita
harus diloncati. Apa yang bisa kita lewati untuk melewati 40% hidup
yang tidak bisa kita lewati itu?

Jawabannya mungkin cuma... Bersiap diri.... Seperti mematok angan
pada suatu tujuan hidup yang bisa kita lewati sendiri.

Bisa gak ya, sebuah G Relationship bisa bertahan hingga tua? Apa ya
yang bisa membuat itu terwujud? Atau apakah G Relationship memang
hubungan dalam periode pendek saja, sehingga besar kemungkinan untuk
terus berganti pasangan? Atau kita sendiri yang merasa tidak
mebutuhkan sebuah hubungan setelah menginjak kedewasaan? Saya belum
tahu....

Sekedar sharing, ketika saya pertama kali memutuskan untuk hidup
sebagai seorang gay yang terbuka (artinya menjalani life style
sebagai seorang gay yang tidak sembunyi-sembunyi atau tidak mengikuti
jejak teman2 hetero saya yang lain dengan menikah), saya sudah punya
pemikiran akan risiko terburuk yang akan saya hadapi dengan pilihan
hidup saya ini.

Selain penyakit, diantara risiko itu adalah: bahwa saya harus siap
hidup sendiri. Bukankah tidak ada jaminan bahwa relasi yang akan saya
miliki nanti akan awet, bahkan tidak ada jaminan bahwa saya akan
memiliki pasangan? Sekalipun saya saat ini sudah memiliki pasangan,
siapa yang tahu apa yang akan terjadi 10 atau 20 tahun mendatang?

Bicara soal risiko, setiap pilihan (entah itu menikah dengan
perempuan & berkeluarga, melajang, hidup bersama dengan pacar pria
kita, secara terbuka atau tertutup) pasti selalu mengundang risiko.
Dan tidak ada jaminan apapun yang bisa kita terima. Semuanya
UNPREDICTABLE. Ini fakta.

Kalau pernikahan hetero di Indonesia bisa dikatakan "lebih
terjamin" dengan nilai2 tradisional tentang "perkawinan" yang
konservatif, saya bisa mengerti bahwa ikatan perkawinan dan kehadiran
anak2 bisa lebih menjamin kelanggengan suatu hubungan. Sekalipun ini
tidak menjamin kebahagiaan batin yang sesungguhnya, dan juga tidak
ABSOLUT sifatnya melihat banyak juga perkawinan hetero yang dilakukan
pria2 gay yang hancur berantakan.

Tapi setidaknya, saya telah jujur dan bahagia dengan pilihan hidup
saya ini, dan saya tidak akan kaget kalau toh suatu saat nanti saya
diperhadapkan oleh risiko "kesendirian" itu, sebab sejak awal saya
sudah tahu risikonya.

Paling tidak, ditengah suasana yang serba unpredictable ini, saya
masih bisa optimis dan berusaha sebaik mungkin mempergunakan
kesempatan yang ada, juga mensyukuri hadirnya orang2 yang berarti
dalam hidup saya seperti teman dan sahabat.

Itu yang memberi saya motivasi dan inspirasi untuk menjalani hidup
ini dengan sukacita.

ga ada bedanya dengan
apa yg semua manusia di bumi
harapkan dari sebuah relationship

to satisfy their need of affection!

perhatian
kasih sayang
dukungan
rasa aman dan nyaman

seperti yang gw juga cari skg
sadar kalo cerita-cerita gw di milis sebelumnya
musti berakhir ga bahagia

relationship yg kami usahain buat bertahan
sama aja dengan melukai satu sama lain

dan gw semakin yakin

kita semua bisa berharap apa saja untuk sebuah relationship
tapi kenapa baru sedikit dari kita yang bisa mewujudkan
mungkin ada saatnya kita bertanya pada pasangan kita
setelah kita bertanya pada diri sendiri

because it takes two...

Is my searching has meet its end? ---> DEFINITELY NOPE

is my searching has met its end?


yah..
ternyata dia cuman ngimel sekali aja
seterusnya gw kembali kehilangan dia

skg gw ngalamin masalah lagi dalam berusaha maintaining a relationship
as i was saying before...

gw demen bgt ma cowo straight
cowo terakhir adalah senior gw di kampus
that it seem to be attracted to me
kami udah berhubungan cukup dekat
untuk tidak malu2 mengungkapkan rasa sayang
tapi tentunya gw ga bisa ngajakin dia ML
huheehe
gw juga ga terus terang kalo gw sepenuhnya gay

tapi masalah datang dari teman2nya
yang ga setuju dengan hubungan kami
dan akhirnya dia milih ninggalin gw
well...

itu sebab gw depresi dan ikut terapi selama 6 bulan
tapi selama terapi gw ga bisa ngilangin ketergantungan gw ama dia
gw selalu ngubungin dia di telp tiap ada kesempatan

setelah bertemu lagi
gw berhasil membuat dia mengerti
mengenai ketergantungan gw ini
dan dia mau kembali berteman dengan gw
gw bebas nelp dia dan ngajak ngobrol apa aja

kebutuhan gw akan perhatian en care dah terpenuhi dari dia
sehingga gw ga mikirin mencari lagi
but well... (again)

beberapa hari lalu
gw ga sengaja baca inbox di sms-nya
gara-gara gw minjem hp dia untuk sms nyokap
di sana ada sms dari cewe dan mesraa bgt
gw kaget begitu juga dia

ok
gw emang dah janji ke dia
gw ga masalah dia punya cewe atau kawin
selama dia ga ninggalin gw

tapi gw kaget musti secepat itu dia punya cewe
padahal gw baru aja ngerasa nyaman dengan dia
dan dia bermesraan menggunakan hp yang gw pakaikan ke dia
wikksss...!

yang ada di pikiran gw adalah
dia pasti bakal ninggalin gw lagi
kali ini bukan gara2 temen2nya yg ga setuju
mungkin malah cewenya yg bkl ngelarang dia nemuin gw
gw ketakutan

mungkin semua mikir ini berlebihan
cuman masalahnya gw ga kenal ni cewe
gw ga tau namanya
seperti apa mukanya
sehebat apa dia
seberapa besar rasa suka temenku ke dia
apakah lebih besar dari rasa kagumku ke temenku

jika saja aku mengenalnya
mungkin aku akan mengukur kemampuanku
dan bisa merasa lebih tenang

tapi dia menghentikan semua kemungkinan itu
dia ngelarang gw untuk bertanya-tanya soal cewe itu
kalo gw mo tetep jadi temennya

gw sempet hampir bertengkar
jealous tentu
tapi juga ada alasan lain
setelah beberapa sahabatku meninggalkanku gara3 pacar
setelah kakakku lebih membela cewenya ketimbang gw
gw takut dia juga akan berlaku demikian

tapi untuk memenangkan perhatiannya
gw kemudian cuman bisa berpura-pura mengerti
dan berusaha menghilangkan keingintahuanku akan wanita itu
curiousity kills the cat!

tapi skg gw ga bisa tidur lagi
gw musti minum obat dari psikiater lagi tiap pagi
gw berusaha tidak memindahkan luka di hati gw ke tubuh gw yg lain
gw menyedihkan

dan gw sekali lagi harus tetap tersenyum
ketika dia datang dan menanyakan apa kabar

Apa pilihanmu?

Kalo kita bisa memilih pasti maunya cinta dan uang itu bisa
bersamaan. Maksudku dlm cinta itu ternyata kebutuhan finansial itu
juga ada yg harus dipenuhi.

Bagaimana dgn cinta sepenuhnya tapi uangnya kurang? Apa yg akan
kalian pilih?
hidup di Jakarta itu susah, jadi aku sih lebih memilih finansial yg
cukup, ditambah dgn cinta, kalo disuruh pilih salah satu, kayaknya
aku pilih uang. Dengan catatan kalo aku bukan money boy, hubungan yg
saling share everythings.

Thanks to read my letter


JRENG! Langsung message ini membuat saya bersinandung -
"Cause the boy with the cold hard cash Is always Mister Right, cause
we are living in a material world, and I am a material girl.."

"Hidup susah" itu relatif, pak. Ada yang bilang "SIAPA SURUH DATANG
KE JAKARTA?". Pulanglah dan tinggallah di kampung halaman atau kota
asli mu. Berkarya aja di sana. Tapi ya ngak berarti begitu kan?

Kalau dipikir2x, bagaimana ya orang2x yg lebih 'kurang beruntung'
dari kita sehari2x nya bisa tetap pacaran, tetep punya nafsu seks,
kawin, punya anak & hidup walaupun dalam porsi kurang - but survived!

Uang bisa dicari kok, terlepas kamu single, pacaran atau married -
masalahnya kita nya mau ngak extra kerja keras & berkorban wkt dan
keringat utk memperoleh itu?

Memang hak anda sih utk menentukan / punya pilihan, tp yg kamu maksud
kamu pilih finansial yg cukup ditambah cinta itu apakah
sbg "Kriteria" mencari Pacar atau sekedar observasi - bila msh
single, mendingan Cari duit (Finansial) aja atau pacaran ya? Krn
kalau berpikir dgn point ke dua, itu udah ke SIKAP dan bukan
dihubungkan dgh "money boy" atau 'materialistis'.

Just remember... I KNOW now... Money doesn't buy happiness.
Apalagi kalau anda berada di tengah2x hutan belantara - Money means
nothing!

Hmm, kekurangan uang aku pikir adalah hal yang relatif bagi setiap
orang. Buat aku, selama orang itu tidak kesulitan membiayai dirinya
sendiri, aku tidak keberatan, well meski tentunya aku berharap ia
lebih mapan dari aku, syukur2 kalo dia orang yang royal, namun
selama aku bisa membiayai hidupku sendiri, kenapa harus berharap
dari tangan orang lain? Kalau diberi hadiah memang aku gak nolak, tp
merengek2 minta dibeliin barang, sorry still have my pride. So, ask
yourself what kind of financial condition do u expect to be
fulfilled? And can you be not a money boy if someone supports all
your financial needs even if it's in the name of love? If he gives
you less money, do u love him less? If the answer is no, then you
might be not a money boy, well, I guess :)

Hi, Brightstar
Salam kenal, yha.
Gw setuju bgt dengan pendapat loe.
Bagi gw, BF yang responsible itu, pokoknya bisa membiayai dirinya sendiri dan settled dalam masalah finansialnya. Jadi bukannya malah jadi pengeretan gitu lho.
Emang, sih. Siapa yang kepingin punya BF yang settled dan bisa menanggung hidup kita dengan atas nama cinta?! Wuihh, gw kepingin bgt. Tapi, bukan berarti kita terus jadi bersikap "pemilih" dan akhirnya jadi timbul kesan matre bgt. Kita juga hrs punya harga diri dong, ah.
Semoga comment gw ini nyambung, yha.
Dee.....


wah.. topik ini hangat juga yah
hari ini aku sedang agak gundah
maka aku putuskan untuk online
dan membahas dua pilihan ini

bagi gw mungkin MONEY dulu kali yah
karena MONEY doesn't need LOVE

sedangkan LOVE pasti berimbasnya ke MONEY
kecuali jaman sudah berubah
ketika orang udah bisa dikenyangkan dengan rayuan semata

seperti temen saya (untuk tidak menyebutkan diri saya seungguhnya)
dia sedang falling in luv dengan someone
tentunya dia berharap hal ini mengarah dalam suatu kebaikan
saat ini gebetannya sedang menghadapi sidang kuliah
di waktu yang sama kakanya musti masuk ke rumah sakit

hasilnya demi kebaikan bersama pula
dia (untuk tidak mengakui saya) membantu sedikit dalam hal finansial
dan komunikasi mobile

dalam hal tertentu mungkin akan menjadi pemikiran
money boy or kind like that
tapi dalam kenyataan kita jadi bisa melihat
cinta adalah bagian dari hidup
dan hidup di jaman sekartang membutuhkan uang
jadi cinta ga akan bisa menghindar dari kebutuhan akan uang

perhaps???

Hi, qink
Gue sih, setuju-2 aja dengan pemikiran semacam itu. Study kasus yang kamu kasih sebagai contoh juga membuktikan bahwa kita tidak bisa memisahkan love and money.
At least harus reasonable dan berimbang dari kedua belah pihak. Gitu lho.
Asal jangan keterusan aja. Yah, pokoknya harus tahu diri aja dan jangan terus jadi money oriented. Khan gimanapun juga, kata eyang gue almarhum,....everything has it's own cost. Begitu pula dengan cinta.
Bener gak, sih.....????
Semoga respond gue ini balance dan gak berkesan usil, yha.
Dee..........

Mengutip Berita dari Semarang

hari ini gw lagi di semarang
untuk menjemput peralatan 'perang' gw
buku, alat lukis, PC, compo, dll
karena musti gw pake lagi di bandung
buat kul en ngerjain beberapa proyek

sambil makan siang
cek imel
chat di channel
dengan orang smg
gw kaget banget
cenger cerita
warnet ini pernah digerebek
ngusirin gay

wah..wah...
ini cuplikan chat gw:
----------------------------------------------------
[12:13] kalo lagi ke smg aja
[12:13] abis taunya warnet cuman sini doang
[12:14] jgn ke situ kalo chat
[12:15] kenapa?
[12:15] di situ tempat kumpulnya kaum gay semarang
[12:16] pernah di gerebek para polisi taruna
[12:16] haha
[12:16] oh ya?
[12:16] trus ma mereka diapain?
[12:17] wah...kacau deh
[12:17] malah pada lari semua
[12:19] dibawa ke kantor polisi juga?
[12:22] ngk kok
[12:22] cuman di usir dari ciemd
[12:23] kmu hati2x aja
[12:23] sebab siapatau ada penggerebekan mendadak
[12:23] ic..
[12:23] aneh banget
[12:23] :)
[12:24] masuk tv ?
[12:24] krn disitu tempat ml krn tempatnya
tertutup ,apalagi kalo u chat di lantai 2
[12:24] masuk tv dan koran
[12:24] haha
[12:24] ada yg ml di sini yah??
[12:25] iya
[12:25] di lantai atas byk tuh
[12:25] kalo ngk percaya,kmu ikut jadi member aja 10
menit pasti ditanggung puasss
[12:25] member gimana maksudmu?
[12:26] member di oral org gay *****
[12:26] haha..
[12:27] u pernah dong jadi member?
[12:30] alo?
[12:32] becanda kok
[12:32] jangan tersinggung
[12:33] ngobrol yg laen deh...
-----------------------------------------------------------


pertaanya gw pikir
kasar amat tuh taruna
mind their own business lah!
pake ngusirin orang di warnet
emang ini warnet punya kapten lo!

tapi setelah denger kelanjutannya
mungkin wajar aja
ketika warnet ini udah jadi
ajang having sex para gay
agak bikin gusar lah

masa ga ada tempat yang lebih baik
lebih pantas
(not to mention gw juga pernah ngelakuin lebih gila dari itu,
hahahaha)

well...
pengalaman chat di smg
lumayan seru buat cerita
hehehe

Is my searching has meet its end?

22 juni kemaren eks bf gw ultah
bf yang pernah menemani gw selama 3 taon
dan juga bikin gw mengalami depresi
dan terobsesi selama 3 taun pula

22 juni kemaren eks bf gw ultah
gw sempetin ngirim message via friendster
profil dia gw temuin lewat user search
sambil berharap dia juga punya account di friendster
(ternyata ada, dan gw bersyukur ada friendster.com)

22 juni kemaren eks bf gw ultah
gw bilang ke dia, kalo mungkin ucapan selamat dari gw
ga berarti apa-apa buat dia
yg penting dia bisa nemuin apa yg dia cari

sama sekali ga nyangka
setelah 3 taun aku berusaha minta maaf ke dia
dia akhirnya membalas message gw di friendster
tetep ramah dan hangat seperti dulu

mungkin dia dah ga marah lagi
atau bener kata romo gw
bahwa dia ga ngimel bukan berarti dia ninggalin gw
dia terus ngawasin gw sampe gw bener2 dewasa dan mandiri

kini gw dah bisa tidur jam 10
kini gw dah mulai ngimpiin dia lagi
semalem gw nulis di jurnal gw
bahan imel ke dia
God sent it faster then internet
gw ngimpi dia bales imel gw!

skg seh gw berharap
eks bf gw mau berhubungan lagi dengan gw
ga pacaran gapapa deh
toh satu-satunya alasan kenapa gw bertahan
di lingkungan gay di dunia maya
adalah untuk menemukan pengganti dia

mungkin ke depan gw dengan tegas bisa berkata
maaf, gw dah nemuin apa yg gw cari!
bahkan di hadapan wanita sekalipun

tapi bukan berarti
gw bakal ninggalin milis ini
gw minta dukungan dari rekan2
yg selama beberapa bulan ini
dah nemenin gw dalam sendiri
untuk tetep keep in touch!!!

hehehe..
wah.. kayanya kalo dibikin buku
novel gw dah nemuin akhir cerita
tunggu ajah!!!!


thx

SEPENGGAL KISAH HIDUP GW..... ;-)

hiii semuanya.......

gw andi, 21 tahun, student dari indonesia sekarang study di
belanda, gw berangkat study kesini tahun lalu tepatnya sept 2003,
setelah gw menamatkan study di salah satu perguruan tinggi negeri di
palembang.

perjalanan hidup gw juga tidak bisa dikatakan enak, gw terlahir
dari keluarga yg cukup terpandang di Bengkulu, menurut gw hidup gw
penuh dengan penderitaan bathin (dari segi materi, menurut gw gak
kurang), gw sudah dari kecil merasa aneh dalam artian gw mulai
tertarik dengan teman main sejenis, dan gw baru sadar kalo gw gay
mungkin sejak tamat SMP dan bener2 sadar kalo kecendrungan seperti
gw namanya GAY sewaktu gw di kelas 2 SMU.

gw betul betul ngerasa strees sewaktu gw menyadari kalo gw GAY.
sewaktu tamat SMP, gw ngelanjutin sekolah ke Padang (sumbar) sekedar
pelarian dari keluarga, saat itu gw betul betul takut keluarga gw
tau kalo gw gay walaupun disaat itu gw belum menyadari kalo gw
kelainan pada diri gw adalah gay. but gw bertahan di padang cuma 4
bulan gak betah tinggal sendirian...hehehehehhehe

Setelah 4 bulan di padang gw balik ke bengkulu ngelanjut sekolah
disana, sampai tamat SMA, gw termasuk salah satu anak yg pandai di
SMU gw, but everythyng litle bit change when í was in the third
class,

disaat itu banyak dari temen2 co gw manggil gw cewek, sebetulnya
gw gak sisy2 amat but karena temen gw semuanya ce, jadi mereka
manggil gw juga cewek.... hehehehehehe

mungkin karena kebawa emosi pada saat itu, pribadi gw little bit
changed dari anak yg rajin berubah menjadi seorang anak yg nakal
suka mbolos, mabok, melawan guru, berantem, gw betul2 berubah. dan
sejak saat itu gak ada satupun temen gw yg berani manggil gw
cewek....

tahun 2000 dengan nilai yg cukup bagus, akhirnya gw bisa tamat smu
walaupun dengan begitu banyak surat peringatan yg datang kerumah
ortu gw di bengkulu, but gw anak terakhir dari 5 bersaudara so ortu
gw gak pernah marah ke gw, walau apaun yg telah gw lakuin, gw sangat
dimanja ( mungkin karena ini gw jagi Gay kali.....hehehehehehe)

tahun 2000 gw keterima di salah satu univ negeri dipalembang,
disinilah gw sedikit mengexplore about gay life, orang tua gw
memberikan fasilitas yg cukup buat gw untuk diukai oleh temen2,
cukup uang untuk travel ke mana saja gw suka, cukup untuk traktir
sapa aja yg gw suka....

temen2 gw bilang kalo hidup gw betul2 perfeck, punya wajah yg
cukup ganteng untuk di kejar oleh banyak cewek, otak encer,
fasilitas memadai. but disaat itu gw kalo dirumah suka nangis
sendiri, disaat itu tidak ada yg tahu kalo gw gay, cuma gw sendiri
yg tau kalo gw gay.... gw sangat depresi saat itu. atas inisiatif
sendiri gw pergi ke psikiater gak tau udah berapa banyak uang yg gw
habis kan untuk konsultasi sekedar curhat mungkin, trus minum obat
penenang biar lebih relax...heheheheheehe, gw juga pergi ke dokter
ahli syaraf, dan minta dia untuk memeriksa gw (gw betul betul gila
kali saat itu) dan hasil pemeriksaan ternyata seuma syaraf gw
berfngsi dgn baik....hehehehehehe

di akhir semester 6 gw kenalan dengan salah satu penyiar radio
remaja yg cukup tenar di palembang, kita jalan bareng berdua,
anaknya asik banget, 4 tahun lebih tua dari gw, dari cerita dia, gw
jadi tahu seditkit tentang gay life.... gw suka banget sama dia saat
itu, kita sering tidur bareng, but gw sangat respect ke dia kalo
kita bedua cuma temen soo nothing happen... disaat yg sama gw juga
mencari pelarian dengan mengikuti banyak pengajian, (gw muslim)

suatu hari dia bilang dia suka ke gw dan pengen antara dia dan gw
lebih dari sekedar teman, saat itu gw gak tau gw suka, sedih or
senang bahagia... semuanya menjadi satu.... gw gak tau apa yg harus
gw lakukan, akhirnay diantara pilihan yg sulit saat itu akhir nya gw
memutuskan untuk pergi ke ustad gw dari sana gw mencoba melarikan
diri ke agama...mendekatkan diri keTuhan..... dan berusaha menyadari
bahwa apa yg akan saya lakukan adalah salah.....
gw berhasil saat itu

gw berhasil menekan perasaan gw, walaupun gw juga tetap ngerasa
tertekan, karena gw betul2 suka ke dia...

sekarang jujur saja gw belum terlalu siap menerima diri gw kalo gw
gay, itulah sebabnya gw memilih melanjtukan study gw disini di
belanda, karena gw betul2 ingin mengexplore about gay life dan
berusaha menyakin kan diri gw untuk lebih comfort being gay,
menerima diri gw apa adanya, toch gak ada salahnya kalo kita gay????

disini kita bisa lebih terbuka menjadi gay, but menurut gw yang
terpenting disini adalah bagaimana cara pandang kita terhadap diri
kita sendiri bukan dimana tempat kita hidup (indonesia, amerika,
thiland, or belanda) mungkin untuk rekan2 di indonesia tekanan dari
masyarakat lebih keras but semuanya tergantung ke kita.

Dari pengalaman gw, terkadang gw sangat sedih dan tetap menyesali
kenapa gw menjadi gay walaupun disini dimana gw bisa menyatakan kalo
gw gay kepada semua orang, but secara perlahan perasaan itu akan
hilang sendirinya sejalan dengan perasaan kita yg mulai menerima
diri kita apa adanya... oh yach, sekarang gw udah coba2 pacaran loh
(heheheheehehe)

LIFE IS NOT JUST ABOUT SEX ORIENTATION THERE ARE SOMETHING MORE OUT THERE..............

Wah wah masih untung lu ye nerima diri lu apa adanya sekarang
daripada nggak sama sekali sampe akhir hayat. semoga penerimaan
dirilu makin gede n suatu kali mungkin lu bisa bangga jadi gay.

stelah baca email ini gw jadi bener2 bersyukur skali lagi krn
jalan idup gw nggak seberat andi.

gw skrg SMU kls 2 n gw buaaaaaaaaaaaaannnngggggaaaaaaaaa
baaaaannngggeeeeeeetttttt jadi GAY [plis deh ya]. jaman udah geser
jauh bgt kali ya?

gw come out kls 2 ini stelah bertaun-taun pematangan penerimaan
diri gw. ternyata ga nakutin bgt kok coming out itu.

gw skool di salah satu skolah swasta katholik terkenal di
surabaya. temen skelas gw udah tau semua klo gw gay. cara gw come
out nggak bilang langsung klo gw gay, tp omongan gw yg slalu
nyrempet2 ke arah gay. seneng aja sih bikin org penasaran, skalian
godain co. skr semua org di kelas dah yakin klo gw gay. gw sering
bgt digodain trutama ama co2 ttg ke-gay-an gw. gw enjoy banget ama
joke mrk. n mrk nganggep tu emang lucu bgt. cara gw come out pelan2
bgt, merambat. dulu gw pikir bakal ada suatu konsekuensi berat dr
come out gw. eeeehhhh ternyata nggak ada sama sekali! sama sekali!
bahkan sikap gw yg sering godain co2 nggak kasi akibat apa2. gw
malah jd bintang kelas bkn krn nilai gw yg bagus2 tp krn gw unik, gw
spesial, gw gay! semua org seneng gw.

hebatnya lagi, co2 seneng godain gw dgn cara megang2 gw, meluk2
gw, colek2 pinggang gw, pantat gw, masukin benda2 ke clana gw.
berlagak pengin merkosa gw, acting masochist gw, dll
dlllllllllllllll. hehehehe enak bgt jd gay. tp gw akhirnya inget jgn
sampe gw kelewatan. memang kebebasan itu dikasi Tuhan tanpa
konsekuensi tp klo gw kebablasan bisa2 gw kena getahnya:
didiskrimansiin. tp sampe skrg gw bersyukur bgt ama Tuhan: krn
temen2 gw nerima gw apa adanya, krn gw cinta bgt ama diri gw n krn
gw dilahirkan sbg seorg gay!

temen2 gw emang kbanyakan ce, sama ama andi. co2 tu juga sering
ngledekin gw, manggil gw 'cewek2'. tp gw enjoy bgt ama ledekan mrk.
gw ngrasa comfy bgt di bawah kulit ini.

guru2 gw juga dah pada tau, tp mrk cuek aja. mrk juga sering
godain gw. bahkan kmaren wkt di Bali gw ngajakin si guru ke Q bar
hahaha. singkatnya, klo mau jd superstar ngaku aja lu GAY hehehe
huahahaha hihihihi ........

mnurut gue, kehidupan dimulai lagi ketika kita nerima diri kita
apa adanya, cinta diri kita sepenuh-penuhnya. selama kita blum cinta
ama diri kita dewe rasanya blum bener2 idup deh. ada ayat di alkitab
bilang "cintailah sesamamu manusia seperti mencintai dirimu
sendiri." lha kalo kita nggak cinta ama diri kita sendiri gimana mau
mencintai org lain?


hahaha...
seru bgt ama yg dibilang r4whid3_kid
kebetlan salah satu resolusi 2004 gw adalah buat open-out
that i'm a gay

pertama kali gw suka cowok
om ge pas gw masih balita
(gw lupa umur brp)
tapi tentunya gak berkembang sampai gw
pertama suka cowo sebaya
pas gw SMP

let's not talk about that

tapi yg penting skg
gw juga dah mulai terbuka ma temen2 cewe gw
dan mereka juga ga menunjukkan reaksi yang berlebihan
dan gw makin ngerasa nyaman ama mereka

tadi gw baca.. yg banyak maen ma cewe -> sissy
uhm.. perhaps!!!
mungkin gw sissy?
not in what they said to me

temen-temen cowo...
tentu gw ga pernah ngomong langsung kalo gw gay
tapi pasti mereka denger dari yang cewe
apakah ada yang parno??
what the hell!!
biar aja
toh gw masih punya lebih banyak kelebihan dari mereka

women r all on my side
wanna date 'em? ...be good to me!
hehe....

being gay as same as being superstar
that's i agree!!!
hehe...

di kampus gw emang ekspresif
sering bikin performance art
bikin isu (bukan gosip tentunya!)
.. jangan ditanya seberapa sering gw nempel
poster diri gw 1:1 di halaman kampus
haha..

dan gw bangga ngelakuin itu

jadi inget soal kelemahan dan kelebihan
terserah pendapat kalian
apakah gay suatu kelemahan atau bukan
yang pasti gw yakin dengan kelebihan gw

menjadi terbuka,
membuat gw lebih yakin
saat gw mau memulai hubungan dengan para cowo
(berkenalan)
gw ga perlu menutupi sifat dasar gw

expressive, spontaneus, creative

tapi untuk mencintai diri sendiri
mungkin gw belum siap untuk mencintai
diri gw lagi

di luar kegiatan gw
bakat yang gw miliki dan gw kembangin
gw ngerasa kosong
gw ga tau untuk apa gw ngejalanin idup gw
(tepatnya untuk siapa)

soal ini berkaitan ma pengalaman pribadi
waktu seorang yg gw puja
memilih meninggalkan gw
gara-gara ga tahan omongan temen-temennya

i'm loosing grip!!!

of course BEING GAY IS BAD!!! (i say the same thing for life)

aku bahagia dengan kehidupan aku. karena kebahagiaan datang dari
diri kita sendiri pertama kali tentunya. Kita gak bisa berharap
terlalu banyak untuk mendapatkan kebahagiaan dari orang lain. contoh
anak kecil, mereka pas nemuin sesuatu , bisa sangat kegirangan.
padahal itu sesuatu yang sederhana menrut ukuran orang dewasa.

oke. salah satu yang aku impikan saat ni setelah bertahun-tahun
jomblo adalah ketemu dengan orang yang tepat dan sesuai. meski ini
susah karena dua kepala gak mungkin akan sejalan selamanya.

yang jadi masalah adalah, selama ini aku mencari someone special
itu di tempat yang salah. kedua aku sering menyukai seseorang yang
gak mungkin bisa di dapat. terus aku melakukan banyak kesalahan
dengan berharap terlalu banyak kalo ada seorang prince charming
datang padaku. ga usah yang hebat, yang rata2 itu juga bagus, asal
jangan terlalu seperti mahluk planet aja.

dan aku gak tahu harus nyari dimana dan kemana lagi ??? lapangan,
atau taman atu bar atau cafe atau gay scene di tempat gelap ?? atu
bioskop tempat ngesex seperti yang ada di senen atau ...

ketika ada orang yang menarik hati, pasti dia itu hetero atau gay
juga yang gak mungkin aku bisa dapat. jadi berakhir dengan ngejomblo
terusssss.

ehhh pas ada yang datang dan suka sama aku, biasanya dia itu bukan
seperti yang aku inginkan... ini bukan karena wajah atau fisik.
gimana mau tertarik, diajak ngomong aja gak nyambung, di tanya ini
gak tahu, itu gak tahu. tahunya cuma sex dan nyabo dan ngondek.

tapi ketika aku suka seseorang yang udah bisa aku dapat dan mungkin
tidur bareng, ternyata aku salah, dia cuma mau one night stand. tak
lebih dari itu. dan seketika itu juga ketika aku berusaha menhgubungi
atau kontak... dia hilang di telan bumi dan ngacir.

Internet ??? media baru yang bagus, tapi ternyata gak sebaik yang
aku bayangkan dulu.

adakah teman di sana yang mau berbagi cerita. \aku tahu aku pasti
salah di mata kalian.

ga enak yah jadi gay itu. tapi aku bahagia Tuhan menciptakan aku
rupa yang baik dan hati yang baik.

di bandung
Li.....,kamu cuman belum ketemu aja dgn jodoh/pasangan
kamu.....,semua itu ada jalannya kok! percayalah!Tuhan itu sayang
sama umatnya ....,DIA pasti punya maksud maksud tertentu dgn
menjadikan sebagian umatnya Homosexual(Krn saya percaya orientasi
sexual bukan pilihan)!Dia pun tdk akan mencobai umatnya diluar
kemampuan kita.

Saya rasa salah satu wadah yg paling bagus utk ktemu pasangan yg
cocok yah dr internert laaahhhh!Walaupun dgn BF saya bukan kenal dr
internet......,tp dr copy copy darat dulu....,saya sering ketemu jg
dgn yg cocok tuh& ngak selalu ngomongin sex mulu kok,cuman krn saya
dah comitment ma myBF .......,so just friend aja....,ngak kurang &
ngak lebih!

Jgn putus asa kl jd gay sudah keputusanmu!&kamu udah musti siap dgn
apapun resikonya sampai yg paling buruk sekalipun......!

Percayalah menjalani hidup ini sbg Gay ngak seburuk yg kamu
sangka......God blessed u.


hehe...
gw absolutely the one who curse on life
ga ada bagus-bagusnya jadi gay
(begitu juga kalo lo ngaku hetero)

sering gw ngerasa
ujiannya ga setimpal ama kebahagiaan yg bisa gw dapetin
buatketemu orang kesepuluh
kita musti ngelewatin sembilan kegagalan

emang seh
there always be a silver sky in the storm
selalu ada pelajaran yang bisa kita dapet
dri pengalaman terburuk sekalipun
cuman, kalo bisa ya,,,
ga pengen ngalamin kejadian buruk
hehehe

pengen sedikit cerita soal gw ah...
(boleh kan?)

spt yg pernah gw bilang
gw selalu lebih tertarik ma straight
dan saya emang ngusahain pedekate ama mereka
terutama kalo gw nemuin suatu yg lain
suatu yg spesial dari mereka

bukan maksud gw mo munafik
nyangkal diri sendiri
ato berharap terlalu tinggi

but well....
gw gay tulen
untuk itu gw demen yang bener2 cowo
a damn good gentleman

dan selama ini
gw emang belum pernah nemuin sosok gentleman
dari gay / bisex men di internet
mereka selalu punya ytujuan tertentu dalam menjalin hubungan
(as if i'm not, doh!)

dan baru aja gw ngalamin karma
gubraakk!!!
wehehe

selama di bali kemaren
gw kenal ma co dari bandung
dia di bali seminggu
gw dah sampe deket gitu deh
dia straight

tapi dia ngucapin
something extraordinary
"kita udah sehati"
sepulang dia ke bandung
dia bikin janji nemuin gw di bdg
dan dia nepatin hal itu

stl gw ketemu en ngenal dia
dia nginep di tmp gw

di situ gw baru tau
agamanya strict
(gw bukan ngebahas soal agama, so dont make any comment about my
religy)
pacarnya aja pada bejilbab
sedangkan gw...
gw belum ngobrol ma DIA ampir setaun
gw selalu risih deket ma organisasi islam di kampus gw

tapi ada hal yg lebih besar
yg ga bisa bikin gw berpaling dari cowo ini
dia sabar bgt
dia ngertiin gw pas gw mulai ngerasa agak 'tinggi'
dan gw berpikir
mungkin ini jawaban buat gw
atas pertengkaran gw ama DIA
beberapa taun lalu

hope this will be good for me!

humm...
di sini boleh numpang berkeluh kesah ga seh?
gw lagi sedih bgt
soal cowo yg gw ceritain di bawah
akhirnya kami musti berpisah
bukan jodoh mungkin..

salah satu sohib gw bilang
makanya, jangan cari ribet
binan banyak kok

so, gw mutusin cari lagi
hasilnya kemaren gw musti kehilangan duit 500rb
kita baru saling kenal
ngobrol
kebetulan temen kampus gw dateng
dan aku harus ngelayanin mereka

tanpa sepengetahuanku
diambilnya uang dari dompetku
dan pergi begitu saja

well.....
apakah harus ngerubah statement gw
di atas???